Hasil Otopsi Belum Keluar, Polisi Minta Publik Tidak Berspekulasi soal Penyebab Kematian Alfian

- Jurnalis

Selasa, 4 Agustus 2026 - 18:59 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Kasatreskrim Polres Pemalang AKP M Wildan Rela meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi terkait kematian Ahmad Al Fian (14) siswa baru SMP N 4 Randudongkal yang diduga menjadi korban perundungan yang berujung meninggal dunia beberapa hari kemudian, Selasa (4/8/26).

Kasatreskrim Polres Pemalang AKP M Wildan Rela meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi terkait kematian Ahmad Al Fian (14) siswa baru SMP N 4 Randudongkal yang diduga menjadi korban perundungan yang berujung meninggal dunia beberapa hari kemudian, Selasa (4/8/26).

PEMALANG, KANALPLUS.ID – Di tengah derasnya tudingan dugaan perundungan yang dikaitkan dengan meninggalnya Ahmad Al Fian (14), siswa baru SMP Negeri 4 Randudongkal, Polres Pemalang meminta masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan. Hingga kini, penyidik masih menunggu hasil autopsi resmi untuk memastikan penyebab kematian korban.

Satreskrim Polres Pemalang menegaskan penyelidikan kasus meninggalnya Ahmad Al Fian masih berjalan dan belum mengarah pada kesimpulan adanya tindak pidana maupun dugaan penganiayaan.

Kasatreskrim Polres Pemalang AKP M. Wildan Umar Rela mengatakan seluruh informasi yang berkembang di media sosial masih harus diuji melalui proses penyelidikan.

“Untuk saat ini Unit PPA Satreskrim Polres Pemalang masih melaksanakan klarifikasi kepada saksi-saksi. Hari ini kami meminta keterangan kepada ibu korban,” kata Wildan, Selasa (4/8/2026).

Selain keluarga korban, penyidik juga telah meminta klarifikasi terhadap sekitar sepuluh teman sekolah Alfian yang dinilai mengetahui aktivitas korban sebelum jatuh sakit.

Baca Juga :  Polres Batang Naik Kelas Jadi Polresta, Pengamanan Kawasan Industri Jadi Tantangan Baru

Keterangan para saksi kini sedang dicocokkan satu sama lain untuk memperoleh gambaran utuh mengenai apa yang sebenarnya terjadi.

“Betul, kami melakukan klarifikasi kepada teman-teman korban sejak kemarin dan hari ini kami melaksanakan pendalaman terhadap seluruh keterangan maupun fakta-fakta yang kami peroleh,” ujarnya.

Saat ditanya apakah penyelidikan telah mengarah pada dugaan penganiayaan, Wildan menegaskan penyidik belum dapat menyimpulkan.

“Masih kami dalami dalam proses penyelidikan. Nanti akan kami ekspos setelah seluruh data lengkap dan komprehensif,” tegasnya.

Faktor penting lain yang masih ditunggu penyidik adalah hasil otopsi dari Dokkes Polda Jawa Tengah.

Menurut Wildan, hasil pemeriksaan medis tersebut akan menjadi dasar ilmiah untuk mengetahui penyebab pasti kematian Alfian.

“Hasil autopsi secara resmi masih belum keluar. Kami masih menunggu hasil dari Dokkes Polda Jawa Tengah,” katanya.

Baca Juga :  Modus Congkel Jendela Ruang Guru, Spesialis Curat Sekolah di Siwalan Diringkus Polisi

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 4 Randudongkal, Indah Palupi, mengaku sekolah juga belum mengetahui penyebab meninggalnya Alfian.

Ia menegaskan sekolah tidak pernah menerima laporan adanya pengeroyokan maupun perundungan terhadap korban selama mengikuti kegiatan sekolah.

“Kami juga masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian. Yang jelas, selama ini tidak ada laporan adanya pengeroyokan ataupun kekerasan di sekolah,” terang Indah.

Kasus meninggalnya Alfian menjadi perhatian publik setelah muncul berbagai unggahan di media sosial yang mengaitkan kematian korban dengan dugaan perundungan di lingkungan sekolah.

Namun hingga Selasa (4/8/2026), penyidik belum menetapkan adanya tindak pidana maupun tersangka. Polisi meminta masyarakat menunggu hasil penyelidikan dan otopsi agar penyebab kematian korban dapat dipastikan berdasarkan fakta dan bukti, bukan spekulasi.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Grebek Gudang Berisi Ribuan Liter Solar di Kota Pekalongan
Polresta Batang Sita Sabu Senilai Rp1,4 Miliar, 25 Orang Jadi Tersangka
Polisi Ungkap Motif Suami di Brebes Bacok Satu Keluarga Karena Ekonomi dan Sakit Hati Perkataan Kasar Istri
Diduga Dipicu Cemburu, Pria di Brebes Tega Bacok Istri, Mertua hingga Anak Balita
Dua Kasus Pengeroyokan di Karnaval Simbangkulon Pekalongan Masih Ditangani Polisi, Pelaku Dicari
Usai Diperiksa Polisi, Kakak Adik Pedagang Sosis Korban Pengeroyokan Pulang ke Purbalingga untuk Pulihkan Fisik dan Psikis
Belum Banyak Istirahat Usai Dianiaya di Karnaval Pekalongan, Kakak Beradik Pedagang Sosis Ini Mengaku Trauma
Pedagang Sosis Korban Pengeroyokan di Pekalongan Ungkap Sebelum Melapor Polisi Sempat Konsultasi di Polsek Kutasari

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:32 WIB

Polisi Grebek Gudang Berisi Ribuan Liter Solar di Kota Pekalongan

Senin, 2 November 2026 - 12:08 WIB

Polresta Batang Sita Sabu Senilai Rp1,4 Miliar, 25 Orang Jadi Tersangka

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Polisi Ungkap Motif Suami di Brebes Bacok Satu Keluarga Karena Ekonomi dan Sakit Hati Perkataan Kasar Istri

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:26 WIB

Diduga Dipicu Cemburu, Pria di Brebes Tega Bacok Istri, Mertua hingga Anak Balita

Selasa, 15 September 2026 - 13:31 WIB

Dua Kasus Pengeroyokan di Karnaval Simbangkulon Pekalongan Masih Ditangani Polisi, Pelaku Dicari

Berita Terbaru