Dua Kali KPK OTT Bupati Pemalang, Warga Suarakan Kecewa Kelakuan Kepala Daerah

- Jurnalis

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:38 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Dua warga Kabupaten Pemalang mengungkapkan kekecewaannya terhadap kelakuan Bupati setelah OTT KPK dua kali beruntun, Sabtu (1/7/26).

Dua warga Kabupaten Pemalang mengungkapkan kekecewaannya terhadap kelakuan Bupati setelah OTT KPK dua kali beruntun, Sabtu (1/7/26).

PEMALANG, KANALPLUS.ID – Operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro tak hanya memicu gejolak politik di pemerintahan daerah, tetapi juga menyisakan kekecewaan mendalam di tengah masyarakat.

Bagi sebagian warga, terulangnya kasus korupsi kepala daerah untuk kedua kalinya menjadi bukti bahwa pergantian pemimpin belum otomatis menghadirkan perubahan bagi rakyat.

Lida (38), warga Pemalang, mengaku sangat kecewa karena kasus yang pernah mencoreng nama daerah beberapa tahun lalu kembali terulang.

“Kecewa sekali. Kenapa bisa terjadi lagi di Pemalang. Padahal sebelumnya sudah pernah, sekarang terulang lagi,” ujarnya dengan nada getir, Sabtu (1/8/2026).

Menurutnya, dampak yang paling dirasakan masyarakat bukan hanya rusaknya citra daerah, tetapi juga lambatnya pembangunan yang selama ini dinantikan warga. Ia menyoroti masih banyaknya ruas jalan rusak yang belum mendapat penanganan, sementara kondisi ekonomi masyarakat juga belum menunjukkan perubahan signifikan.

Baca Juga :  DLH Sebut PSEL Jadi Solusi Permanen Penanganan Sampah di Kota Pekalongan, Benarkah?

“Semoga pengganti bupati nanti bisa membawa Pemalang lebih baik. Ekonomi diperbaiki, jalan-jalan yang rusak bisa segera direalisasikan. Sudah bertahun-tahun belum ada perubahan,” katanya.

Kekecewaan serupa disampaikan Muhammad Kholik (59). Ia menilai penangkapan kepala daerah oleh KPK untuk kedua kalinya menjadi tamparan bagi Pemalang sekaligus menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pemimpinnya.

“Kami sebagai warga Pemalang merasa kecewa sekali. Kemarin sudah pernah terjadi, kok sekarang sampai terulang lagi. Jangan sampai ke depan kejadian seperti ini terjadi lagi,” ucapnya.

Baca Juga :  Pasar Sayur Pemalang Lesu, Stok Menumpuk dan Harga Sayuran Anjlok hingga 80 Persen

Ia berharap pejabat yang kini memimpin maupun pemimpin definitif nantinya benar-benar menjalankan amanah dan lebih mengutamakan kepentingan masyarakat dibanding kepentingan pribadi.

“Mohon pemerintah yang nanti menjabat bisa amanah,” katanya.

Kasus OTT yang menjerat Bupati Pemalang kembali memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai dampak korupsi terhadap pembangunan daerah.

Di mata warga, praktik korupsi bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga berimbas pada tertundanya pembangunan infrastruktur, terhambatnya pelayanan publik, hingga hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Kini, harapan warga tertuju kepada kepemimpinan baru agar mampu memulihkan kepercayaan publik sekaligus membuktikan bahwa roda pemerintahan tetap berjalan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, bukan kepentingan segelintir orang.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bilik Liar Kembali Bermunculan di Pantai Cemoro Sewu, Satpol PP Pemalang Temukan Kondom dan Pasangan Bukan Suami Istri
Antisipasi Gagal Panen, Jateng Siapkan Perlindungan untuk 10.000 Hektare Sawah
Pemprov Jateng Siapkan Rp147,6 Miliar untuk Pertanian, Pemalang Kebagian Rp5,24 Miliar
Harga Gabah Pemalang Tembus Rp8.500/Kg, Tapi Sawah Terus Menyusut
Jaga Produksi Padi Pemalang, Ahmad Luthfi Bantu 200 Pompa dan 13 Paket Irigasi
Jateng Sumbang 15,6 Persen Gabah Nasional, Ahmad Luthfi Ingatkan Sawah Jangan Beralih Fungsi
Temuan Benda Mirip Belatung, MBG di SMA Negeri 1 Belik Pemalang Dihentikan Sementara
Ogoh-ogoh Mirip Bupati Pemalang Nonaktif Diubah, Camat Pulosari Bantah Melarang

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 16:40 WIB

Bilik Liar Kembali Bermunculan di Pantai Cemoro Sewu, Satpol PP Pemalang Temukan Kondom dan Pasangan Bukan Suami Istri

Kamis, 3 September 2026 - 11:48 WIB

Antisipasi Gagal Panen, Jateng Siapkan Perlindungan untuk 10.000 Hektare Sawah

Kamis, 3 September 2026 - 11:22 WIB

Pemprov Jateng Siapkan Rp147,6 Miliar untuk Pertanian, Pemalang Kebagian Rp5,24 Miliar

Kamis, 3 September 2026 - 10:57 WIB

Harga Gabah Pemalang Tembus Rp8.500/Kg, Tapi Sawah Terus Menyusut

Kamis, 3 September 2026 - 10:32 WIB

Jaga Produksi Padi Pemalang, Ahmad Luthfi Bantu 200 Pompa dan 13 Paket Irigasi

Berita Terbaru

Lurah Sumbangkulon Agatha Franky Irawan mengungkap kondisi mental panitia karnaval yang terganggu lantaran tekanan dan serangan di media sosial pasca aksi teatrikal yang banyak mendapat hujatan di dunia maya, Selasa (15/9/26).

Pekalongan

Viral Karnaval Simbangkulon, Lurah Akui Mental Panitia Terganggu

Selasa, 15 Sep 2026 - 12:41 WIB