PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Setelah hampir dua tahun ditutup akibat kecelakaan maut yang menewaskan seorang ibu dan dua anaknya, perlintasan kereta api di Desa Tengengwetan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, akhirnya kembali difungsikan. Kali ini, akses tersebut dibuka dengan pengamanan yang diperkuat, mulai dari penjaga perlintasan hingga rencana pemasangan palang pintu otomatis.
Perlintasan itu sebelumnya ditutup PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyusul kecelakaan tragis pada 29 Desember 2023. Penutupan membuat warga harus memutar lebih jauh untuk beraktivitas, termasuk saat banjir melanda wilayah sekitar.
Warga Desa Tengengwetan, Randi, mengatakan keberadaan jalur tersebut sangat penting karena menjadi akses utama yang menghubungkan desa dengan sejumlah wilayah lain.
“Harapannya dengan dibuka kembali, ini sangat membantu warga Tengengwetan dan sekitarnya. Ini akses jalan utama,” katanya kepada wartawan, Senin (27/7/2026).
Menurutnya, sebelum kecelakaan terjadi, perlintasan itu tidak dilengkapi palang pintu maupun pos penjagaan sehingga dinilai sangat rawan.
“Jadi memang sebelumnya tidak ada palang pintunya dan tidak ada pos jaganya,” ungkap Randi
Ia menambahkan, selain menjadi jalur utama mobilitas warga, perlintasan tersebut juga menjadi akses alternatif ketika sejumlah ruas jalan terendam banjir.
“Kalau ada banjir atau kondisi lainnya, jalur ini bisa menjadi akses alternatif bagi masyarakat. Ini jalur alternatif yang paling bagus di sini,” terangnya.
Plt Bupati Pekalongan Sukirman mengatakan pembukaan kembali perlintasan dilakukan setelah adanya kesepakatan bersama dan pemenuhan sejumlah persyaratan keselamatan.
Menurutnya, jalan menuju perlintasan telah diperbaiki, palang pintu dibenahi, dan pos penjagaan disiapkan agar lebih layak.
“Untuk membuka kembali itu diperlukan infrastruktur yang memadai, seperti jalannya dihaluskan lagi, kemudian palang pintunya diperbaiki. Pos penjagaan juga harus representatif,” katanya.
Sebagai langkah awal, Pemerintah Desa Tengengwetan telah menugaskan tiga warga untuk berjaga di perlintasan guna mengatur lalu lintas dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Pemkab Pekalongan juga berencana mengusulkan pemasangan palang pintu otomatis kepada PT KAI serta melengkapi peralatan komunikasi bagi petugas agar pengamanan di lokasi semakin optimal.
Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan skema pemberian insentif bagi para penjaga perlintasan. Namun, untuk sementara honor tiga petugas tersebut masih mengandalkan swadaya masyarakat karena pemerintah daerah masih memprioritaskan pembenahan infrastruktur.
Dengan kembali dibukanya perlintasan ini, warga berharap mobilitas menuju Kecamatan Sragi dan wilayah sekitarnya kembali lancar, tanpa mengabaikan aspek keselamatan yang sebelumnya menjadi perhatian utama setelah kecelakaan maut di lokasi tersebut.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













