Kapolres Ungkap Panitia Karnaval di Pekalongan Mengaku Banyak Diteror Usai Aksi Teatrikal Mirip Ritual Satanic Viral

- Jurnalis

Selasa, 15 September 2026 - 14:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Dies mengungkap kondisi panitia karnaval yang banyak menerima teror pasca vidio yang dikaitkan dengan aksi teatrikal yang mirip dengan ritual satanic, Selasa (15/9/26).

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Dies mengungkap kondisi panitia karnaval yang banyak menerima teror pasca vidio yang dikaitkan dengan aksi teatrikal yang mirip dengan ritual satanic, Selasa (15/9/26).

KANAL PEKALONGAN – Panitia Simbangkulon Night Carnival (SKNC) di Kabupaten Pekalongan mengaku mendapat banyak teror setelah aksi teatrikal salah satu peserta dalam karnaval tersebut viral dan menuai kontroversi di media sosial.

Hal itu diungkapkan Kapolres Pekalongan Kota AKBP Dies Ferra Ningtias kepada wartawan. Menurut Ferra, pengakuan tersebut disampaikan panitia dalam pertemuan dengan pihak kepolisian.

Panitia mengaku mendapat tekanan setelah penampilan peserta karnaval yang kemudian ramai dikaitkan dengan ritual satanic tersebut menjadi sorotan publik.

Meski demikian, Ferra tidak menjelaskan secara rinci bentuk teror yang diterima panitia.

Di tengah persoalan tersebut, kepolisian melakukan klarifikasi terhadap sejumlah pihak yang berkaitan dengan kegiatan maupun penampilan yang dipersoalkan.

Ferra mengatakan pihak yang berkaitan dengan tarian dan pencipta karya telah dipanggil untuk memberikan penjelasan kepada polisi.

Baca Juga :  Sempat Panas Ditolak Warga, Ruang Publik Medono Jadi Ajang COD Sampah Akhirnya Direlokasi

“Yang tari itu sudah, beliau sudah melaporkan, yang pencipta juga sudah, Semua sudah,” kata Ferra, Selasa (15/9/2026).

Ketika ditanya apakah pihak tersebut datang sendiri atau dipanggil polisi, Ferra menegaskan bahwa mereka dipanggil untuk memberikan klarifikasi.

“Dipanggil,” ucapnya singkat.

Menurut Ferra, kepolisian sebenarnya telah melakukan pemantauan sebelum kegiatan berlangsung. Kasat Intelkam Polres Pekalongan Kota disebut telah turun menggali informasi mengenai rencana kegiatan dan melaporkannya kepada Kapolres.

“Di sebelum kegiatan ini pun Pak Kasat Intel juga sudah turun, sudah menggali semuanya dan sudah melaporkan juga pada Kapolres,” kata Ferra.

Namun, polemik yang muncul setelah acara menjadi evaluasi bagi kepolisian, terutama terkait informasi mengenai konsep kegiatan yang disampaikan sejak tahap persiapan.

Ferra menyebut proposal kegiatan yang diajukan panitia tidak memuat secara rinci seluruh materi pertunjukan. Proposal, kata dia, lebih banyak mencantumkan informasi umum seperti jumlah peserta dan tema kegiatan.

Baca Juga :  Lutung Jawa 'Tersesat' ke Permukiman Pekalongan, Akhirnya Dilepasliarkan di Hutan Linggo Asri

Ke depan, kepolisian akan lebih detail menggali konsep kegiatan sebelum memberikan pengamanan terhadap acara serupa.

“Makanya besok, ketika ada kegiatan itu, saya akan lebih mendetail dengan masalah kegiatannya,” ujarnya.

Ferra mengatakan pihaknya tetap menghargai kreativitas masyarakat dalam membuat pertunjukan. Namun, kreativitas tersebut perlu dipahami secara utuh agar tidak menimbulkan persoalan setelah kegiatan berlangsung.

Kontroversi SKNC mencuat setelah video aksi teatrikal salah satu peserta beredar luas di media sosial. Penampilan tersebut dinilai sebagian warganet menyerupai ritual satanic hingga memicu polemik dan perhatian berbagai pihak.

Kini, kepolisian masih melakukan klarifikasi terhadap pihak-pihak terkait untuk mengetahui secara utuh latar belakang dan maksud dari penampilan tersebut.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolres Pekalongan Kota Tak Sempat Lihat Aksi Teatrikal yang Viral, Pilih Turun Urai Kemacetan
Polisi Evaluasi Karnaval Simbangkulon, Tahun Depan Diminta Angkat Budaya Lokal
RAPBD Kota Pekalongan 2027 Turun, Belanja Modal Anjlok 41 Persen
Universitas Pekalongan Mulai Bangun Green Campus
2.500 Warga Pekalongan Usulkan Bedah Rumah, Baru 317 yang Terverifikasi
Peserta Lomba Hadroh Al-Banjari Tingkat Kota Pekalongan Menurun, Panitia Siapkan Evaluasi
DLH Pekalongan Siapkan Mitigasi Cegah TPA Degayu Terbakar, 47 Persen Zona Pasif Ditutup Geomembran
Dinsos Kota Pekalongan Ungkap 3.280 Penerima Bansos Dicoret dari Daftar Kemensos

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 14:01 WIB

Kapolres Ungkap Panitia Karnaval di Pekalongan Mengaku Banyak Diteror Usai Aksi Teatrikal Mirip Ritual Satanic Viral

Selasa, 15 September 2026 - 13:36 WIB

Kapolres Pekalongan Kota Tak Sempat Lihat Aksi Teatrikal yang Viral, Pilih Turun Urai Kemacetan

Selasa, 15 September 2026 - 13:06 WIB

Polisi Evaluasi Karnaval Simbangkulon, Tahun Depan Diminta Angkat Budaya Lokal

Selasa, 15 September 2026 - 06:35 WIB

RAPBD Kota Pekalongan 2027 Turun, Belanja Modal Anjlok 41 Persen

Kamis, 10 September 2026 - 13:42 WIB

Universitas Pekalongan Mulai Bangun Green Campus

Berita Terbaru

Lurah Sumbangkulon Agatha Franky Irawan mengungkap kondisi mental panitia karnaval yang terganggu lantaran tekanan dan serangan di media sosial pasca aksi teatrikal yang banyak mendapat hujatan di dunia maya, Selasa (15/9/26).

Pekalongan

Viral Karnaval Simbangkulon, Lurah Akui Mental Panitia Terganggu

Selasa, 15 Sep 2026 - 12:41 WIB