Sidang Lanjutan Kasus Purwanto Alias Gacon di PN Pekalongan Sempat Diskors, HP Pengunjung Berbunyi Berulang Saat Pledoi Dibacakan

- Jurnalis

Selasa, 28 Juli 2026 - 06:14 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Terdakwa Dwi Hendratno alias Duwel menyimak nota pembelaan atau pledoi yang dibacakan tim penasehat hukumnya dalam sidang lanjutan kasus dugaan penculikan dan penganiayaan terhadap Purwanto alias Gacon saat Pilkada Kabupaten Pekalongan 2024 dalam persidangan yang berlangsung, Senin (27/7/26) sore.

Terdakwa Dwi Hendratno alias Duwel menyimak nota pembelaan atau pledoi yang dibacakan tim penasehat hukumnya dalam sidang lanjutan kasus dugaan penculikan dan penganiayaan terhadap Purwanto alias Gacon saat Pilkada Kabupaten Pekalongan 2024 dalam persidangan yang berlangsung, Senin (27/7/26) sore.

PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Sidang lanjutan kasus dugaan penculikan dan penganiayaan Purwanto alias Gacon di Pengadilan Negeri (PN) Pekalongan sempat diwarnai insiden gangguan dari suara telepon seluler pengunjung. Sidang bahkan terpaksa dihentikan sementara selama lima menit setelah nada dering ponsel dari kubu pendukung terdakwa berbunyi keras beberapa kali saat penasihat hukum membacakan nota pembelaan (pledoi).

Majelis hakim yang dipimpin Ardhianti Prihastuti didampingi dua hakim anggota Veni Wahyu Mustika Rini dan Rino Ardian Wigunadi menghentikan pembacaan pledoi dan menegur para pengunjung agar menonaktifkan suara telepon genggam selama persidangan berlangsung.

“Para pengunjung sidang, tolong HP-nya mungkin bisa di-silent atau mungkin keluar dulu. Saya skors sidang lima menit. Silakan untuk keluar yang HP-nya masih berbunyi,” kata Ketua Majelis Hakim Ardhianti Prihastuti dalam persidangan, Senin (27/7/2026) sore.

Setelah sidang kembali dibuka, hakim kembali mengingatkan seluruh pengunjung agar menghormati jalannya persidangan.

“Kalau ingin sambil melihat HP, silakan di luar. Kalau ingin melihat persidangan, silakan tenang. Sepakat kita ya?” ujar Ardhianti sebelum mencabut skors dan melanjutkan sidang.

Baca Juga :  Mengaku Melihat Jelas dari Jarak 3 Meter, Saksi Tak Tahu Plat Mobil hingga Identitas Pembawa Gacon

Dalam agenda tersebut, penasihat hukum terdakwa Dwi Hendratno alias Duwel, Imam Maliki, membacakan nota pembelaan setebal 29 halaman atas tuntutan Jaksa Penunutut Umum (JPU) dalam perkara Nomor 59/Pid.B/2026/PN Pekalongan.

Dalam pledoinya, tim kuasa hukum meminta majelis hakim mengesampingkan opini publik maupun tekanan eksternal dan hanya berpedoman pada fakta-fakta yang terungkap di persidangan serta alat bukti yang sah.

Imam Maliki menegaskan perkara tersebut terjadi dalam situasi politik Pilkada Kabupaten Pekalongan 2024 yang dinilai sarat dinamika sehingga berpotensi memunculkan persepsi maupun asumsi.

Selain itu, kuasa hukum juga menilai selama persidangan tidak terungkap bukti bahwa Dwi Hendratno melakukan kekerasan terhadap korban. Bahkan, menurut pembelaan tersebut, keterangan saksi menyebut terdakwa telah meninggalkan ruangan sebelum dugaan penganiayaan terjadi.

Penasihat hukum juga menyoroti bahwa sejak tahap penyidikan hingga perkara dilimpahkan ke pengadilan, terdakwa tidak pernah ditahan dan selalu bersikap kooperatif memenuhi panggilan penyidik maupun persidangan.

