Edukasi ke Sekolah Dekat Tol, PBTR Ingatkan Pelajar Jangan Nongkrong hingga Balap Liar di Area Exit Tol

- Jurnalis

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:23 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Melalui program PBTR Goes To School, tim PBTR secara berkala memberikan edukasi dan sosialisasi terhadap pelajar SMP di sekitar area dekat Jalan Tol seperti yang sudah dilakukan di SMP 14 Kota Pekalongan, Kamis (11/6/26).

Melalui program PBTR Goes To School, tim PBTR secara berkala memberikan edukasi dan sosialisasi terhadap pelajar SMP di sekitar area dekat Jalan Tol seperti yang sudah dilakukan di SMP 14 Kota Pekalongan, Kamis (11/6/26).

PEKALONGAN, KANALPLUS.ID– Aktivitas nongkrong, ngopi, hingga balap liar di kawasan sekitar akses keluar (exit) jalan tol masih menjadi perhatian serius PT Pemalang Batang Tol Road (PBTR). Untuk mencegah potensi kecelakaan, perusahaan pengelola jalan tol tersebut menggencarkan edukasi kepada siswa sekolah yang berada di sekitar ruas Tol Pemalang-Batang.

Salah satu sekolah yang menjadi sasaran sosialisasi adalah SMP Negeri 14 Kota Pekalongan. Lokasi sekolah yang tidak jauh dari akses exit tol dinilai membuat sebagian siswanya cukup dekat dengan aktivitas di kawasan tersebut.

Manager PT PBTR, Yulian Fundra Kurnianto, mengatakan kegiatan edukasi sengaja menyasar SD hingga SMP yang berada di sekitar jalan tol agar para pelajar memahami fungsi jalan tol sekaligus mengetahui risiko besar jika menjadikannya sebagai tempat bermain atau berkumpul.

“Bagi kami ini menjadi sarana edukasi. Kami datang ke sekolah-sekolah untuk mengenalkan fungsi jalan tol, fasilitasnya, sekaligus memberikan pemahaman mengenai bahaya bermain di area jalan tol,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (11/6/2026).

Menurut Yulian, fenomena anak-anak yang bermain di sekitar jalan tol masih kerap ditemukan. Bahkan berbagai tren yang beredar di media sosial, seperti menonton kendaraan besar dari dekat hingga aktivitas lain di sisi jalan tol, dinilai dapat membahayakan keselamatan mereka maupun pengguna jalan.

“Kami peduli terhadap keselamatan anak-anak dan pengguna jalan. Karena itu kami berkeliling ke sekolah-sekolah di sekitar Tol Pemalang-Batang untuk memberikan edukasi,” katanya.

Baca Juga :  Diduga Dipengaruhi Miras dan Obat, Pria di Pekalongan Sayat Pergelangan Tangan Pakai Pecahan Botol

PBTR juga mengakui pernah menemukan anak-anak berada di sisi jalan tol. Meski saat itu belum sampai menimbulkan kecelakaan, perusahaan memilih melakukan langkah pencegahan sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Kalau ada yang kedapatan, biasanya kami amankan, kemudian memanggil orang tuanya untuk diberikan edukasi mengenai bahaya bermain di jalan tol,” jelasnya.

Sosialisasi tersebut mendapat perhatian dari para siswa. Abdullah Nabil Arafif (15), siswa kelas 8C SMP Negeri 14 Kota Pekalongan, mengaku materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi di lingkungan tempat tinggalnya.

Ia mengatakan kawasan sekitar exit tol memang sering dijadikan tempat berkumpul oleh anak-anak maupun remaja, terutama pada malam hari.

Sosialisasi ini sangat bermanfaat untuk pelajar SMP, terutama SMP 14 yang letaknya dekat exit tol. Ini bisa mengimbau siswa-siswi agar tidak bermain ke area jalan tol,” katanya.

Nabil mengungkapkan aktivitas yang paling sering dilakukan di lokasi tersebut adalah nongkrong sambil ngopi. Namun tidak jarang pula dimanfaatkan untuk balap liar.

“Banyak, apalagi malam hari. Ada yang balapan, tapi yang paling sering ya ngopi,” ungkapnya.

Setelah mengikuti sosialisasi, Nabil bertekad mengingatkan teman-temannya agar tidak lagi menjadikan kawasan jalan tol sebagai tempat berkumpul.

