KPK Dalami Dugaan Pembelian Aset Fadia Arafiq, Lahan Kebun Teh 1 Hektare Senilai Rp800 Juta Masuk Materi Pemeriksaan

- Penulis

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sugiarto (69) warga Desa Kaliboja usai diperiksa penyidik KPK di Mapolres Pekalongan Kota, Rabu (17/6/26).

Sugiarto (69) warga Desa Kaliboja usai diperiksa penyidik KPK di Mapolres Pekalongan Kota, Rabu (17/6/26).

PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menelusuri dugaan aliran aset yang berkaitan dengan perkara korupsi yang menjerat mantan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq. Dalam pemeriksaan lanjutan di Mapolres Pekalongan Kota, penyidik memanggil sejumlah saksi dari kalangan swasta dan masyarakat yang diduga mengetahui transaksi pembelian tanah.

Salah satu saksi yang hadir adalah Sugiarto (69), seorang petani yang mengaku pernah menjual sebidang kebun teh kepada mantan Bupati Pekalongan.

Usai menjalani pemeriksaan, Sugiarto mengatakan dirinya dimintai keterangan mengenai transaksi jual beli tanah yang terjadi pada tahun 2021.

“Ya jual beli tanah,” ujarnya singkat saat ditemui wartawan, Rabu (17/6/2026).

Menurut Sugiarto, lahan yang diperiksa dalam perkara tersebut berada di Desa Kaliboja, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan.

“Masih berupa tanah, tapi ada tanaman teh yang sudah ditanam sejak 1986,” katanya.

Ia mengungkapkan luas lahan yang dijual mencapai sekitar satu hektare dengan nilai transaksi sekitar Rp800 juta.

Baca Juga :  Dipanggil KPK, Mantan Barista Big Boss Resto Kaget Namanya Masuk Data Outsourcing: 'Saya Baru Tahu Hari Ini'

“Duitnya sekitar 800 juta,” ucap Sugiarto ketika ditanya nilai jual tanah tersebut.

Sugiarto juga menegaskan dirinya hanya seorang petani yang merupakan pemilik lahan dan warga biasa di Desa Kaliboja.

“Ya saya warga biasa,” jelasnya.

Pemeriksaan terhadap Sugiarto menambah daftar saksi yang dimintai keterangan KPK dalam upaya menelusuri aset yang diduga berkaitan dengan perkara korupsi pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Pekalongan periode 2021–2026.

Berdasarkan surat panggilan yang diterima Sugiarto, penyidik KPK meminta yang bersangkutan hadir di Polres Pekalongan Kota pada Rabu pukul 14.00 WIB untuk diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi yang diduga dilakukan oleh tersangka Fadia Arafiq selaku Bupati Pekalongan.

Dalam surat tersebut, Sugiarto yang berprofesi sebagai wiraswasta dan beralamat di Dukuh Semboja Barat RT 02 RW 02, Desa Kaliboja, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, diminta membawa dokumen pembayaran serta dokumen penjualan tanah di Desa Kaliboja dari Fadia Arafiq.

Baca Juga :  Kuasa Hukum Fadia Arafiq Siapkan Bukti Balik, Klaim Sejumlah Aset Sudah Dimiliki Sebelum Menjabat Bupati

Permintaan tersebut mengindikasikan penyidik tengah mengumpulkan bukti administrasi sekaligus menelusuri asal-usul aset berupa tanah yang diduga berkaitan dengan perkara korupsi yang sedang diusut.

Sebelumnya, KPK juga telah memeriksa sejumlah aparatur sipil negara (ASN), pelaku usaha, pedagang emas online, serta beberapa pemilik lahan di wilayah Pekalongan dan Batang. Dari rangkaian pemeriksaan itu, penyidik diduga sedang memetakan dugaan aliran dana dan pembelian aset berupa tanah maupun emas yang diduga berkaitan dengan perkara korupsi pengadaan barang dan jasa serta dugaan penerimaan lainnya selama periode 2021 hingga 2026.

Meski demikian, Sugiarto maupun saksi lainnya masih berstatus sebagai saksi. Pemeriksaan dilakukan untuk melengkapi alat bukti dan mengungkap fakta-fakta dalam proses penyidikan yang saat ini masih berlangsung di KPK.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Berita Terkait

Saksi Terakhir KPK Buka Dugaan Persoalan Outsourcing, Singgung BPJS hingga Pemecatan Tanpa Surat
Pemeriksaan KPK di Pekalongan Ditutup Hari Ini, Total 21 Saksi Dimintai Keterangan
Notaris Kepercayaan Fadia Arafiq Diperiksa KPK, Akui Pernah Tangani Banyak Aset Mantan Bupati
Dipanggil KPK, Mantan Barista Big Boss Resto Kaget Namanya Masuk Data Outsourcing: ‘Saya Baru Tahu Hari Ini’
Saat Nama-Nama Penting Bergiliran Diperiksa KPK, Satu Pejabat Justru Pulang Lebih Cepat karena Ternyata Salah Orang
Empat Kali Diperiksa KPK, Direktur RSUD Kajen Pilih Bungkam Soal Materi Penyidikan
Penyidikan KPK Makin Meluas, Pejabat Strategis Kabupaten Pekalongan Bergantian Jalani Pemeriksaan
Tak Sekadar Tanam Padi, TNI Kembangkan Kawasan Pangan Terpadu di Pekalongan Pasok Kebutuhan Masyarakat

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:43 WIB

Saksi Terakhir KPK Buka Dugaan Persoalan Outsourcing, Singgung BPJS hingga Pemecatan Tanpa Surat

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:54 WIB

Pemeriksaan KPK di Pekalongan Ditutup Hari Ini, Total 21 Saksi Dimintai Keterangan

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:42 WIB

Notaris Kepercayaan Fadia Arafiq Diperiksa KPK, Akui Pernah Tangani Banyak Aset Mantan Bupati

Jumat, 19 Juni 2026 - 12:19 WIB

Dipanggil KPK, Mantan Barista Big Boss Resto Kaget Namanya Masuk Data Outsourcing: ‘Saya Baru Tahu Hari Ini’

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:28 WIB

Saat Nama-Nama Penting Bergiliran Diperiksa KPK, Satu Pejabat Justru Pulang Lebih Cepat karena Ternyata Salah Orang

Berita Terbaru