AI Makin Masuk ke Sekolah, DPR Ingatkan Penguatan Pendidikan Karakter

- Jurnalis

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Workshop pendidikan bertema 'Penguatan Nilai-Nilai Karakter dalam Digitalisasi Pendidikan' berlangsung di Kabupaten Tegal, Sabtu (22/8/26). Foto: Istimewa

Workshop pendidikan bertema 'Penguatan Nilai-Nilai Karakter dalam Digitalisasi Pendidikan' berlangsung di Kabupaten Tegal, Sabtu (22/8/26). Foto: Istimewa

KANAL TEGALKecerdasan buatan (AI) dan teknologi digital semakin masuk ke dunia pendidikan. Namun, di balik kemudahan teknologi tersebut, muncul tantangan baru yang lebih serius, yakni bagaimana memastikan peserta didik makin pintar teknologi, tetapi juga memiliki karakter dan etika yang kuat.

Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikry Faqih, mengingatkan bahwa kemampuan digital tanpa dibarengi pendidikan karakter justru dapat menjadi persoalan baru bagi dunia pendidikan.

Hal itu ia disampaikan seusai workshop pendidikan bertema ‘Penguatan Nilai-Nilai Karakter dalam Digitalisasi Pendidikan’ yang digelar di salah satu hotel di Kota Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (22/8/2026).

Menurut Fikry, perkembangan teknologi dan AI dalam pendidikan tidak mungkin dihindari. Justru, kemampuan menguasai teknologi menjadi kebutuhan penting bagi peserta didik.

Namun, penguasaan tersebut harus berjalan beriringan dengan etika, moral dan kemampuan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.

“Karakteristik pendidikan sangat krusial dan mendesak sebagai benteng utama pertahanan moral. Secanggih apa pun teknologi atau kecerdasan buatan yang diadopsi dalam kurikulum nasional, penguasaan instrumen digital tersebut wajib diimbangi dengan etika dan karakter yang kuat agar tidak membawa dampak destruktif,” ujar Fikry.

Ia menilai tantangan yang dihadapi anak-anak di ruang digital saat ini tidak lagi sebatas persoalan kemampuan mengoperasikan perangkat atau mengakses informasi.

Peserta didik juga berhadapan dengan berbagai persoalan seperti perundungan daring, kekerasan digital, informasi yang menyesatkan hingga berbagai konten yang dapat memengaruhi perilaku dan pembentukan karakter.

Baca Juga :  Jadi Rest Area Wisatawan Guci, Masjid Baru TMU Berpotensi Angkat Ekonomi Masyarakat Tegal

Karena itu, menurut dia, literasi digital tidak boleh hanya dimaknai sebagai kemampuan menggunakan teknologi. Literasi digital harus mencakup kemampuan berpikir kritis, menjaga keamanan diri, mengendalikan perilaku serta memahami konsekuensi dari aktivitas di ruang digital.

“Oleh karenanya literasi digital harus dipahami sebagai kecakapan hidup komprehensif yang membentuk individu menjadi pengguna teknologi yang bijak, aman dan bertanggung jawab,” katanya.

Persoalan tersebut saat ini juga sedang menjadi perhatian Komisi X DPR RI dalam pembahasan mengenai sistem pendidikan nasional.

Fikry mengatakan penguatan pendidikan karakter dan etika moral perlu mendapat tempat yang kuat dalam kurikulum nasional melalui revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

Menurut legislator dari daerah pemilihan Jawa Tengah IX tersebut, pendidikan karakter menjadi salah satu instrumen penting menghadapi berbagai persoalan sosial yang muncul di kalangan peserta didik.

“Penguatan pendidikan karakter dan etika moral masuk ke dalam kurikulum nasional sangat tepat untuk mengatasi masalah sosial yang sering terjadi, seperti perundungan, kekerasan digital, dan degradasi moral pada peserta didik,” jelasnya.

