KANAL KOTA – Sebuah perahu nelayan pecah setelah dihantam ombak dan membentur tumpukan batu dermaga di kawasan muara Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan (PPNP), Sabtu (12/9/2026) malam. Satu nelayan meninggal dunia dalam kejadian tersebut.
Kasat Polairud Polres Pekalongan Kota Iptu Ponco Budiarto mengatakan, polisi mendapat informasi dari warga sekitar pukul 21.00 WIB mengenai kapal nelayan yang terbentur batu di kawasan Pantai Wisata Baruna.
“Anggota kami yang melaksanakan piket di Satpol Air mendapatkan informasi dari warga di sekitar Pantai Wisata Baruna ada kapal yang terbentur batu sehingga kapalnya sampai pecah,” ungkap Ponco.
Kapal tersebut membawa dua nelayan, yakni Muhayat (56) dan Budi Riyanto (51). Keduanya terjun ke laut setelah kapal yang mereka tumpangi terbentur batu.
Budi berhasil menyelamatkan diri, sedangkan Muhayat ditemukan dalam kondisi tidak sadar setelah sempat tenggelam.
Muhayat kemudian dievakuasi dari kawasan pantai dan dibawa ke rumah sakit. Namun, nyawanya tidak tertolong.
“Yang meninggal atas nama Muhayat, kelahiran tahun 1970, usia kurang lebih 56,” ujar Ponco.
Sementara Budi yang mengalami luka juga sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Menurut keterangan Budi, sebelum kejadian keduanya baru selesai mencari ikan dan hendak kembali ke daratan. Saat memasuki kawasan muara, perahu mereka dihantam ombak besar hingga kehilangan kendali.
Budi mengatakan, kondisi ombak saat itu lebih dari dua meter. Mesin perahu masih menyala, tetapi mereka tidak mampu mengendalikan laju perahu hingga akhirnya terhempas dan menghantam batu.
Dalam kejadian itu, Budi berhasil menyelamatkan diri dengan berpegangan pada batu. Setelah berada di darat, dia kemudian mencari Muhayat.
Budi menemukan rekannya dalam kondisi sudah tidak sadarkan diri sebelum akhirnya dievakuasi dengan bantuan orang-orang di sekitar lokasi.
Ponco menyebut kejadian tersebut merupakan kecelakaan akibat kapal terbawa arus dan ombak hingga membentur batu.
“Jadi murni kecelakaan karena perahu kebentur batu,” jelasnya.
Polisi juga menyebut kondisi cuaca di perairan Pekalongan saat kejadian sedang buruk. Nelayan sebelumnya telah mendapat informasi mengenai potensi gelombang tinggi, namun tetap ada yang melaut untuk mencari nafkah.
“Cuaca memang saat ini sedang buruk, ombak tinggi,” terang Ponco.
Muhayat selanjutnya dibawa keluarganya ke rumah duka untuk dimakamkan setelah sebelumnya dievakuasi menuju RS Budirahayu.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













