JPU Bersikukuh Terdakwa Berperan Aktif, Minta Majelis Hakim Tolak Seluruh Pledoi Kasus Gacon Pekalongan

- Jurnalis

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:42 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Sidang lanjutan kasus Purwanto alias Gacon di PN Pekalongan dengan agenda pembacaan replik oleh JPU membantah secara keseluruhan nota pembelaan di sidang sebelumnya, Rabu 29/7/26).

Sidang lanjutan kasus Purwanto alias Gacon di PN Pekalongan dengan agenda pembacaan replik oleh JPU membantah secara keseluruhan nota pembelaan di sidang sebelumnya, Rabu 29/7/26).

PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Sidang lanjutan perkara dugaan perampasan kemerdekaan yang menjerat Dwi Hendratno alias Duwel dalam kasus Purwanto alias Gacon memasuki tahap replik di Pengadilan Negeri (PN) Pekalongan. Dalam sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) bersikeras menolak seluruh nota pembelaan (pledoi) terdakwa dan menegaskan seluruh unsur dakwaan telah terbukti berdasarkan fakta persidangan.

Dalam replik yang dibacakan di hadapan majelis hakim, JPU menyatakan pembelaan yang disampaikan penasihat hukum terdakwa tidak mampu menggugurkan alat bukti maupun fakta hukum yang telah terungkap selama persidangan.

Jaksa membantah dalil bahwa terdakwa hanya berada di lokasi kejadian tanpa berperan aktif dalam dugaan perampasan kemerdekaan korban. Menurut JPU, hukum pidana mengenal konsep penyertaan sebagaimana diatur dalam Pasal 55 KUHP, sehingga seseorang tetap dapat dimintai pertanggungjawaban pidana apabila turut serta melakukan tindak pidana bersama pelaku lain.

“Yang menjadi ukuran bukan apakah seluruh perbuatan dilakukan sendiri oleh terdakwa, melainkan adanya kerja sama yang disadari untuk mewujudkan tindak pidana tersebut,” ujar jaksa saat membacakan replik, Rabu (29/7/2026).

JPU menguraikan sejumlah fakta persidangan yang dinilai menunjukkan keterlibatan aktif terdakwa. Di antaranya, terdakwa disebut sebagai orang pertama yang memanggil korban dan memerintahkannya mendekati mobil dengan ucapan ‘gas terus’. Setelah itu korban ditarik paksa oleh beberapa orang, dimasukkan ke dalam kendaraan, kemudian dibawa menuju sebuah rumah di Desa Jetak Lengkong, Kecamatan Wonopringgo.

Baca Juga :  Hakim Pertanyakan Sikap Saksi dari Terdakwa yang Mengaku Melihat Gacon Diseret Tapi Tak Menolong

Jaksa juga menegaskan terdakwa mengakui ikut berada di dalam mobil yang membawa korban, mengantar korban masuk ke lokasi penyekapan, serta menunggu di luar rumah selama proses berlangsung.

“Rangkaian perbuatan tersebut bukan sikap seseorang yang hanya berdiri di lokasi, melainkan bentuk keikutsertaan aktif dalam tindak pidana,” tegas jaksa.

Tak hanya itu, JPU juga menilai keterangan saksi yang dijadikan dasar pembelaan justru menguatkan dakwaan. Menurut jaksa, saksi Ali Amran menerangkan bahwa terdakwa ikut berada di dalam mobil yang membawa korban dan mengetahui alasan korban dibawa karena diduga terlibat perampasan uang pedagang.

Jaksa juga membantah dalil penasihat hukum yang menyebut tidak ada unsur perampasan kemerdekaan karena korban tidak diikat ataupun dikurung. Menurut JPU, berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor 233 K/Pid/2013, perampasan kemerdekaan tidak harus dilakukan dengan cara mengikat atau mengurung secara fisik.

Dalam perkara ini, kata jaksa, korban dibawa secara paksa, tidak bebas meninggalkan kendaraan selama perjalanan, kemudian ditahan sekitar dua jam di sebuah rumah tanpa diperbolehkan pergi, telepon genggamnya dikuasai para pelaku serta berada dalam pengawasan sejumlah orang.