Di akhir pledoi, tim kuasa hukum memohon majelis hakim membebaskan terdakwa apabila unsur-unsur pidana dinilai tidak terbukti secara sah dan meyakinkan.

Baca Juga :  Tinggal di Gubuk Bobrok, Enam Jiwa Keluarga Kusmono Bertahan di Tengah Kemiskinan Ekstrem tanpa Bantuan Bedah Rumah

“Menghukum orang yang terbukti bersalah adalah bagian dari penegakan hukum, namun membebaskan orang yang tidak terbukti bersalah adalah puncak dari keadilan,” kata Imam Maliki saat menutup pembacaan pledoi.

Usai kuasa hukum menyampaikan pembelaan, Ketua Majelis Hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa Dwi Hendratno alias Duwel untuk menyampaikan pembelaan pribadi secara lisan.

Terdakwa mengaku sejak awal menginginkan persoalan tersebut diselesaikan secara damai dan tidak berlanjut ke pengadilan. Ia juga menyinggung adanya proses mediasi di Polda Jateng yang menurutnya menyatakan dirinya tidak terlibat dalam perkara tersebut.

Namun hakim mengingatkan agar terdakwa menyampaikan pokok pembelaan atau permohonan yang berkaitan langsung dengan agenda sidang. Setelah itu Duwel menyatakan tidak ada lagi yang akan disampaikan.

Sementara itu JPU menyatakan akan memberikan tanggapan atas pledoi tersebut dalam bentuk replik tertulis pada sidang lanjutan yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 29 Juli 2026.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perumdam Tirta Kajen Wacanakan Sistem Genap Ganjil untuk Atasi Krisis Debit Air
PDAM Pekalongan Atasi Gangguan Air Valve di Lima Titik, Debit Air ke Pelanggan Meningkat
Dindik Pekalongan Sebut Lima Anak Terlibat Dugaan Perundungan SDN Langkap 2 Diminta Tanggung Biaya Pengobatan Korban
Siswa SD di Pekalongan Diduga Alami Perundungan, Keluarga Ungkap Kondisi Anak Memburuk
Debit Air Baku di Pekalongan Turun hingga 50 Persen, Perumdam Tirta Kajen Terapkan Penggiliran demi Jaga Air Bersih
Bantuan Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan di Kabupaten Pekalongan Tembus Jutaan Liter
Tiap Tahun Kekeringan, Warga Kesesi Lega Dibantu 18 Ribu Liter Air Bersih
Donasi Gempa NTT dari Pekalongan Tembus Rp127 Juta, Rp60 Juta Sudah Disalurkan

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Perumdam Tirta Kajen Wacanakan Sistem Genap Ganjil untuk Atasi Krisis Debit Air

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:03 WIB

PDAM Pekalongan Atasi Gangguan Air Valve di Lima Titik, Debit Air ke Pelanggan Meningkat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:12 WIB

Dindik Pekalongan Sebut Lima Anak Terlibat Dugaan Perundungan SDN Langkap 2 Diminta Tanggung Biaya Pengobatan Korban

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Siswa SD di Pekalongan Diduga Alami Perundungan, Keluarga Ungkap Kondisi Anak Memburuk

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:55 WIB

Debit Air Baku di Pekalongan Turun hingga 50 Persen, Perumdam Tirta Kajen Terapkan Penggiliran demi Jaga Air Bersih

Berita Terbaru

Alat CT Scan 64 Slice di ruang pemeriksaan radiologi RSUD Bendan Kota Pekalongan untuk mendukung diagnosis stroke dan berbagai kondisi medis yang membutuhkan pemeriksaan cepat. Layanan ini ditargetkan dapat melayani pasien BPJS Kesehatan mulai 1 November 2026 setelah persetujuan BPJS selesai. (foto: dok istimewa/AI)

Kota Pekalongan

RSUD Bendan Pekalongan Target Layani CT Scan Pakai BPJS Mulai 1 November

Jumat, 30 Okt 2026 - 16:02 WIB