KPK Telusuri Aliran Dana Kasus Korupsi Fadia Arafiq, Pedagang Emas Online dari Sidoarjo Ikut Diperiksa

- Penulis

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Fika pedagang emas asal Sidoarjo Jawa Timur mengaku diperiksa penyidik KPK terkait transaksi emas yang disebut-sebut berhubungan dengan mantan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Rabu (16/6/26).

Fika pedagang emas asal Sidoarjo Jawa Timur mengaku diperiksa penyidik KPK terkait transaksi emas yang disebut-sebut berhubungan dengan mantan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Rabu (16/6/26).

PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperdalam penyidikan dugaan tindak pidana korupsi yang menjerat mantan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq. Salah satu fokus penyidik adalah menelusuri aliran dana yang diduga mengalir melalui berbagai transaksi, termasuk pembelian emas.

Pemeriksaan lanjutan digelar di Aula Polres Pekalongan Kota pada Rabu (17/6/2026). Berdasarkan informasi yang diperoleh, sebanyak 14 saksi dijadwalkan menjalani pemeriksaan secara bertahap hingga 19 Juni 2026.

Dari belasan saksi tersebut, perhatian tertuju pada seorang pedagang emas online asal Sidoarjo, Jawa Timur, bernama Fika, yang keluar dari ruang pemeriksaan usai dimintai keterangan oleh penyidik KPK.

Saat ditemui awak media, Sika mengaku dirinya diperiksa berkaitan dengan transaksi jual beli emas yang diduga berhubungan dengan pihak-pihak dalam perkara tersebut.

“Sudah diperiksa terkait transaksi dengan emas,” ujarnya saat dicegat usai menjalani pemeriksaan di Mapolres Pekalongan Kota.

Fika menegaskan dirinya bukan pelaku usaha di bidang proyek ataupun kontraktor, melainkan hanya menjalankan bisnis jual beli emas secara daring.

Baca Juga :  Kapolres Pekalongan Ingatkan Peran Pemuda Sebagai Penentu Sejarah

“Saya cuma jual beli emas saja,” katanya.

Dalam pemeriksaan itu, penyidik juga menanyakan transaksi yang berkaitan dengan rekening yang disebut milik ajudan Bupati, yakni Siti Hanikatun, serta seseorang yang disebutnya sebagai ‘Bapak Haji’.

“Ajudan Bupati atas nama Ibu Siti Hanikatun, sama Bapak Haji,” ucap Sika saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai pihak yang dikonfirmasi penyidik.

Meski demikian, perempuan asal Sidoarjo tersebut enggan mengungkap lebih jauh materi pemeriksaan. Ia mengaku mendapat sekitar sepuluh pertanyaan dari penyidik KPK.

“Sepuluhan mungkin. Tidak banyak,” ujarnya.

Sika juga mengatakan dirinya tidak mengenal saksi-saksi lain yang diperiksa pada hari yang sama karena datang dari luar kota dan hanya memenuhi panggilan penyidik.

Pemeriksaan terhadap pedagang emas online ini mengindikasikan penyidik KPK tengah menelusuri kemungkinan aliran dana melalui transaksi pembelian logam mulia sebagai bagian dari upaya menelusuri aset maupun pergerakan keuangan yang berkaitan dengan perkara dugaan korupsi tersebut.

Baca Juga :  The Latest News in R&B Music: A Look at Super Bowl Performances, New Albums, Rising Stars, and Tribute to Aaliyah

Sebelumnya, Polres Pekalongan Kota menyatakan hanya memfasilitasi tempat pemeriksaan bagi KPK. Sebanyak 14 saksi dari unsur aparatur sipil negara (ASN) maupun pihak swasta dijadwalkan memberikan keterangan secara bertahap mulai 17 hingga 19 Juni 2026.

Hingga saat ini, belum ada keterangan  resmi mengenai materi pemeriksaan maupun keterkaitan masing-masing saksi dengan perkara yang sedang diusut. Seluruh saksi diperiksa dalam kapasitasnya untuk memberikan informasi yang diperlukan penyidik dalam mengungkap dugaan tindak pidana korupsi yang menyeret mantan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq.

Perlu ditegaskan pula bahwa pemeriksaan terhadap saksi tidak serta-merta menunjukkan adanya keterlibatan dalam tindak pidana. Status mereka masih sebatas pihak yang dimintai keterangan untuk membantu penyidik menelusuri fakta, termasuk dugaan aliran dana dan transaksi keuangan yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Berita Terkait

Saksi Terakhir KPK Buka Dugaan Persoalan Outsourcing, Singgung BPJS hingga Pemecatan Tanpa Surat
Pemeriksaan KPK di Pekalongan Ditutup Hari Ini, Total 21 Saksi Dimintai Keterangan
Notaris Kepercayaan Fadia Arafiq Diperiksa KPK, Akui Pernah Tangani Banyak Aset Mantan Bupati
Dipanggil KPK, Mantan Barista Big Boss Resto Kaget Namanya Masuk Data Outsourcing: ‘Saya Baru Tahu Hari Ini’
Saat Nama-Nama Penting Bergiliran Diperiksa KPK, Satu Pejabat Justru Pulang Lebih Cepat karena Ternyata Salah Orang
Empat Kali Diperiksa KPK, Direktur RSUD Kajen Pilih Bungkam Soal Materi Penyidikan
Penyidikan KPK Makin Meluas, Pejabat Strategis Kabupaten Pekalongan Bergantian Jalani Pemeriksaan
Tak Sekadar Tanam Padi, TNI Kembangkan Kawasan Pangan Terpadu di Pekalongan Pasok Kebutuhan Masyarakat

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:43 WIB

Saksi Terakhir KPK Buka Dugaan Persoalan Outsourcing, Singgung BPJS hingga Pemecatan Tanpa Surat

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:54 WIB

Pemeriksaan KPK di Pekalongan Ditutup Hari Ini, Total 21 Saksi Dimintai Keterangan

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:42 WIB

Notaris Kepercayaan Fadia Arafiq Diperiksa KPK, Akui Pernah Tangani Banyak Aset Mantan Bupati

Jumat, 19 Juni 2026 - 12:19 WIB

Dipanggil KPK, Mantan Barista Big Boss Resto Kaget Namanya Masuk Data Outsourcing: ‘Saya Baru Tahu Hari Ini’

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:28 WIB

Saat Nama-Nama Penting Bergiliran Diperiksa KPK, Satu Pejabat Justru Pulang Lebih Cepat karena Ternyata Salah Orang

Berita Terbaru