“Saya akan memperingatkan teman-teman yang sering bermain ke area tol supaya mengurangi datang ke sana, karena sangat berbahaya bagi nyawa kita semua,” tegasnya.

Kepala SMP Negeri 14 Kota Pekalongan, Runtut Wijiasih, menyampaikan apresiasi terhadap program edukasi yang dilaksanakan PBTR.

Baca Juga :  Food Bank Pekalongan Bersiap Gandeng BAZNAS dan Pemkot, Skema Kolaborasi Mulai Dimatangkan

Menurutnya, banyak siswa yang rumahnya berada di sekitar exit tol sehingga sosialisasi mengenai keselamatan menjadi sangat penting.

“Anak-anak kami memang ada yang rumahnya di sekitar exit tol. Kadang mereka bermain di sana, ada yang naik motor atau berada di pinggir jalan tol. Ini tentu sangat membahayakan, sehingga mereka perlu mengetahui bahwa aktivitas tersebut merupakan larangan dan berisiko tinggi,” ujarnya.

Pihak sekolah selama ini juga telah berupaya menekan perilaku tersebut dengan bekerja sama bersama kepolisian melalui berbagai sosialisasi, termasuk larangan mengendarai sepeda motor bagi siswa SMP yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Selain itu, sekolah secara rutin melakukan operasi terhadap siswa yang membawa sepeda motor ke sekolah dan memanggil orang tua untuk diberikan pembinaan.

“Kami sering melakukan operasi. Kalau ada siswa membawa motor, orang tuanya kami panggil dan kami komunikasikan. Namun kadang masih ada orang tua yang tetap mengizinkan anaknya membawa motor, itu yang sangat kami sayangkan,” kata Runtut.

Meski hingga saat ini belum ada siswa SMP Negeri 14 yang menjadi korban kecelakaan akibat bermain di kawasan exit tol, pihak sekolah mengakui masih ada siswa yang mengaku sering menonton balap liar di lokasi tersebut.

“Kami berharap setelah mendapatkan sosialisasi ini mereka memahami bahayanya sehingga tidak lagi datang atau ikut aktivitas di sekitar jalan tol,” tuturnya.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Boarding Kereta di Stasiun Pekalongan Kini Makin Cepat, 123 Ribu Penumpang Beralih ke Scan Wajah
Dari Sekolah Iklim hingga Media Sosial, Strategi BI Tegal Naikkan Kelas UMKM dan Petani Lokal
BI Tegal Masukkan Materi Cinta Rupiah ke SD-SMP, Edukasi Ekonomi Dimulai Sejak Bangku Sekolah
KNTI Usul Sistem Peringatan Dini Cuaca Real Time untuk Nelayan, Dinilai Lebih Efektif daripada Bendera
Touring Nelayan ke Istana Batal, Presiden Tetapkan Harga BBM Khusus Rp15 Ribu per Liter
Menulis Bukan Ospek, 321 Siswa Baru SMAN 1 Pekalongan Awali MPLS dengan Menanam 1.000 Mangrove
Dua Dekade Menemani MPLS di SMPN 1 Pekalongan, Guru Ini Saksikan Perubahan dari Ceramah ke Permainan Interaktif
Serunya Jurnalis Mengajar di MPLS SMPN 1 Pekalongan Bekali Siswa Tangkal Hoaks
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:49 WIB

Boarding Kereta di Stasiun Pekalongan Kini Makin Cepat, 123 Ribu Penumpang Beralih ke Scan Wajah

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:12 WIB

Dari Sekolah Iklim hingga Media Sosial, Strategi BI Tegal Naikkan Kelas UMKM dan Petani Lokal

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:44 WIB

BI Tegal Masukkan Materi Cinta Rupiah ke SD-SMP, Edukasi Ekonomi Dimulai Sejak Bangku Sekolah

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:12 WIB

KNTI Usul Sistem Peringatan Dini Cuaca Real Time untuk Nelayan, Dinilai Lebih Efektif daripada Bendera

Minggu, 19 Juli 2026 - 12:47 WIB

Touring Nelayan ke Istana Batal, Presiden Tetapkan Harga BBM Khusus Rp15 Ribu per Liter

Berita Terbaru