Bukan Diserbu Impor, Kemenperin Sebut Turunnya Order Ekspor Jadi Pemicu Ancaman PHK 1.500 Buruh Garmen Jateng

- Jurnalis

Selasa, 4 Agustus 2026 - 17:20 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Pemerintah menegaskan persoalan ancaman PKH 1.500 pekerja di dua industri garmen di Jawa Tengah bukan dipicu membanjirnya produk impor, melainkan karena menurunnya pesanan ekspor dari pembeli luar negeri, Selasa (4/8/26). Foto : Ilustrasi AI

Pemerintah menegaskan persoalan ancaman PKH 1.500 pekerja di dua industri garmen di Jawa Tengah bukan dipicu membanjirnya produk impor, melainkan karena menurunnya pesanan ekspor dari pembeli luar negeri, Selasa (4/8/26). Foto : Ilustrasi AI

JAKARTA, KANALPLUS.ID – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meluruskan penyebab ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 1.500 pekerja di dua perusahaan garmen di Jawa Tengah. Pemerintah menegaskan persoalan tersebut bukan dipicu membanjirnya produk impor, melainkan karena menurunnya pesanan ekspor dari pembeli luar negeri.

Direktur Industri Tekstil, Kulit dan Alas Kaki Kemenperin, Rizky Aditya Wijaya, mengatakan hasil verifikasi lapangan menunjukkan kedua perusahaan yang terdampak merupakan industri yang berorientasi ekspor sehingga sangat bergantung pada permintaan pasar internasional.

“Dari hasil kunjungan lapangan dan konfirmasi yang kami lakukan, persoalan utamanya adalah pesanan business to business (B2B) yang mengalami penurunan. Jadi ini bukan disebabkan oleh lonjakan impor, melainkan berkaitan dengan kondisi pesanan perusahaan,” kata Rizky di Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Baca Juga :  Sudah Lewati Enam Negara, Pesepeda Keliling Asia Asal Iran Ini Justru Jatuh Hati pada Keramahan Warga Indonesia

Dua perusahaan yang terdampak adalah PT Victory Apparel di Kota Semarang dan PT Samwon di Kabupaten Jepara. Keduanya diketahui memproduksi pakaian untuk pasar ekspor.

Meski demikian, Kemenperin memastikan pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi agar pekerja yang terdampak tidak terlalu lama menganggur.

Menurut Rizky, sepanjang 2026 masih banyak investasi baru yang masuk ke Jawa Tengah, terutama di sektor tekstil, garmen dan alas kaki. Kondisi tersebut membuka peluang penyerapan tenaga kerja dari perusahaan-perusahaan yang sedang melakukan ekspansi.

“Kami mengupayakan agar tenaga kerja yang terdampak dapat segera terserap di perusahaan-perusahaan baru yang berada di wilayah sekitar,” ujarnya.

Baca Juga :  Muhammadiyah Gandeng Korporasi Kesehatan Jepang, Fokus Perkuat Layanan Cuci Darah hingga Perawatan Lansia

Sementara itu, Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arief menegaskan kewenangan kementeriannya berfokus pada keberlangsungan industri manufaktur. Adapun penanganan aspek ketenagakerjaan, termasuk hak-hak pekerja yang terdampak PHK, menjadi kewenangan kementerian dan lembaga terkait.

“Secara umum Kemenperin bertanggung jawab terhadap keberlangsungan sektor produksi, sedangkan urusan tenaga kerja merupakan ranah kementerian dan lembaga lain,” kata Febri.

Pernyataan tersebut sekaligus menepis anggapan bahwa ancaman PHK di dua perusahaan garmen Jawa Tengah dipicu derasnya arus impor produk tekstil. Pemerintah justru menilai pelemahan permintaan ekspor menjadi faktor utama yang memengaruhi operasional kedua perusahaan tersebut, sembari berupaya mempercepat penyaluran pekerja ke industri baru yang masih membuka lowongan.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

10 Kota di Indonesia dengan Jaringan Lampu Lalu Lintas Terbanyak
Akselerasi Kualitas Pendidikan, TMU Tegal Mantap Menuju Kampus Unggul di Tegal
10 Negara dengan Jumlah Profesor Terbanyak di Dunia, Indonesia Masuk?
Brasil Punya Ratusan Kota Besar, China Dominasi Kota Jutaan Penduduk: Ini Peta Kota Dunia
Muhammadiyah-Malaysia Pererat Hubungan Serumpun, Kerja Sama Pendidikan Jadi Langkah Awal
Sehari Tembus Rp1,18 Miliar, Wastra Pantura Laris di KKI 2026
Haedar Nashir Ingatkan Jangan Sampai Pembangunan Nasional Berganti Arah Setiap Ganti Presiden
Haedar Nashir Dapat Kartu Wartawan Utama Khusus, Dewan Pers Soroti Tantangan Jurnalisme di Era AI

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 06:10 WIB

10 Kota di Indonesia dengan Jaringan Lampu Lalu Lintas Terbanyak

Sabtu, 26 September 2026 - 18:39 WIB

Akselerasi Kualitas Pendidikan, TMU Tegal Mantap Menuju Kampus Unggul di Tegal

Kamis, 17 September 2026 - 06:10 WIB

10 Negara dengan Jumlah Profesor Terbanyak di Dunia, Indonesia Masuk?

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 06:12 WIB

Brasil Punya Ratusan Kota Besar, China Dominasi Kota Jutaan Penduduk: Ini Peta Kota Dunia

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:30 WIB

Muhammadiyah-Malaysia Pererat Hubungan Serumpun, Kerja Sama Pendidikan Jadi Langkah Awal

Berita Terbaru

Banyak Megapolitan global memiliki PDB melampaui negara maju yang notabene secara ekonomi melebihi negara berkembang. Foto: Ilustrasi AI

Ekonomi

Ketika Ekonomi Sebuah Kota Melampaui Negara

Jumat, 16 Okt 2026 - 06:10 WIB

Kolaborasi PLTU Batang dan DLHK Jawa Tengah menanam 1.300 bibit mangrove di Desa Denasri Kulon, Kamis (15/10/26). Foto: Istumewa

Batang

BPI dan DLHK Jateng Tanam 1.300 Bibit Mangrove di Batang

Kamis, 15 Okt 2026 - 16:21 WIB

Wakil Wali Kota Pekalongan Balqis Diab mengajak pelaku usaha batik untuk memperkuat digital marketing, Kamis (15/10/26). Foto: dok Pemkot Pekalongan

Kota Pekalongan

Pelaku Usaha Batik di Kota Pekalongan Diajak Perkuat Digital Marketing

Kamis, 15 Okt 2026 - 12:17 WIB