Viral Karnaval Simbangkulon, Lurah Akui Mental Panitia Terganggu

- Jurnalis

Selasa, 15 September 2026 - 12:41 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Lurah Sumbangkulon Agatha Franky Irawan mengungkap kondisi mental panitia karnaval yang terganggu lantaran tekanan dan serangan di media sosial pasca aksi teatrikal yang banyak mendapat hujatan di dunia maya, Selasa (15/9/26).

Lurah Sumbangkulon Agatha Franky Irawan mengungkap kondisi mental panitia karnaval yang terganggu lantaran tekanan dan serangan di media sosial pasca aksi teatrikal yang banyak mendapat hujatan di dunia maya, Selasa (15/9/26).

KANAL PEKALONGAN — Polemik aksi teatrikal dalam Simbangkulon Night Carnival (SKNC) di Kabupaten Pekalongan yang viral di media sosial ternyata turut berdampak terhadap kondisi mental panitia penyelenggara.

Lurah Simbangkulon Agatha Franky Irawan mengungkap, panitia sempat mengalami tekanan setelah kegiatan tersebut mendapat sorotan luas di media sosial. Namun, ia meminta para panitia tidak terpancing dan menjadikan polemik tersebut sebagai bahan evaluasi.

“Secara mental mereka terganggu, tapi sudah saya sampaikan untuk lebih sabar, lebih legowo, untuk bermedsos itu lebih bijak lagi,” katanya usai mendampingi panitia di Polres Pekalongan Kota, Selasa (15/9/2026).

Menurutnya, tekanan yang diterima panitia tidak hanya berupa kritik terhadap kegiatan, tetapi juga menyasar secara pribadi maupun masyarakat Simbangkulon secara umum.

Baca Juga :  Tersangkut Dugaan Peredaran Narkoba, Dua Warga Pemalang Diserahkan ke Polisi

Karena itu, ia meminta warga tidak membalas berbagai komentar negatif yang beredar di media sosial.

“Fokus yang dilakukan ya untuk masyarakat untuk tidak mengomentari hal-hal yang sudah ada, ya sudah dianggap saja selesai,” ujarnya.

Ia menegaskan, masyarakat Simbangkulon secara umum tidak terpecah akibat polemik tersebut. Sebaliknya, warga disebut masih saling mendukung dan menguatkan.

“Kalau masyarakat Simbangkulon sendiri secara luas bersatu, artinya tidak saling menghujat, tidak saling menghakimi, tidak saling menyalahkan,” katanya.

Meski mengaku masyarakat merasa terpojok akibat sorotan yang muncul, Lurah mengatakan warga memilih menerima kejadian tersebut sebagai pembelajaran.

Baca Juga :  Dua Hari Berturut-turut Ricuh, Silirejo Cup 2026 Dievaluasi Total: Panitia dan Polisi Perketat Pengamanan

“Insyaallah masyarakat Simbangkulon menerima, ini bagian dari pembelajaran buat kami masyarakat Simbangkulon,” ujarnya.

Sementara terkait kemungkinan digelarnya kembali SKNC pada tahun depan, Lurah mengatakan belum ada keputusan. Panitia masih akan melakukan evaluasi secara menyeluruh sebelum menentukan langkah selanjutnya.

“Event serupa akan terselenggara lagi, akan kami rapatkan kembali karena evaluasi belum kami lakukan secara menyeluruh dengan panitia. Keputusan dari kami pun belum,” terangnya.

Menurutnya, kondisi mental panitia setelah mendapat serangan di media sosial juga menjadi salah satu hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan penyelenggaraan kegiatan berikutnya.

Penulis : Achmad Udin

Editor : Achmad Udin

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MUI Pekalongan Sebut Tak Perlu Salat Taubat Terkait Kontroversi Karnaval Simbangkulon
Sekda Pekalongan Angkat Bicara, Panitia Karnaval Sebagai Respons Video Viral Aksi Mirip Ritual Satanik
Video Aksi Karnaval Pekalongan Viral, Polisi Turun Tangan Mulai Penyelidikan
Buntut Viral Aksi Mirip Ritual Satanik di Karnaval Pekalongan, Tahun Depan Bakal Dievaluasi
Aksi Viral Karnaval Pekalongan Bikin Heboh, Lurah Simbangkulon Akui Pemerintah Kecolongan
Viral Adegan Sembelih Kambing di Karnaval Pekalongan, Tim Kreatif Bantah untuk Ritual Satanik
Tim Kreatif Karnaval di Pekalongan Ungkap Asal Kostum dan Referensi Aksi Teatrikal Dikaitkan Ritual Satanik
Panitia Karnaval di Pekalongan Klarifikasi dan Minta Maaf Usai Viral Picu Kontroversi

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 12:41 WIB

Viral Karnaval Simbangkulon, Lurah Akui Mental Panitia Terganggu

Selasa, 15 September 2026 - 10:33 WIB

MUI Pekalongan Sebut Tak Perlu Salat Taubat Terkait Kontroversi Karnaval Simbangkulon

Senin, 14 September 2026 - 14:38 WIB

Sekda Pekalongan Angkat Bicara, Panitia Karnaval Sebagai Respons Video Viral Aksi Mirip Ritual Satanik

Senin, 14 September 2026 - 14:13 WIB

Video Aksi Karnaval Pekalongan Viral, Polisi Turun Tangan Mulai Penyelidikan

Senin, 14 September 2026 - 13:48 WIB

Buntut Viral Aksi Mirip Ritual Satanik di Karnaval Pekalongan, Tahun Depan Bakal Dievaluasi

Berita Terbaru

Lurah Sumbangkulon Agatha Franky Irawan mengungkap kondisi mental panitia karnaval yang terganggu lantaran tekanan dan serangan di media sosial pasca aksi teatrikal yang banyak mendapat hujatan di dunia maya, Selasa (15/9/26).

Pekalongan

Viral Karnaval Simbangkulon, Lurah Akui Mental Panitia Terganggu

Selasa, 15 Sep 2026 - 12:41 WIB