KANAL KOTA — Kebakaran yang melanda rumah warga di Desa Karangjompo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, tidak hanya menghanguskan sebagian besar bangunan, tetapi juga membuat rumah tersebut untuk sementara tidak dapat ditempati.
Lantra (67), ibu dari pemilik rumah, memperkirakan kerugian akibat kebakaran mencapai sekitar Rp20 juta hingga Rp30 juta.
“Paling enggak 20, 30-an juta,” kata Lantra, Selasa (18/8/2026).
Kerugian tersebut terutama berasal dari barang elektronik dan bagian rumah yang terbakar. Menurut Lantra, kendaraan bermotor berhasil diselamatkan sehingga tidak ikut terbakar.
“Kalau motor sudah keluar semua. Paling elektronik,” ujarnya.
Kondisi bangunan kini juga cukup memprihatinkan. Bagian rumah yang terbakar mengalami kerusakan parah, termasuk bagian atap yang sudah ambruk.
Lantra mengatakan rumah tersebut sudah tidak memungkinkan untuk ditempati secara normal karena sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan.
“Enggak bisa. Kalau sebelah sini mungkin, tapi kalau sana sudah rebah semua, ngeri. Gentengnya sudah blong,” bebernya.
Komandan Regu 3 Damkar Kota Pekalongan Ahmad Roni memperkirakan sekitar 80 persen bagian rumah terbakar. Bagian depan rumah menjadi salah satu bagian yang masih relatif terselamatkan.
Sebelum api berhasil dipadamkan, warga bersama petugas juga berupaya menyelamatkan barang-barang yang masih dapat dikeluarkan dari dalam rumah.
Barang-barang tersebut kemudian dititipkan atau dipindahkan ke rumah tetangga. Beruntung, meski kerusakan bangunan cukup parah, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kebakaran tersebut.
Sementara penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Dugaan korsleting listrik yang disampaikan keluarga dan warga masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













