Sehari Tembus Rp1,18 Miliar, Wastra Pantura Laris di KKI 2026

- Jurnalis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:07 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Produk wastra asal wilayah eks-Karesidenan Pekalongan menunjukkan daya jualnya di pasar nasional, Kamis (21/8/26). Foto: Istimewa

Produk wastra asal wilayah eks-Karesidenan Pekalongan menunjukkan daya jualnya di pasar nasional, Kamis (21/8/26). Foto: Istimewa

KANAL JAKARTA— Produk wastra asal wilayah eks-Karesidenan Pekalongan menunjukkan daya jualnya di pasar nasional. Baru sehari mengikuti Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta, sembilan UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Tegal membukukan transaksi mencapai Rp1,188 miliar.

Nilai tersebut berasal dari 249 transaksi yang tercatat pada hari pertama penyelenggaraan KKI 2026, Kamis (20/8/2026).

Jika dihitung berdasarkan nilai dan jumlah transaksi tersebut, rata-rata transaksi mencapai sekitar Rp4,77 juta. Capaian ini menjadi salah satu indikator besarnya minat terhadap produk wastra dari wilayah Pantura Jawa Tengah yang dibawa ke pameran tersebut.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Bimala, mengatakan sembilan UMKM wastra binaannya mendapatkan respons positif dari pengunjung.

“Sembilan UMKM wastra mencatat total transaksi sebesar Rp1,188 miliar dari 249 transaksi. Capaian tersebut menunjukkan tingginya minat pasar terhadap wastra daerah sekaligus memperlihatkan potensi UMKM eks-Karesidenan Pekalongan untuk terus naik kelas dan menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Bimala, Jumat (21/8/2026).

Produk yang dibawa ke Jakarta tidak hanya menawarkan batik tradisional. Para pelaku UMKM menghadirkan beragam inovasi, mulai dari perpaduan batik dan tenun, penggunaan pewarna alami hingga pengembangan motif kontemporer.

Salah satunya Rumah Batik Cahyo yang membawa karakter batik Pekalongan dengan perpaduan motif klasik serta pengaruh budaya Tionghoa dan Arab.

Baca Juga :  Truk Colt Diesel Ringsek Usai Seruduk Truk Trailer di Pantura Ampelgading Pemalang

Ada pula Batik Dudung yang dikenal melalui sejumlah inovasi motif kontemporer, salah satunya Parang Indonesia Raya. Pelaku usaha ini juga mengembangkan batik dengan pewarna alami sejak 1990.

Inovasi berbeda dibawa Zuki Batik Tenun. Produk yang dihasilkan menggabungkan batik tulis dengan tenun sulam bertekstur timbul menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM).

Sementara Indigo Makers memilih mengembangkan batik dengan pewarna alami indigo. Konsep ramah lingkungan juga menjadi bagian dari produk yang ditawarkan Perada Batik.

Perada Batik memadukan motif klasik dengan desain modern dan melibatkan sekitar 350 hingga 400 perajin lokal dalam kegiatan produksinya.

Batik Rifaiyah Batang Ikut Unjuk Gigi

Produk dari Kabupaten Batang juga ikut dibawa dalam KKI 2026 melalui Batik Rifaiyah.

Berbeda dengan batik yang lebih mengandalkan pengembangan desain kontemporer, Batik Rifaiyah membawa identitas budaya dan nilai spiritual melalui motif serta teknik batik tulis tradisional.

Batik Rifaiyah Batang pada 2025 ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan RI.

Keberadaan berbagai karakter produk tersebut menjadi modal bagi UMKM wastra Pantura untuk memperluas pasar di luar daerah asalnya.

Baca Juga :  Korban Kebakaran Perumahan BRD Kota Pekalongan, Empat Orang Terluka Termasuk Balita

KKI 2026 sendiri diikuti lebih dari 550 UMKM secara langsung dan lebih dari 1.300 UMKM melalui pameran daring.

Ajang yang berlangsung 20-23 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) itu juga dimanfaatkan untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan calon pembeli maupun mitra usaha melalui business matching.

Bank Indonesia melibatkan 27 kementerian dan lembaga serta 34 mitra strategis dalam penyelenggaraan KKI tahun ini. Selain perluasan pasar, program diarahkan pada peningkatan kapasitas usaha, akses pembiayaan dan digitalisasi UMKM.

Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengatakan pengembangan UMKM diarahkan pada tiga aspek utama, yakni bangkit, tangguh dan berdaya saing.

Menurutnya, daya saing tidak hanya ditentukan kemampuan menghasilkan produk, tetapi juga inovasi serta kemampuan menembus pasar domestik maupun ekspor.

“Berdaya saing diwujudkan melalui inovasi produk dan perluasan akses pasar domestik maupun ekspor,” kata Destry.

Bagi sembilan UMKM wastra binaan BI Tegal, indikasi penerimaan pasar setidaknya sudah terlihat sejak hari pertama. Dengan transaksi menembus Rp1,18 miliar, produk batik dan wastra dari Pekalongan, Batang dan wilayah sekitarnya menunjukkan peluang untuk bergerak dari produk berbasis kekuatan lokal menuju pasar yang lebih luas.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Haedar Nashir Ingatkan Jangan Sampai Pembangunan Nasional Berganti Arah Setiap Ganti Presiden
Haedar Nashir Dapat Kartu Wartawan Utama Khusus, Dewan Pers Soroti Tantangan Jurnalisme di Era AI
Haedar Nashir Soroti Media Sosial: Dulu Berita Dikurasi, Kini Semua Orang Bisa Merasa Paling Benar
Muktamar XVI Dibuka di Unimus, Tapak Suci Susun Arah Organisasi Menuju Kancah Dunia
Bukan Diserbu Impor, Kemenperin Sebut Turunnya Order Ekspor Jadi Pemicu Ancaman PHK 1.500 Buruh Garmen Jateng
Maruarar Klaim Akad Massal 62.710 Rumah Subsidi Jadi yang Terbesar, Tapera Ditantang Tembus 71 Ribu Unit
Menteri PKP Sebut Jawa Tengah Juara Nasional Program Rumah Subsidi
Menteri PKP Wajibkan Tiap Rumah Subsidi Tanam Satu Pohon
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:07 WIB

Sehari Tembus Rp1,18 Miliar, Wastra Pantura Laris di KKI 2026

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:07 WIB

Haedar Nashir Ingatkan Jangan Sampai Pembangunan Nasional Berganti Arah Setiap Ganti Presiden

Kamis, 13 Agustus 2026 - 16:24 WIB

Haedar Nashir Dapat Kartu Wartawan Utama Khusus, Dewan Pers Soroti Tantangan Jurnalisme di Era AI

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:59 WIB

Haedar Nashir Soroti Media Sosial: Dulu Berita Dikurasi, Kini Semua Orang Bisa Merasa Paling Benar

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:49 WIB

Muktamar XVI Dibuka di Unimus, Tapak Suci Susun Arah Organisasi Menuju Kancah Dunia

Berita Terbaru

Produk wastra asal wilayah eks-Karesidenan Pekalongan menunjukkan daya jualnya di pasar nasional, Kamis (21/8/26). Foto: Istimewa

Nasional

Sehari Tembus Rp1,18 Miliar, Wastra Pantura Laris di KKI 2026

Jumat, 21 Agu 2026 - 16:07 WIB