BATANG, KANALPLUS.ID – PT Bhimasena Power Indonesia (BPI), pengelola PLTU Jawa Tengah berkapasitas 2 x 1.000 MW di Kabupaten Batang, dinobatkan sebagai perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) terbaik dalam pelaporan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).
Penghargaan tersebut diberikan Pemerintah Kabupaten Batang karena BPI dinilai konsisten menyampaikan LKPM secara tertib, tepat waktu, dan sesuai ketentuan. Penilaian ini menjadi salah satu indikator kepatuhan perusahaan dalam menjalankan investasi di daerah.
Chief Operating Officer PT Bhimasena Power Indonesia, Naofumi Yasuda, menerima penghargaan tersebut dalam peluncuran platform digital investasi BATANG INVESTA, Selasa (29/7/2026).
General Manager Stakeholder Relation sekaligus Juru Bicara PT Bhimasena Power Indonesia, Aryamir H. Sulasmoro, mengatakan kepatuhan terhadap regulasi merupakan bagian penting dari komitmen perusahaan dalam menjalankan investasi secara berkelanjutan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Batang atas penghargaan ini. Sejak awal berinvestasi di Batang, kami berkomitmen membangun hubungan yang baik dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan. Bagi kami, kepatuhan terhadap regulasi merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam menjalankan investasi secara berkelanjutan,” katanya.
Menurut Aryamir, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus berkontribusi terhadap pembangunan daerah sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik nasional melalui operasional PLTU Batang.
Sebagai pengelola salah satu pembangkit listrik terbesar di Indonesia, BPI menegaskan komitmennya untuk menjalankan investasi yang bertanggung jawab dengan mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik, kepatuhan terhadap regulasi, serta kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat.
Sementara itu, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mengatakan kepatuhan investor dalam menyampaikan LKPM menjadi bagian penting dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan transparan.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Batang yang mencapai 7,79 persen sepanjang 2025 tidak lepas dari meningkatnya realisasi investasi yang berdampak pada penciptaan lapangan kerja dan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kami ingin memberikan layanan dan kepastian kepada para investor terkait proses perizinan dan kemudahan investasi di daerah ini agar pelayanan lebih terbuka, transparan, akuntabel, dan memberikan kepastian bagi investor,” ujar Faiz.
Pemerintah Kabupaten Batang juga meluncurkan platform digital BATANG INVESTA yang dirancang untuk memudahkan investor mengakses informasi potensi investasi sekaligus layanan perizinan secara lebih cepat dan transparan.
Dengan penghargaan tersebut, BPI menegaskan komitmennya untuk terus mendukung terciptanya iklim investasi yang sehat di Kabupaten Batang, sekaligus memperkuat perannya dalam penyediaan energi yang andal bagi Indonesia.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