Jaksa juga menolak argumentasi penasihat hukum yang menyebut hasil pemeriksaan laboratorium terhadap telepon genggam tidak menemukan bukti yang memberatkan terdakwa.

Baca Juga :  Lagi, Mobil SPPG Terbalik di Pekalongan

Menurutnya, pembuktian perkara tidak bertumpu pada satu barang bukti semata, melainkan pada kesesuaian keterangan saksi, ahli, terdakwa, surat, rekam medis dan alat bukti lain secara keseluruhan.

Selain itu, JPU menegaskan luka yang dialami korban bukan unsur utama dalam pasal yang didakwakan. Meski demikian, rekam medis menunjukkan korban mengalami luka memar dan lecet akibat kekerasan benda tumpul serta sempat menjalani perawatan selama dua hari.

Atas seluruh pertimbangan tersebut, JPU menyatakan seluruh unsur Pasal 446 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana telah terbukti secara sah dan meyakinkan.

Jaksa tetap mempertahankan tuntutan pidana penjara selama satu tahun terhadap terdakwa. Menurutnya, tuntutan tersebut telah mempertimbangkan sejumlah keadaan yang meringankan, seperti terdakwa belum pernah dihukum, bersikap kooperatif selama persidangan, menjadi tulang punggung keluarga dan telah berdamai dengan korban.

Menanggapi replik tersebut, penasihat hukum terdakwa menyatakan tetap berpegang pada seluruh dalil yang telah disampaikan dalam nota pembelaan sebelumnya dan tidak mengajukan duplik.

Majelis Hakim kemudian menyatakan sidang pembacaan putusan dijadwalkan berlangsung pada Senin, 10 Agustus 2026, setelah majelis menyelesaikan musyawarah untuk mengambil keputusan atas perkara tersebut.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perumdam Tirta Kajen Wacanakan Sistem Genap Ganjil untuk Atasi Krisis Debit Air
PDAM Pekalongan Atasi Gangguan Air Valve di Lima Titik, Debit Air ke Pelanggan Meningkat
Dindik Pekalongan Sebut Lima Anak Terlibat Dugaan Perundungan SDN Langkap 2 Diminta Tanggung Biaya Pengobatan Korban
Siswa SD di Pekalongan Diduga Alami Perundungan, Keluarga Ungkap Kondisi Anak Memburuk
Debit Air Baku di Pekalongan Turun hingga 50 Persen, Perumdam Tirta Kajen Terapkan Penggiliran demi Jaga Air Bersih
Bantuan Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan di Kabupaten Pekalongan Tembus Jutaan Liter
Tiap Tahun Kekeringan, Warga Kesesi Lega Dibantu 18 Ribu Liter Air Bersih
Donasi Gempa NTT dari Pekalongan Tembus Rp127 Juta, Rp60 Juta Sudah Disalurkan

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Perumdam Tirta Kajen Wacanakan Sistem Genap Ganjil untuk Atasi Krisis Debit Air

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:03 WIB

PDAM Pekalongan Atasi Gangguan Air Valve di Lima Titik, Debit Air ke Pelanggan Meningkat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:12 WIB

Dindik Pekalongan Sebut Lima Anak Terlibat Dugaan Perundungan SDN Langkap 2 Diminta Tanggung Biaya Pengobatan Korban

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Siswa SD di Pekalongan Diduga Alami Perundungan, Keluarga Ungkap Kondisi Anak Memburuk

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:55 WIB

Debit Air Baku di Pekalongan Turun hingga 50 Persen, Perumdam Tirta Kajen Terapkan Penggiliran demi Jaga Air Bersih

Berita Terbaru

Alat CT Scan 64 Slice di ruang pemeriksaan radiologi RSUD Bendan Kota Pekalongan untuk mendukung diagnosis stroke dan berbagai kondisi medis yang membutuhkan pemeriksaan cepat. Layanan ini ditargetkan dapat melayani pasien BPJS Kesehatan mulai 1 November 2026 setelah persetujuan BPJS selesai. (foto: dok istimewa/AI)

Kota Pekalongan

RSUD Bendan Pekalongan Target Layani CT Scan Pakai BPJS Mulai 1 November

Jumat, 30 Okt 2026 - 16:02 WIB