Kotak Amal di Jembatan Garuda Merah Putih Mulai Disiapkan, DPRD Ingatkan Jangan Berujung Pungli

- Jurnalis

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:59 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Munculnya wacana penempatan kotak amal di ujung jembatan Garuda Merah Putih di sisi Dukuh Sibetok mulai dibahas demi menghindari pungli, Kamis (23/7/26).

Munculnya wacana penempatan kotak amal di ujung jembatan Garuda Merah Putih di sisi Dukuh Sibetok mulai dibahas demi menghindari pungli, Kamis (23/7/26).

PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Jembatan Gantung Garuda Merah Putih yang baru diresmikan di Desa Galangpengampon, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan berpotensi memunculkan satu persoalan baru. Di balik antusiasme warga menyambut akses penghubung baru tersebut, mencuat wacana penempatan kotak amal untuk biaya pemeliharaan jembatan.

Warga Desa Galangpengampon, Taufik (55), mengatakan masyarakat pada dasarnya menyambut baik apabila ada kotak amal yang digunakan untuk membantu perawatan jembatan. Namun, pengelolaannya harus dilakukan secara terbuka dan dikoordinasikan oleh pemerintah desa.

“Setuju, tapi dengan catatan harus dikoordinasikan dengan baik, jangan sampai disalahgunakan. Mudah-mudahan uang itu benar-benar bermanfaat untuk pemeliharaan jembatan,” ujar  Taufik kepada kanalplus.id, Kamis (23/7/2026).

Menurutnya, hasil rembuk warga mengarah pada penempatan satu kotak amal di sisi Dukuh Sibetok. Warga yang melintas dari kedua arah nantinya dapat memberikan sumbangan secara sukarela di titik tersebut.

Baca Juga :  Setelah Pikir-pikir Ketua Lindu Aji Pekalongan Putuskan Banding atas Vonis 6 Bulan Kasus Gacon

“Satu kotak saja, letaknya di Sibetok. Sifatnya sukarela, mau memberi berapa terserah,” katanya.

Taufik meyakini keberadaan satu titik kotak amal dapat menghindari potensi rebutan pengelolaan antara warga di kedua sisi jembatan.

“Insyaallah tidak ada persoalan. Dengan kesadaran masyarakat bersama-sama, mudah-mudahan jembatan ini bisa terpelihara,” harapnya.

Sementara itu Ketua DPR Kabupaten Pekalongan, Abdul Munir mengingatkan agar langkah penyediaan kotak amal tersebut tidak berubah menjadi pungutan liar (pungli) yang membebani masyarakat.

Menurutnya, hingga kini mekanisme pendanaan untuk pemeliharaan jembatan masih dibahas bersama pemerintah desa dan masyarakat.

“Tarikan itu sedang kami koordinasikan agar masyarakat tidak terbebani oleh iuran yang bisa memberatkan,” terangnya.

Baca Juga :  Empat Kali Diperiksa KPK, Direktur RSUD Kajen Pilih Bungkam Soal Materi Penyidikan

Ia menegaskan, persoalan utama yang harus dipikirkan bukan sekadar menarik sumbangan, melainkan memastikan sumber biaya pemeliharaan jembatan dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Nanti harus dipikirkan apakah biaya perawatan berasal dari anggaran desa, dari iuran masyarakat atau dari pengguna yang melintas, tetapi dengan catatan tadi, tidak memberatkan masyarakat,” sebutnya.

Jembatan Garuda Merah Putih yang membentang di atas Sungai Sengkarang itu baru saja diresmikan sebagai akses penghubung Dukuh Galang Wolu dan Dukuh Sibetok setelah jembatan lama putus akibat banjir. Kini, setelah persoalan keterisolasian teratasi, tantangan berikutnya adalah memastikan jembatan tetap terawat tanpa menimbulkan polemik baru terkait pengelolaan biaya pemeliharaan.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Debit Air Baku di Pekalongan Turun hingga 50 Persen, Perumdam Tirta Kajen Terapkan Penggiliran demi Jaga Air Bersih
Bantuan Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan di Kabupaten Pekalongan Tembus Jutaan Liter
Tiap Tahun Kekeringan, Warga Kesesi Lega Dibantu 18 Ribu Liter Air Bersih
Donasi Gempa NTT dari Pekalongan Tembus Rp127 Juta, Rp60 Juta Sudah Disalurkan
Polres Pemalang Hentikan Perkara Chat Mesum ke Anak, Korban dan Pelaku Sepakat Damai
Viral Karnaval Simbangkulon, Lurah Akui Mental Panitia Terganggu
MUI Pekalongan Sebut Tak Perlu Salat Taubat Terkait Kontroversi Karnaval Simbangkulon
Sekda Pekalongan Angkat Bicara, Panitia Karnaval Sebagai Respons Video Viral Aksi Mirip Ritual Satanik

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:55 WIB

Debit Air Baku di Pekalongan Turun hingga 50 Persen, Perumdam Tirta Kajen Terapkan Penggiliran demi Jaga Air Bersih

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:11 WIB

Bantuan Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan di Kabupaten Pekalongan Tembus Jutaan Liter

Senin, 21 September 2026 - 14:00 WIB

Tiap Tahun Kekeringan, Warga Kesesi Lega Dibantu 18 Ribu Liter Air Bersih

Sabtu, 19 September 2026 - 15:21 WIB

Donasi Gempa NTT dari Pekalongan Tembus Rp127 Juta, Rp60 Juta Sudah Disalurkan

Rabu, 16 September 2026 - 07:46 WIB

Polres Pemalang Hentikan Perkara Chat Mesum ke Anak, Korban dan Pelaku Sepakat Damai

Berita Terbaru