Dengan demikian, digitalisasi pendidikan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan akademik maupun efisiensi pembelajaran, tetapi juga membentuk peserta didik agar mampu menggunakan teknologi dengan pertimbangan moral.

Direktorat PAUD Kemendikdasmen, Djajeng Baskoro, mengatakan penguatan karakter harus diterjemahkan menjadi praktik nyata dalam keseharian sekolah.

Menurutnya, workshop tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan kompetensi guru dalam menerapkan nilai-nilai karakter kepada peserta didik.

Baca Juga :  Libur Panjang Empat Hari Di Akhir Pekan Ini, KAI Tambah Perjalanan Kaligung Malam dari Tegal ke Semarang

“Kegiatan ini berfokus pada pembekalan praktis agar pendidik mampu mengintegrasikan nilai moral, sikap, dan kebiasaan baik ke dalam ekosistem belajar siswa,” papar Djajeng.

Ia menekankan bahwa pendidikan karakter tidak cukup hanya disampaikan sebagai materi pelajaran.

Nilai-nilai Pancasila, misalnya, harus diterapkan melalui kebiasaan sehari-hari dan budaya yang dibangun di lingkungan sekolah.

Artinya, guru tidak hanya berperan sebagai pengajar yang memperkenalkan teknologi kepada siswa, tetapi juga menjadi contoh bagaimana teknologi digunakan secara bijak.

Kabid PPTK Disdikbud Kabupaten Tegal, Listiana Kusumawardani, memandang penting pelaksanaan workshop tersebut.

Menurut Listiana, digitalisasi pendidikan merupakan bagian penting dari perkembangan sistem pembelajaran saat ini. Namun, penerapannya harus tetap disertai penguatan karakter, baik bagi guru maupun siswa.

“Kegiatan tersebut sejalan dengan program krusial dari Kementerian Pendidikan. Digitalisasi pendidikan itu sangat penting yang harus diimbangi dengan proses penguatan karakter, baik itu guru maupun siswa,” bebernya.

Pesan yang muncul dari workshop tersebut pun menjadi semakin relevan di tengah semakin cepatnya adopsi AI dalam pendidikan.

Teknologi dapat membantu siswa mencari informasi, mengolah data hingga menghasilkan karya dalam waktu singkat. Namun, teknologi tidak dapat menggantikan kemampuan manusia untuk menentukan mana yang benar dan salah, mana yang pantas dan tidak pantas serta bagaimana sebuah teknologi seharusnya digunakan.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

29 Ribu Warga Tegal Dapat Jatah Beras 30 Kg Selama Tiga Bulan
Terduga Pencuri Motor di Tegal Kecelakaan, Polisi Dalami Kasusnya
Airsoft Gun dan Kunci Leter T Ditemukan di Lokasi Kecelakaan di Slawi
Kecelakaan di Depan Pos Polisi Langon Timur Buka Dugaan Motor Curian
Jenazah Pendaki 16 Tahun Jatuh ke Kawah Gunung Slamet Tiba di Basecamp Permadi
Pendaki 16 Tahun Jatuh ke Kawah Gunung Slamet, Tim SAR Kerahkan Peralatan Khusus
TMU Menuju Kampus Global, Perkuat Jejaring Akademik Internasional Bersama UMAM
Anak Terancam Putus Kuliah dan Petani Terancam Rugi, Pemkab Tegal Siapkan Dua Jaring Pengaman Sosial Warga Desa
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:00 WIB

AI Makin Masuk ke Sekolah, DPR Ingatkan Penguatan Pendidikan Karakter

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:15 WIB

29 Ribu Warga Tegal Dapat Jatah Beras 30 Kg Selama Tiga Bulan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 06:52 WIB

Terduga Pencuri Motor di Tegal Kecelakaan, Polisi Dalami Kasusnya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 06:27 WIB

Airsoft Gun dan Kunci Leter T Ditemukan di Lokasi Kecelakaan di Slawi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 06:12 WIB

Kecelakaan di Depan Pos Polisi Langon Timur Buka Dugaan Motor Curian

Berita Terbaru