Sakit Berhari-hari hingga Muntah Darah, Kronologi Terakhir Al Fian Sebelum Meninggal Masih Jadi Bagian Penyelidikan

- Jurnalis

Selasa, 4 Agustus 2026 - 18:09 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Suasana sekolah di SMP N Randudongkal pasca meninggalnya Ahmad Al Fian (14) yang diduga menjadi korban perundungan, Selasa (4/8/26).

Suasana sekolah di SMP N Randudongkal pasca meninggalnya Ahmad Al Fian (14) yang diduga menjadi korban perundungan, Selasa (4/8/26).

PEMALANG, KANALPLUS.ID – Meninggalnya Ahmad Al Fian (14), siswa baru SMP Negeri 4 Randudongkal, Kabupaten Pemalang, masih menyisakan banyak tanda tanya. Sebelum mengembuskan napas terakhir di rumah sakit, remaja itu diketahui telah mengalami keluhan kesehatan selama hampir sepekan, mulai dari nyeri pada tangan, sesak napas hingga muntah darah.

Rangkaian kejadian tersebut kini menjadi bagian dari penyelidikan kepolisian untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban yang belakangan dikaitkan dengan dugaan perundungan di sekolah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, keluhan pertama muncul pada Senin (27/7). Saat itu Al Fian mengeluhkan tangannya sakit, badannya tidak enak, serta merasa sesak napas. Orang tuanya kemudian membawanya ke Puskesmas.

Di puskesmas, dokter menyarankan agar korban menjalani pemeriksaan rontgen karena ditemukan pembengkakan pada tangan disertai keluhan sesak napas. Namun, saran tersebut tidak dilanjutkan dan korban hanya menjalani pengobatan jalan.

Kondisi Al Fian terus memburuk. Pada Jumat (31/7/2026), keluarga kembali membawanya ke IGD RS Muhammadiyah Mardhatillah Randudongkal. Namun karena ruang IGD saat itu penuh, korban tidak sempat mendapatkan penanganan dan akhirnya dibawa pulang.

Baca Juga :  Terbongkar! Rumah Kosong di Pemalang Diduga Jadi Pabrik Cairan Ganja Sintetis, Pasok Enam Daerah Pantura

Sehari berselang, Sabtu (1/8/2026), kondisi korban semakin mengkhawatirkan. Al Fian dilaporkan sempat muntah darah di rumah. Meski demikian, saat itu ia belum kembali dibawa ke rumah sakit.

Pada hari yang sama, guru Bimbingan Konseling (BK) bersama guru olahraga SMPN 4 Randudongkal sempat menjenguk Al Fian di rumah.

Kepala SMPN 4 Randudongkal, Indah Palupi, mengatakan saat dikunjungi kondisi siswanya masih bisa berjalan dan berkomunikasi, meski lebih banyak diam.

“Guru BK dan guru olahraga datang ke rumah. Saat itu anaknya masih bisa ditemui dan diajak bicara, hanya memang lebih banyak diam. Tidak terlihat ada memar ataupun luka yang diperlihatkan kepada kami,” ujarnya, Selasa (4/8/2026).

Menurut Indah, saat kunjungan tersebut pihak keluarga hanya menyampaikan korban mengalami sakit di bagian pundak dan menduga keluhan itu akibat terjatuh ketika mengikuti pelajaran olahraga.

“Informasi muntah darah justru kami ketahui setelah anak tersebut meninggal dunia. Sebelumnya tidak pernah disampaikan kepada sekolah,” katanya.

Kondisi Al Fian akhirnya benar-benar kritis pada Minggu (2/8/2026). Sekitar pukul 17.00 WIB, keluarga kembali membawanya ke RS Muhammadiyah Mardhatillah Randudongkal.

Baca Juga :  Spanduk Bernada Ancaman LGBT Muncul di Serdadi Pemalang, Lurah Minta Warga Tak Bertindak Anarkis

Korban langsung mendapat perawatan intensif di ruang ICU. Namun upaya medis tidak mampu menyelamatkan nyawanya. Al Fian dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 19.30 WIB.

Jenazah sempat dibawa pulang ke rumah duka di Desa Sumingkir, Kecamatan Randudongkal. Keesokan harinya, jenazah kembali dibawa ke rumah sakit untuk menjalani autopsi guna memastikan penyebab kematian.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Pemalang AKP M. Wildan Umar Rela mengatakan penyelidikan masih berlangsung dan polisi belum menyimpulkan penyebab meninggalnya korban.

“Hasil autopsi secara resmi masih belum keluar. Kami juga masih melakukan pendalaman terhadap keterangan para saksi dan menunggu hasil pemeriksaan dari Dokkes Polda Jawa Tengah,” ujarnya.

Selain memeriksa ibu korban, polisi juga telah meminta keterangan sekitar 10 hingga 11 teman sekolah Al Fian guna menelusuri seluruh rangkaian peristiwa sebelum korban meninggal.

Polisi meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kematian Al Fian maupun mengaitkannya dengan dugaan perundungan sebelum seluruh hasil penyelidikan dan autopsi diumumkan secara resmi.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bilik Liar Kembali Bermunculan di Pantai Cemoro Sewu, Satpol PP Pemalang Temukan Kondom dan Pasangan Bukan Suami Istri
Antisipasi Gagal Panen, Jateng Siapkan Perlindungan untuk 10.000 Hektare Sawah
Pemprov Jateng Siapkan Rp147,6 Miliar untuk Pertanian, Pemalang Kebagian Rp5,24 Miliar
Harga Gabah Pemalang Tembus Rp8.500/Kg, Tapi Sawah Terus Menyusut
Jaga Produksi Padi Pemalang, Ahmad Luthfi Bantu 200 Pompa dan 13 Paket Irigasi
Jateng Sumbang 15,6 Persen Gabah Nasional, Ahmad Luthfi Ingatkan Sawah Jangan Beralih Fungsi
Temuan Benda Mirip Belatung, MBG di SMA Negeri 1 Belik Pemalang Dihentikan Sementara
Ogoh-ogoh Mirip Bupati Pemalang Nonaktif Diubah, Camat Pulosari Bantah Melarang

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 16:40 WIB

Bilik Liar Kembali Bermunculan di Pantai Cemoro Sewu, Satpol PP Pemalang Temukan Kondom dan Pasangan Bukan Suami Istri

Kamis, 3 September 2026 - 11:48 WIB

Antisipasi Gagal Panen, Jateng Siapkan Perlindungan untuk 10.000 Hektare Sawah

Kamis, 3 September 2026 - 11:22 WIB

Pemprov Jateng Siapkan Rp147,6 Miliar untuk Pertanian, Pemalang Kebagian Rp5,24 Miliar

Kamis, 3 September 2026 - 10:57 WIB

Harga Gabah Pemalang Tembus Rp8.500/Kg, Tapi Sawah Terus Menyusut

Kamis, 3 September 2026 - 10:32 WIB

Jaga Produksi Padi Pemalang, Ahmad Luthfi Bantu 200 Pompa dan 13 Paket Irigasi

Berita Terbaru

Kapal Tunda Sarden milik PT Timur Bahari kandas dan miring di kolam Dermaga Pelabuhan Niaga, Kelurahan Klidang Lor, Kabupaten Batang, setelah mengalami kebocoran yang diperparah cuaca buruk, Selasa (22/9/26). Foto: Istimewa & AI

Peristiwa

Gegara Buritan Bocor, Kapal Tunda Karam di Pelabuhan Batang

Selasa, 22 Sep 2026 - 11:22 WIB