Rizal Bawazier Bawa Kasus BMT Gagal Kembalikan Uang Nasbah di Pekalongan ke DPR RI, Desak Kementerian Koperasi Segera Turun Tangan

Rabu, 15 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi VI DPR RI Rizal Bawazier mendesak Kementerian Koperasi untuk turun tangan langsung mengatasi persoalan nasib ribuan nasabah di Kota Pekalongan, Rabu (15/7/26). Foto : Istimewa

Anggota Komisi VI DPR RI Rizal Bawazier mendesak Kementerian Koperasi untuk turun tangan langsung mengatasi persoalan nasib ribuan nasabah di Kota Pekalongan, Rabu (15/7/26). Foto : Istimewa

JAKARTA, KANALPLUS.ID – Persoalan gagal bayar yang menjerat sejumlah koperasi simpan pinjam syariah atau Baitul Maal wat Tamwil (BMT) di Kota Pekalongan kembali menjadi sorotan di tingkat nasional. Anggota Komisi VI DPR RI, Rizal Bawazier, secara langsung meminta Kementerian Koperasi segera turun tangan menyelesaikan persoalan yang hingga kini belum memberikan kepastian bagi ribuan nasabah.

Desakan tersebut disampaikan Rizal Bawazier dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI bersama Menteri Koperasi dan Wakil Menteri Koperasi.

Dalam penyampaiannya, Rizal mengaku terus menerima keluhan dari masyarakat di daerah pemilihannya terkait belum tuntasnya penyelesaian tiga BMT di Pekalongan, yakni BMT Mitra Umat, BMT Mandiri Umat Pekalongan dan BMT Maju Sejahtera (Matra).

“Di dapil saya, di Pekalongan, yang bermasalah sampai sekarang masih belum bisa diselesaikan secara utuh. Yaitu BMT Mitra Umat, BMT Mandiri Umat Pekalongan dan BMT Maju Sejahtera atau Matra,” kata Rizal dalam rapat tersebut, Rabu (15/7/2026).

Baca Juga :  UMSU Siapkan Infrastruktur Rp500 Miliar untuk Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah 2027

Menurut Rizal, ketiga koperasi itu sebenarnya masih memiliki aset berupa tanah. Namun, mekanisme penyelesaian yang selama ini ditawarkan kepada nasabah dinilai belum memberikan solusi karena para anggota diminta mengambil aset tersebut sebagai pengganti dana simpanan.

Padahal, lanjutnya, sebagian besar aset berada di lokasi yang jauh dan belum tentu mudah dijual.

“Jadi nasabah sekarang ingin menagih, tetapi disuruh mengambil tanah-tanah tadi. Tanahnya jauh-jauh dan harganya juga belum tentu kapan bisa laku. Jadi BMT-BMT ini bukan tidak punya harta, tetapi tidak punya cash,” ujarnya.

Karena itu, Rizal meminta Kementerian Koperasi mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk membantu proses penyelesaian aset agar hak para nasabah bisa segera dipenuhi.

“Tolong bantu penyelesaian asetnya. Bagaimana caranya, saya yakin para ahli di Kementerian Koperasi bisa mencarikan solusi,” tegasnya.

Kasus gagal bayar sejumlah BMT di Kota Pekalongan telah berlangsung selama beberapa tahun dan hingga kini belum menemukan penyelesaian menyeluruh.

Baca Juga :  Kuasa Hukum FZ Bantah Dugaan Persetubuhan Kliennya dengan Pimpinan Padepokan Padang Ati, Sebut Informasi yang Viral Tak Benar

Sebelumnya, ribuan anggota dari BMT Mitra Umat, BMT Mandiri Umat Pekalongan maupun BMT Maju Sejahtera berkali-kali menyampaikan tuntutan agar dana simpanan mereka segera dikembalikan. Sejumlah aksi penyampaian aspirasi juga pernah dilakukan di berbagai instansi pemerintah.

Nilai dana masyarakat yang tertahan di sejumlah koperasi tersebut diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah, dengan ribuan anggota yang hingga kini masih menunggu kepastian pengembalian dana mereka.

Proses penyelesaian selama ini lebih banyak diarahkan melalui penjualan aset koperasi. Namun, skema tersebut dinilai berjalan lambat sehingga belum mampu memenuhi harapan para anggota yang membutuhkan pencairan dana tunai.

Desakan yang disampaikan Rizal Bawazier di forum resmi DPR RI diharapkan dapat mendorong Kementerian Koperasi mengambil langkah konkret agar penyelesaian aset koperasi dapat dipercepat dan hak para anggota segera terpenuhi.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Berita Terkait

Presiden Dijadwalkan Hadiri Akad KPR Massal 62 Ribu Rumah Subsidi dari Batang, Ojol hingga ART Jadi Penerima
Tak Lagi Bergantung pada Ijazah, Kemendikdasmen Siapkan Pengakuan Kompetensi Lewat Microcredentials
Pemerintah Bangun 500 Sekolah Nasional Terintegrasi hingga 2029, Target Pangkas Kesenjangan Mutu Pendidikan
Muhammadiyah Gandeng Korporasi Kesehatan Jepang, Fokus Perkuat Layanan Cuci Darah hingga Perawatan Lansia
Dari Sekolah, Rumah Sakit hingga PSEL, Ini Fokus Kunjungan Kerja Wapres Gibran di Sumatera
Wakatobi Disiapkan Jadi Pusat Riset Maritim, ITBM Didorong Bertransformasi Menjadi Universitas
Jakarta Hasilkan 9.000 Ton Sampah per Hari, Pemilahan dari Rumah Dinilai Jadi Kunci Kurangi Beban TPA
Mengejutkan Burung Langka Raja Udang Kalung Biru Masih Bertahan di Hutan Tombo Batang, Jadi Penanda Ekosistem Belum Rusak

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 06:51

Tak Lagi Bergantung pada Ijazah, Kemendikdasmen Siapkan Pengakuan Kompetensi Lewat Microcredentials

Senin, 20 Juli 2026 - 10:57

Pemerintah Bangun 500 Sekolah Nasional Terintegrasi hingga 2029, Target Pangkas Kesenjangan Mutu Pendidikan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:39

Muhammadiyah Gandeng Korporasi Kesehatan Jepang, Fokus Perkuat Layanan Cuci Darah hingga Perawatan Lansia

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:09

Dari Sekolah, Rumah Sakit hingga PSEL, Ini Fokus Kunjungan Kerja Wapres Gibran di Sumatera

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:53

Wakatobi Disiapkan Jadi Pusat Riset Maritim, ITBM Didorong Bertransformasi Menjadi Universitas

Berita Terbaru

Ribuan pelari mengikuti ajang UMPP Fun Run 2026 yang digelar, Sabtu (25/7/26). Foto : Istimewa

Olahraga

Target 400 Peserta, UMPP Fun Run Diserbu 1.013 Pelari

Sabtu, 25 Jul 2026 - 10:01