PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan Sukirman secara terbuka menyentil Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terkait lambannya realisasi pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih di Desa Galangpengampon, Kecamatan Wonopringgo. Menurutnya, aspirasi pembangunan jembatan tersebut berulang kali kandas di tingkat provinsi meski telah ia perjuangkan selama menjabat sebagai anggota DPRD Jawa Tengah selama tiga periode.
Pernyataan itu disampaikan Sukirman saat menghadiri peresmian Jembatan Garuda Merah Putih yang dibangun atas inisiasi Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Deddy Suryadi.
Di hadapan Pangdam dan ratusan warga, Sukirman mengaku jembatan yang kini berdiri megah tersebut merupakan impian masyarakat yang selama puluhan tahun tak kunjung terealisasi.
“Saya menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah selama tiga periode, dua periode di pimpinan DPRD. Setiap kali warga mengusulkan pembangunan jembatan ini, sampai saya purna tugas tidak pernah terwujud. Aspirasi kami selalu mentok di tingkat Provinsi Jawa Tengah karena berbagai macam aturan yang sulit ditembus,” kata Sukirman saat memberikan sambutan, Kamis (23/7/2026).
Pernyataan itu menjadi sorotan karena secara tersirat menggambarkan adanya hambatan birokrasi di level provinsi yang membuat kebutuhan infrastruktur masyarakat desa tak kunjung mendapat perhatian.
Ironisnya, kata Sukirman, pembangunan yang selama bertahun-tahun gagal diwujudkan justru akhirnya terealisasi melalui dukungan TNI.
“Alhamdulillah setelah sekian puluh tahun, jembatan yang kita idam-idamkan ini akhirnya mampu dipersembahkan Pak Pangdam kepada warga Galangpengampon dan sekitarnya,” ujarnya yang disambut tepuk tangan warga.
Jembatan Garuda Merah Putih menjadi akses penting yang menghubungkan Desa Galangpengampon dengan sejumlah wilayah di Kecamatan Wonopringgo dan Karanganyar. Sebelum jembatan dibangun, warga harus memutar cukup jauh untuk menuju wilayah seberang.
Menurut Sukirman, keberadaan jembatan baru itu bukan sekadar memperpendek waktu tempuh, tetapi juga membuka konektivitas menuju kawasan Batalyon Teritorial Pembangunan yang saat ini sedang dibangun di Kecamatan Bojong.
“Sesungguhnya jalur ini tembus ke asrama Batalyon 407. Selama ini warga harus memutar. Sekarang aksesnya menjadi lebih dekat sehingga mobilitas masyarakat jauh lebih mudah,” jelasnya.
Ia meminta masyarakat menjaga jembatan tersebut agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.
Dalam kesempatan itu, Sukirman juga memberikan apresiasi kepada Kodam IV/Diponegoro yang dinilainya aktif membantu pembangunan di Kabupaten Pekalongan, mulai dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), pembangunan jalan, pemberdayaan masyarakat hingga pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan.
Menurutnya, kehadiran batalyon baru dengan sekitar 500 personel nantinya bukan hanya memperkuat pertahanan wilayah, tetapi juga diperkirakan memberi efek ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Ia menilai keberadaan ratusan prajurit akan mendorong tumbuhnya usaha-usaha kecil seperti warung makan, toko kelontong, laundry hingga berbagai sektor jasa lainnya.
Selain itu, Pangdam juga meminta pemerintah daerah mempercepat pembentukan Koperasi Desa Merah Putih sebagai bagian dari program nasional.
Sukirman memastikan Pemkab Pekalongan siap memfasilitasi kebutuhan lahan, termasuk apabila harus mengubah status tanah desa agar pembangunan koperasi dapat segera dilakukan.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













