Kekeringan Ancam 39 Desa di Pekalongan, Ratusan Warga Sudah Kesulitan Air Bersih

- Jurnalis

Senin, 27 Juli 2026 - 11:22 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Sebanyak 39 desa di 10 kecamatan di Kabupaten Pekalongan rentan terhadap kekeringan yang berpotensi mengalami krisis air sehingga BPBD setempat mulai mendistribusikan air bersih, Senin (27/7/26). Foto : Istimewa

Sebanyak 39 desa di 10 kecamatan di Kabupaten Pekalongan rentan terhadap kekeringan yang berpotensi mengalami krisis air sehingga BPBD setempat mulai mendistribusikan air bersih, Senin (27/7/26). Foto : Istimewa

PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Musim kemarau 2026 mulai memicu krisis air bersih di Kabupaten Pekalongan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memetakan 39 desa dan kelurahan di 10 kecamatan berpotensi mengalami kekeringan, sementara ratusan warga di Kelurahan Sragi sudah merasakan dampaknya.

Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan Agus Pranoto mengatakan pihaknya telah menyiapkan langkah mitigasi sejak awal karena musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung hingga September dan lebih panjang dibanding biasanya.

“Mitigasi sudah kami lakukan dengan memetakan wilayah-wilayah rawan kekeringan. Saat ini ada 10 kecamatan yang terdiri atas 39 desa dan kelurahan yang menjadi prioritas penanganan,” katanya kepad wartawan, Senin (27/7/2026).

Menurut Agus, dampak kemarau mulai terlihat dari menurunnya debit air di sejumlah embung desa hingga terganggunya pasokan air untuk lahan pertanian.

Baca Juga :  Longsor Sempat Putus Akses ke Bojonglarang, Warga Baru Bisa Bernapas Lega Setelah Jalan Dibuka

Untuk mengantisipasi krisis yang lebih luas, BPBD menjadwalkan distribusi air bersih secara bergilir ke wilayah terdampak. Sebanyak 18 unit tandon air juga disiapkan untuk ditempatkan di titik-titik yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Sejauh ini, bantuan sudah mulai disalurkan ke Kelurahan Sragi. BPBD telah mengirim 23 truk tangki atau sekitar 92 ribu liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga.

“Sampai hari ini bantuan yang dikirim ke Kelurahan Sragi sebanyak 23 tangki atau 92.000 liter,” ujar Agus.

Krisis air bersih di Sragi telah berdampak pada 816 jiwa atau 238 kepala keluarga yang tersebar di tiga dukuh.

Baca Juga :  Polisi Temukan Gagang Celurit di Lokasi Tewasnya Perangkat Desa Kalipancur

Selain menyiapkan distribusi air bersih, BPBD juga meminta masyarakat hemat penggunaan air selama musim kemarau termasuk mewaspadai potensi kebakaran lahan dengan tidak melakukan pembakaran terbuka, khususnya membakar jerami maupun sisa panen tebu.

Lurah Sragi Teguh menjelaskan wilayah terdampak meliputi Dukuh Ringinpitu dengan 480 jiwa, Dukuh Pesantren sebanyak 141 jiwa, dan Dukuh Gembyong dengan 195 jiwa.

“Secara keseluruhan terdapat 238 kepala keluarga atau 816 jiwa yang kini terdampak krisis air bersih,” terangnya.

Meski bantuan air bersih telah disalurkan selama sepekan terakhir, kebutuhan masyarakat masih cukup tinggi sehingga distribusi air diperkirakan harus terus dilakukan hingga sumber air kembali normal.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hakim Tunda Putusan, Vonis Duwel di Kasus Gacon Dijadwalkan 10 Agustus
JPU Bersikukuh Terdakwa Berperan Aktif, Minta Majelis Hakim Tolak Seluruh Pledoi Kasus Gacon Pekalongan
Sidang Lanjutan Kasus Purwanto Alias Gacon di PN Pekalongan Sempat Diskors, HP Pengunjung Berbunyi Berulang Saat Pledoi Dibacakan
Dua Tahun Ditutup Pascakecelakaan Maut, Perlintasan KA Tengengwetan Pekalongan Kembali Beroperasi
Diduga Microsleep, Bus Agra Mas Hantam Truk Tronton di Tol Pemalang-Batang, Satu Penumpang Tewas
Kotak Amal di Jembatan Garuda Merah Putih Mulai Disiapkan, DPRD Ingatkan Jangan Berujung Pungli
Sukirman Sentil Pemprov Jateng, Jembatan Garuda Merah Putih Baru Terwujud Setelah Bertahun-tahun Aspirasi ‘Mentok’
Tunggakan Pajak Kendaraan Jadi Sorotan, Pemkab Pekalongan Kerahkan RT hingga TNI-Polri Kejar Wajib Pajak
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:25 WIB

Hakim Tunda Putusan, Vonis Duwel di Kasus Gacon Dijadwalkan 10 Agustus

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:42 WIB

JPU Bersikukuh Terdakwa Berperan Aktif, Minta Majelis Hakim Tolak Seluruh Pledoi Kasus Gacon Pekalongan

Selasa, 28 Juli 2026 - 06:14 WIB

Sidang Lanjutan Kasus Purwanto Alias Gacon di PN Pekalongan Sempat Diskors, HP Pengunjung Berbunyi Berulang Saat Pledoi Dibacakan

Senin, 27 Juli 2026 - 11:22 WIB

Kekeringan Ancam 39 Desa di Pekalongan, Ratusan Warga Sudah Kesulitan Air Bersih

Senin, 27 Juli 2026 - 10:49 WIB

Dua Tahun Ditutup Pascakecelakaan Maut, Perlintasan KA Tengengwetan Pekalongan Kembali Beroperasi

Berita Terbaru