KANAL PEMALANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan anggaran Rp147,6 miliar pada 2026 untuk mendukung peningkatan produksi pertanian melalui perbaikan irigasi, bantuan alat mesin pertanian hingga penyediaan pupuk organik.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Jawa Tengah Defransisco Dasilva Tavares mengatakan anggaran tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan lahan pertanian dan meningkatkan indeks pertanaman di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Pemalang.
“Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pertanian dan Peternakan terus melaksanakan strategi optimalisasi lahan melalui peningkatan indeks pertanaman pada lokasi-lokasi lahan yang potensial, termasuk di Kabupaten Pemalang,” kata Defransisco usai panen padi di Desa Kedungbanjar, Kecamatan Taman, Kamis (3/9/2026).
Dari total anggaran Rp147,6 miliar tersebut, Rp58,45 miliar dialokasikan untuk rehabilitasi jaringan irigasi tersier (RJIT) sebanyak 334 unit.
Kemudian Rp7,05 miliar untuk 75 unit irigasi perpipaan, Rp58,86 miliar untuk 1.507 unit alat dan mesin pertanian (alsintan), Rp9,94 miliar untuk pupuk organik cair, Rp8,05 miliar untuk pupuk hayati cair, serta Rp5 miliar untuk pupuk organik remah.
Khusus Kabupaten Pemalang, alokasi anggaran yang disiapkan mencapai Rp5,24 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk 12 unit RJIT senilai Rp2,10 miliar dan tiga unit irigasi perpipaan senilai Rp282 juta.
Pemalang juga mendapatkan 51 unit alsintan senilai Rp1,41 miliar. Bantuan tersebut terdiri atas tiga rice transplanter, satu combine harvester, tiga pompa air, lima handtraktor singkal, satu traktor roda empat, dua cultivator, satu APPO dan 35 handsprayer.
Selain itu, Pemalang memperoleh bantuan pupuk organik cair sebanyak 21.000 liter untuk lahan seluas 3.500 hektare dengan nilai Rp1,44 miliar.
Dukungan pupuk juga diberikan melalui alokasi pupuk bersubsidi. Pemalang mendapatkan kuota urea sebanyak 22.000 ton, NPK 17.500 ton, ZA 35,5 ton dan pupuk organik granule 107 ton.
Dalam kegiatan panen tersebut, Pemprov Jawa Tengah juga menyerahkan bantuan benih padi kepada Kelompok Tani Utama V, Desa Kedungbanjar.
Bantuan sebanyak 250 kilogram benih tersebut diperuntukkan bagi lahan seluas 10 hektare. Sebanyak 125 kilogram merupakan varietas Inpari 49 untuk lima hektare dan 125 kilogram varietas Inpari 32 untuk lima hektare.
Defransisco mengatakan dukungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lahan sekaligus memperkuat sarana pertanian yang dibutuhkan petani.
Selain bantuan fisik, Pemprov Jawa Tengah mulai memperkenalkan sistem pengelolaan data pertanian melalui PILAR JATENG atau Pemetaan Infrastruktur, Lahan, dan Irigasi Pertanian Berbasis Data Spasial.
Melalui sistem tersebut, data mengenai infrastruktur pertanian, lahan dan jaringan irigasi diintegrasikan dalam satu basis data spasial.
“Data itu nantinya dapat digunakan untuk membantu pemerintah menentukan lokasi intervensi pembangunan pertanian sekaligus mengevaluasi hasil pembangunan,” jelasnya.
Menurut Defransisco, pemanfaatan data spasial diperlukan agar dukungan pemerintah bisa lebih tepat dalam menentukan kebutuhan masing-masing wilayah.
Panen padi di Desa Kedungbanjar sendiri digelar sebagai bagian dari upaya memperkuat produksi pangan sekaligus mempertemukan pemerintah, petani, penyuluh dan mitra pembangunan pertanian.
Dia berharap berbagai bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan hasil produksi dan pada akhirnya ikut meningkatkan kesejahteraan petani di Pemalang.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













