PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Seorang balita berusia dua tahun keluar rumah untuk bermain. Enam jam kemudian, bocah tersebut ditemukan sudah tak bernyawa mengapung di kubangan pembuangan air limbah di belakang rumahnya. Peristiwa memilukan tersebut terjadi di Desa Karangjati, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan pada Rabu 30 Juni 2026 petang.
Korban diketahui bernama Raden Abi Saputra (2). Sejak siang hari, keluarga dibuat cemas karena korban tak kunjung pulang ke rumah. Berbagai upaya pencarian dilakukan dengan melibatkan warga sekitar, namun keberadaannya belum juga diketahui.
Harapan keluarga pupus sekitar pukul 17.30 WIB. Seorang warga yang baru pulang mengaji melihat ada pakaian mengapung di sebuah kubangan yang selama ini digunakan sebagai tempat pembuangan air limbah rumah tangga di belakang permukiman.
Saat pakaian itu dicoba ditarik menggunakan sebatang kayu, saksi justru melihat kaki seorang anak kecil. Ia langsung berteriak meminta pertolongan. Warga yang berdatangan bersama keluarga korban kemudian mengevakuasi tubuh balita tersebut. Namun saat diangkat, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Kapolsek Wiradesa Iptu Maman Sugiarto mengatakan, pihaknya langsung mendatangi lokasi bersama Unit Reskrim setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Dari hasil olah TKP diketahui lokasi kejadian merupakan kubangan yang menjadi tempat pembuangan air limbah rumah tangga dengan ukuran sekitar 1 x 2 meter dan kedalaman kurang lebih satu meter,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (1/7/2026).
Maman menerangkan bahwa berdasarkan pemeriksaan awal serta keterangan pihak keluarga, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Menurutnya, peristiwa ini diduga merupakan musibah sehingga mengakibatkan korban yang masih balita tenggelam di kubangan limbah.
Ia menjelaskan, saat petugas tiba di lokasi, jenazah korban telah dimandikan oleh pihak keluarga. Berdasarkan keterangan ayah korban, tidak ditemukan luka maupun tanda kekerasan pada tubuh anaknya.
“Dari hasil pemeriksaan awal, korban diperkirakan telah meninggal sekitar enam jam sebelum ditemukan,” sebutnya.
Peristiwa ini pun menjadi duka mendalam bagi keluarga sekaligus pengingat akan bahaya yang mengintai di sekitar lingkungan rumah. Kubangan berukuran kecil yang selama ini menjadi saluran pembuangan limbah ternyata dapat menjadi ancaman serius bagi keselamatan anak-anak yang bermain tanpa pengawasan.
“Kami meminta kepada seluruh orang tua agar selalu mengawasi aktivitas anak-anak, jangan lengah agar kejadian serupa tidak terulang,” tutupnya.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













