Muhammadiyah-Malaysia Pererat Hubungan Serumpun, Kerja Sama Pendidikan Jadi Langkah Awal

- Jurnalis

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir menerima kedatangan Menteri di Jabatan Perdana Menteri (JPM) bidang Hal Ehwal Agama Malaysia, Zulkifli bin Hasan di Kantor PP Muhammadiyah Jakarta, Sabtu (22/8/26). Foto: Istimewa

Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir menerima kedatangan Menteri di Jabatan Perdana Menteri (JPM) bidang Hal Ehwal Agama Malaysia, Zulkifli bin Hasan di Kantor PP Muhammadiyah Jakarta, Sabtu (22/8/26). Foto: Istimewa

KANAL NASIONAL – Hubungan Indonesia dan Malaysia tak hanya dibangun melalui jalur diplomasi antarpemerintah. Kedekatan sebagai bangsa serumpun dan masyarakat dengan akar keislaman yang kuat juga membuka ruang kerja sama di bidang pendidikan dan kemanusiaan.

Semangat itulah yang mengemuka dalam pertemuan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dengan Menteri di Jabatan Perdana Menteri (JPM) bidang Hal Ehwal Agama Malaysia, Zulkifli bin Hasan, di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Sabtu (22/8/2026).

Pertemuan tersebut tidak berhenti pada pembicaraan mengenai hubungan Indonesia-Malaysia. Kedua pihak membahas peluang membangun kolaborasi yang lebih konkret, mulai dari pendidikan, gerakan kemanusiaan hingga menghadapi perubahan perilaku keagamaan generasi muda, khususnya Gen Z.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, kedekatan Indonesia dan Malaysia memiliki modal sosial yang kuat untuk dikembangkan menjadi kerja sama jangka panjang.

“Kami juga tadi berbincang sambil santai tentang kesamaan yang lekat erat antara Muhammadiyah, Indonesia dengan Malaysia. Sebangsa serumpun, tetapi juga diikat oleh iman, keislaman yang sama-sama kokoh,” ujar Haedar.

Menurut dia, berbagai kesamaan tersebut menjadi modal penting untuk membangun hubungan yang lebih luas antara Muhammadiyah dan Malaysia.

PP Muhammadiyah pun berencana membentuk tim khusus untuk menindaklanjuti hasil pertemuan. Muhammadiyah juga akan merencanakan kunjungan balasan ke Malaysia guna membahas lebih jauh bentuk kerja sama yang dapat diwujudkan.

Baca Juga :  Tertib Lapor Investasi, BPI Jadi Perusahaan PMA Terbaik di Batang

Zulkifli menyambut positif pertemuan tersebut. Ia bahkan menyebut kunjungannya ke PP Muhammadiyah sebagai sebuah momentum bersejarah karena dapat bertemu langsung dengan Ketua Umum PP Muhammadiyah.

Menurutnya, pertemuan tersebut membuka peluang untuk memperkuat hubungan antara Muhammadiyah dan Malaysia melalui kerja sama yang tidak hanya bersifat kelembagaan, tetapi juga menyentuh persoalan kemanusiaan.

“Alhamdulillah, kita melihat potensi kolaborasi, kerjasama, dan juga bagaimana untuk kita memperkukuhkan lagi hubungan Muhammadiyah dan juga Malaysia,” kata Zulkifli.

Ia berharap hubungan tersebut dapat berkembang menjadi apa yang disebutnya sebagai silaturahmi, silatul fikri dan silatul fi’li atau hubungan dalam pemikiran dan tindakan nyata.

Dengan demikian, kedekatan Indonesia-Malaysia tidak berhenti pada kesamaan identitas sebagai bangsa serumpun, tetapi diwujudkan melalui kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Zulkifli juga mengapresiasi kiprah Muhammadiyah dalam berbagai kegiatan kemanusiaan. Menurutnya, organisasi tersebut memiliki peran penting untuk terus memberikan kontribusi secara inklusif bagi masyarakat.

Salah satu hasil konkret dari pertemuan tersebut akan diarahkan pada bidang pendidikan.

Baca Juga :  Dari Madrasah ke 24 Kampus Dunia, Kisah Valzan Jadi Sorotan di Hardiknas 2026

Dalam waktu dekat, Universiti Antarabangsa Majlis Agama Islam Wilayah Persekutuan (MAIWP) Malaysia akan menjajaki kerja sama dengan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA).

