Food Bank Pekalongan Bersiap Gandeng BAZNAS dan Pemkot, Skema Kolaborasi Mulai Dimatangkan

- Penulis

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pertemuan Food Bank dengan BAZNAS RI dan Pemkot Pekalongan menandai babak baru dalam persiapan kolaborasi gerakan berbagi pangan yang kian meluas, Jumat (19/6/26).

Pertemuan Food Bank dengan BAZNAS RI dan Pemkot Pekalongan menandai babak baru dalam persiapan kolaborasi gerakan berbagi pangan yang kian meluas, Jumat (19/6/26).

KOTA PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Gerakan Food Bank di Kota Pekalongan mulai menunjukkan perkembangan pesat. Tidak hanya jumlah dapur yang terus bertambah, inisiatif berbagi makanan gratis untuk warga kurang mampu ini kini memasuki tahap penyusunan kolaborasi resmi bersama BAZNAS RI dan Pemerintah Kota Pekalongan agar bisa berjalan lebih luas dan berkelanjutan.

Penggagas Food Bank Pekalongan, Prof. Dr. Ahmad Subagyo, mengatakan pertemuan dengan BAZNAS RI dan Pemerintah Kota Pekalongan menjadi langkah awal untuk menyusun pembagian peran masing-masing pihak sebelum dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU).

“Jadi langkah berikutnya adalah mematangkan konsepnya, kemudian menyusun kesepahaman. Kita berperan di mana, BAZNAS berperan di mana, dan pemerintah kota di mana. Di situlah desain kolaborasi akan kita susun,” ujarnya kepada kanalplus.id, Jumat (19/6/2026).

Di tengah proses penjajakan tersebut, gerakan yang baru diuji coba ini justru mendapat respons positif dari masyarakat. Jika sebelumnya hanya ada satu dapur yang rutin memasok makanan, kini sudah bertambah menjadi tiga dapur yang aktif berbagi.

“Hari ini ada dua dapur baru lagi yang bergabung dan sudah mulai terdistribusi. Berarti sekarang ada sekitar 150 paket makanan per hari,” ungkap Ahmad Subagyo.

Baca Juga :  Dugaan Pencabulan di Ponpes Pekalongan Mulai Terkuak Setelah Digeruduk Organisasi Yakuza Maneges yang Klaim Terima Puluhan Aduan Santriwati

Menurutnya, pertumbuhan tidak hanya datang dari sisi penerima manfaat, tetapi juga dari masyarakat yang ingin ikut berbagi.

“Yang menerima semakin banyak karena kabarnya menyebar dari satu orang ke orang lain. Dari sisi pemberi juga mulai bertambah, ada dapur-dapur yang mendaftarkan diri untuk bergabung,” jelasnya.

Perluasan jaringan relawan juga mulai dilakukan seperti rencana pertemuan dengan perwakilan dari 27 kelurahan di Kota Pekalongan dijadwalkan berkumpul untuk menyerahkan data warga yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

“Mereka akan melaporkan orang-orang miskin di daerahnya yang setiap hari menggantungkan bantuan orang lain. Di sinilah peran relawan untuk memetakan kebutuhan secara nyata,” ungkapnya.

Ahmad Subagyo menilai Kota Pekalongan memiliki potensi besar membangun sistem berbagi pangan berbasis masyarakat. Saat ini diperkirakan terdapat sekitar 24 dapur yang berpotensi bergabung dalam jaringan Food Bank.

“Kalau setiap dapur mampu menyediakan sekitar 50 paket, maka masing-masing wilayah sebenarnya sudah bisa membantu lingkungan sekitarnya. Ini bisa menjadi model yang sangat baik,” katanya.

Meski demikian, ia menilai dukungan pemerintah menjadi kunci agar gerakan sosial tersebut memiliki dasar yang jelas. Menurutnya, keterlibatan pemerintah bukan dalam bentuk pengelolaan langsung, melainkan memberikan dukungan regulasi sehingga dapur-dapur yang ikut berbagi memiliki kepastian hukum.

Baca Juga :  Pekalongan Jadi Pilot Project Food Bank Indonesia, Salurkan Makanan Surplus untuk Lansia hingga ODGJ

“Kami butuh dukungan pemerintah kota agar kegiatan ini tidak dianggap ilegal. Pemerintah cukup memberikan regulasi supaya dapur-dapur di Pekalongan bersedia berbagi melalui Food Bank yang akan membantu menyalurkan,” terangnya.

Sinyal positif datang dari audiensi dengan Pemerintah Kota Pekalongan yang diterima langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda). Gagasan tersebut juga mendapat dukungan penuh dari BAZNAS.

Deputi I Bidang Pengumpulan BAZNAS RI, Arifin Purwakananta, menegaskan pihaknya melihat Food Bank Pekalongan sebagai sebuah inovasi yang layak dikembangkan secara nasional.

BAZNAS mendukung adanya inisiatif Food Bank Indonesia di Kota Pekalongan dan berharap ini akan menjadi role model bagi inisiatif sejenis di berbagai wilayah di Indonesia,” paparnya.

Jika kolaborasi tersebut berhasil diwujudkan, Pekalongan berpeluang menjadi daerah pertama yang memiliki skema Food Bank berbasis kolaborasi antara relawan, komunitas dapur, pemerintah daerah dan BAZNAS dalam satu sistem penyaluran pangan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Berita Terkait

Food Bank Pekalongan Bidik Distribusi 2.000 Porsi Makanan per Hari untuk Warga Rentan
Warung Sop di Jalan Kusuma Bangsa Kota Pekalongan Terbakar, Diduga Dipicu Panci Rebusan yang Ditinggal
Diadang Aparat Gabungan, 150 Mahasiswa AMPERA Pilih Gelar ‘Parlemen Jalanan’, Berujung Kesepakatan dengan Wali Kota dan DPRD
Warga Setono Patungan Biayai Pemakaman Korban Tenggelam, Luruskan Bukan Bantuan Pemerintah
Kisah Pilu Ibu Penjual Pisang Keliling di Kota Pekalongan Tangisi Jasad Anaknya yang Ditemukan Tenggelam oleh Tim SAR di Kali Banger Karena Tak Mampu Biayai Pemakaman
Korban Tenggelam di Kali Banger Ditemukan Mengapung, Tim SAR Gabungan Akhiri Pencarian Hari Kedua
KPK Kembali Bidik ASN dan Swasta di Pekalongan, 23 Saksi Dijadwalkan Diperiksa di Mapolres Pekalongan Kota
Hari Kedua Operasi SAR Korban Tenggelam di Kali Banger Kota Pekalongan, Radius Pencarian Diperluas hingga 1 Kilometer

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:22 WIB

Food Bank Pekalongan Bidik Distribusi 2.000 Porsi Makanan per Hari untuk Warga Rentan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:11 WIB

Warung Sop di Jalan Kusuma Bangsa Kota Pekalongan Terbakar, Diduga Dipicu Panci Rebusan yang Ditinggal

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:35 WIB

Diadang Aparat Gabungan, 150 Mahasiswa AMPERA Pilih Gelar ‘Parlemen Jalanan’, Berujung Kesepakatan dengan Wali Kota dan DPRD

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:29 WIB

Food Bank Pekalongan Bersiap Gandeng BAZNAS dan Pemkot, Skema Kolaborasi Mulai Dimatangkan

Kamis, 18 Juni 2026 - 05:21 WIB

Warga Setono Patungan Biayai Pemakaman Korban Tenggelam, Luruskan Bukan Bantuan Pemerintah

Berita Terbaru