Maruarar di Hadapan Prabowo : Pengusaha Jangan Lagi ‘Serakahnomics’, Sekarang Eranya ‘Berbaginomics’

- Jurnalis

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:22 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Menteri PKP Maruarar Sirait dalam paparannya di hadapan presiden saat acara akad massal KPR Subsidi di Kabupaten Batang menyebut pengusaha sekarang harus berbaginomics bukan lagi serakahnomics yang langsung dibalas aplus dari yang hadir, Kamis (30/7/26).

Menteri PKP Maruarar Sirait dalam paparannya di hadapan presiden saat acara akad massal KPR Subsidi di Kabupaten Batang menyebut pengusaha sekarang harus berbaginomics bukan lagi serakahnomics yang langsung dibalas aplus dari yang hadir, Kamis (30/7/26).

BATANG, KANALPLUS.ID – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait melontarkan istilah baru saat menyampaikan sambutan di hadapan Presiden RI Prabowo Subianto dalam acara akad massal KPR subsidi nasional di Perumahan Puri Delta City Side, Desa Kaliwareng, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, Jumat (31/7/2026).

Di tengah pemaparannya mengenai keterlibatan sektor swasta dalam program perumahan rakyat, Maruarar menyindir pola bisnis yang hanya mengejar keuntungan. Menurutnya, saat ini dunia usaha harus bertransformasi menjadi lebih peduli terhadap masyarakat.

“Sekarang para pengusaha tidak lagi serakahnomics, tetapi zamannya berbaginomics, Pak,” kata Maruarar disambut tepuk tangan para peserta.

Menteri yang akrab disapa Ara itu mengatakan, perubahan pola pikir tersebut mulai terlihat dari semakin banyaknya perusahaan yang menyalurkan dana tanggung jawab sosial (CSR) untuk membantu penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Baca Juga :  Rizal Bawazier Bawa Kasus BMT Gagal Kembalikan Uang Nasbah di Pekalongan ke DPR RI, Desak Kementerian Koperasi Segera Turun Tangan

Ia mencontohkan, Astra menjadi perusahaan dengan kontribusi CSR terbesar tahun ini melalui pembangunan 3.250 unit rumah, termasuk 2.000 rumah susun.

Sementara itu, untuk kategori yayasan, Yayasan Buddha Tzu Chi disebut menjadi penyumbang terbesar dengan pembangunan 5.500 unit rumah.

“Jadi, Astra tahun ini paling besar. Tahun lalu Djarum yang paling besar. Kalau untuk yayasan, paling besar Yayasan Buddha Tzu Chi, 5.500 rumah,” ujarnya.

Menurut Maruarar, keterlibatan swasta menjadi bukti bahwa penyediaan rumah rakyat tidak lagi hanya bergantung pada anggaran pemerintah. Kolaborasi pemerintah, dunia usaha, perbankan, dan pengembang dinilai menjadi kunci untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan hunian masyarakat.

Baca Juga :  Ribuan Buruh Rokok Batang Terima BLT DBHCHT, Segini Besarannya

Dalam kesempatan itu, ia juga melaporkan sejumlah capaian program perumahan kepada Presiden Prabowo, di antaranya realisasi akad massal 62.710 rumah subsidi, peningkatan kuota FLPP, kemudahan akses pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, hingga berbagai insentif yang diberikan pemerintah untuk mendorong kepemilikan rumah.

Maruarar menegaskan, semangat gotong royong antara pemerintah dan swasta menjadi fondasi utama agar semakin banyak masyarakat Indonesia dapat memiliki rumah yang layak, terjangkau, dan berkualitas.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Brasil Punya Ratusan Kota Besar, China Dominasi Kota Jutaan Penduduk: Ini Peta Kota Dunia
Muhammadiyah-Malaysia Pererat Hubungan Serumpun, Kerja Sama Pendidikan Jadi Langkah Awal
Sehari Tembus Rp1,18 Miliar, Wastra Pantura Laris di KKI 2026
Haedar Nashir Ingatkan Jangan Sampai Pembangunan Nasional Berganti Arah Setiap Ganti Presiden
Haedar Nashir Dapat Kartu Wartawan Utama Khusus, Dewan Pers Soroti Tantangan Jurnalisme di Era AI
Haedar Nashir Soroti Media Sosial: Dulu Berita Dikurasi, Kini Semua Orang Bisa Merasa Paling Benar
Muktamar XVI Dibuka di Unimus, Tapak Suci Susun Arah Organisasi Menuju Kancah Dunia
Bukan Diserbu Impor, Kemenperin Sebut Turunnya Order Ekspor Jadi Pemicu Ancaman PHK 1.500 Buruh Garmen Jateng

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 06:12 WIB

Brasil Punya Ratusan Kota Besar, China Dominasi Kota Jutaan Penduduk: Ini Peta Kota Dunia

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:30 WIB

Muhammadiyah-Malaysia Pererat Hubungan Serumpun, Kerja Sama Pendidikan Jadi Langkah Awal

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:07 WIB

Sehari Tembus Rp1,18 Miliar, Wastra Pantura Laris di KKI 2026

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:07 WIB

Haedar Nashir Ingatkan Jangan Sampai Pembangunan Nasional Berganti Arah Setiap Ganti Presiden

Kamis, 13 Agustus 2026 - 16:24 WIB

Haedar Nashir Dapat Kartu Wartawan Utama Khusus, Dewan Pers Soroti Tantangan Jurnalisme di Era AI

Berita Terbaru

Lurah Sumbangkulon Agatha Franky Irawan mengungkap kondisi mental panitia karnaval yang terganggu lantaran tekanan dan serangan di media sosial pasca aksi teatrikal yang banyak mendapat hujatan di dunia maya, Selasa (15/9/26).

Pekalongan

Viral Karnaval Simbangkulon, Lurah Akui Mental Panitia Terganggu

Selasa, 15 Sep 2026 - 12:41 WIB