Kerja sama tersebut menjadi salah satu langkah awal untuk menerjemahkan kedekatan hubungan Muhammadiyah dengan Malaysia ke dalam program yang lebih konkret.

Bagi Muhammadiyah, kolaborasi pendidikan juga memiliki ruang yang luas untuk dikembangkan, tidak hanya dalam kegiatan akademik, tetapi juga pertukaran pengetahuan, pengembangan sumber daya manusia serta respons terhadap tantangan generasi muda di era digital.

Dalam pertemuan tersebut, isu perilaku keagamaan Gen Z turut menjadi salah satu topik yang dibicarakan.

Hal itu menjadi penting karena perubahan teknologi dan pola komunikasi generasi muda turut mengubah cara mereka memperoleh pengetahuan, termasuk dalam memahami agama.

Karena itu, kerja sama lintas negara yang memiliki kedekatan budaya dan keislaman seperti Indonesia dan Malaysia dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan lebih jauh.

Pertemuan Muhammadiyah dan pemerintah Malaysia tersebut pada akhirnya bukan sekadar agenda silaturahmi pejabat.

Lebih jauh, pertemuan itu menjadi upaya mengubah modal kedekatan sebagai bangsa serumpun menjadi kerja sama nyata di bidang pendidikan dan kemanusiaan.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

10 Kota di Indonesia dengan Jaringan Lampu Lalu Lintas Terbanyak
Akselerasi Kualitas Pendidikan, TMU Tegal Mantap Menuju Kampus Unggul di Tegal
10 Negara dengan Jumlah Profesor Terbanyak di Dunia, Indonesia Masuk?
Brasil Punya Ratusan Kota Besar, China Dominasi Kota Jutaan Penduduk: Ini Peta Kota Dunia
Sehari Tembus Rp1,18 Miliar, Wastra Pantura Laris di KKI 2026
Haedar Nashir Ingatkan Jangan Sampai Pembangunan Nasional Berganti Arah Setiap Ganti Presiden
Haedar Nashir Dapat Kartu Wartawan Utama Khusus, Dewan Pers Soroti Tantangan Jurnalisme di Era AI
Haedar Nashir Soroti Media Sosial: Dulu Berita Dikurasi, Kini Semua Orang Bisa Merasa Paling Benar

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 06:10 WIB

10 Kota di Indonesia dengan Jaringan Lampu Lalu Lintas Terbanyak

Sabtu, 26 September 2026 - 18:39 WIB

Akselerasi Kualitas Pendidikan, TMU Tegal Mantap Menuju Kampus Unggul di Tegal

Kamis, 17 September 2026 - 06:10 WIB

10 Negara dengan Jumlah Profesor Terbanyak di Dunia, Indonesia Masuk?

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 06:12 WIB

Brasil Punya Ratusan Kota Besar, China Dominasi Kota Jutaan Penduduk: Ini Peta Kota Dunia

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:30 WIB

Muhammadiyah-Malaysia Pererat Hubungan Serumpun, Kerja Sama Pendidikan Jadi Langkah Awal

Berita Terbaru

Banyak Megapolitan global memiliki PDB melampaui negara maju yang notabene secara ekonomi melebihi negara berkembang. Foto: Ilustrasi AI

Ekonomi

Ketika Ekonomi Sebuah Kota Melampaui Negara

Jumat, 16 Okt 2026 - 06:10 WIB

Kolaborasi PLTU Batang dan DLHK Jawa Tengah menanam 1.300 bibit mangrove di Desa Denasri Kulon, Kamis (15/10/26). Foto: Istumewa

Batang

BPI dan DLHK Jateng Tanam 1.300 Bibit Mangrove di Batang

Kamis, 15 Okt 2026 - 16:21 WIB

Wakil Wali Kota Pekalongan Balqis Diab mengajak pelaku usaha batik untuk memperkuat digital marketing, Kamis (15/10/26). Foto: dok Pemkot Pekalongan

Kota Pekalongan

Pelaku Usaha Batik di Kota Pekalongan Diajak Perkuat Digital Marketing

Kamis, 15 Okt 2026 - 12:17 WIB