KANAL KRIMINAL– Polisi masih menyelidiki dua kasus pengeroyokan yang terjadi saat Simbangkulon Night Carnival (SKNC) di Kelurahan Simbangkulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan. Dua perkara tersebut melibatkan korban berbeda, yakni kakak-adik pedagang sosis dan seorang penonton karnaval asal Desa Tengeng Wetan, Kecamatan Sragi.
Kapolres Pekalongan Kota AKBP Dies Ferra Ningtias mengatakan, kedua kasus tersebut kini sama-sama telah dilaporkan kepada polisi dan masih dalam proses penyelidikan.
“Sudah ada pelaporan dua-duanya. Kemarin kan baru satu, sekarang sudah dua pelaporannya,” ungkap Ferra, Selasa (15/9/2026).
Menurutnya, penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi untuk mengungkap rangkaian kejadian dan pihak-pihak yang terlibat.
“Kita masih melakukan penyelidikan ya untuk memeriksa saksi-saksinya dan kita masih melakukan pencarian,” ujarnya.
Ferra belum merinci perkembangan terbaru dari masing-masing perkara. Ia menyebut informasi lebih detail mengenai penanganan dua kasus tersebut dapat dikonfirmasi kepada Satreskrim.
“Nanti perkembangannya sama Kasat Reskrim ya. Terakhir nanti belum dilaporkan sama saya,” katanya.
Sebelumnya, kasus pengeroyokan terhadap kakak-adik pedagang sosis menjadi perhatian setelah keduanya diduga menjadi korban kekerasan saat berlangsungnya karnaval di Simbangkulon.
Dalam perkara lainnya, seorang penonton karnaval asal Desa Tengeng Wetan, Kecamatan Sragi, juga melaporkan dugaan pengeroyokan yang terjadi di lokasi yang tidak jauh dari kejadian pertama.
Meski kedua perkara terjadi dalam rangkaian kegiatan karnaval yang sama, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi serta pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam masing-masing kejadian.
Ferra menegaskan polisi masih melakukan pencarian terhadap pihak yang diduga terlibat.
“Insyaallah kita akan tuntaskan untuk kasus ini,” tegasnya.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD












