KANAL PEMALANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong tambahan dukungan pengairan untuk menjaga produksi padi di Kabupaten Pemalang. Salah satunya melalui pompanisasi untuk lahan sawah tadah hujan serta pembangunan jaringan irigasi tersier.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan dukungan tersebut diperlukan untuk menjaga kesinambungan produksi, terutama ketika petani menghadapi musim kemarau dan keterbatasan sumber air.
“Hari ini sudah hampir 43.000 hektare yang nanti akan kita lakukan kegiatan,” kata Luthfi seusai panen padi di Desa Kedungbanjar, Kecamatan Taman, Kamis (3/9/2026).
Menurut Luthfi, Pemalang merupakan salah satu sentra produksi gabah di Jawa Tengah. Dia menyebut Pemalang berada di posisi ketiga sebagai daerah penghasil gabah kering terbesar di Jawa Tengah.
Karena itu, dukungan sarana produksi dan pengairan perlu diperkuat untuk mempertahankan produksi.
Luthfi mengatakan Pemprov Jawa Tengah mendorong sekitar 200 pompa air untuk mendukung kebutuhan pengairan di wilayah pertanian. Pompa tersebut terutama dibutuhkan untuk mengairi sawah tadah hujan yang tidak mendapatkan pasokan air dari jaringan irigasi.
“Untuk sawah tadah hujan pakai pompanisasi, kemudian irigasi sudah kita geser,” ujarnya.
Selain pompanisasi, Pemprov Jawa Tengah menyiapkan 13 paket jaringan irigasi tersier di Kabupaten Pemalang yang akan disebar ke sejumlah wilayah.
Dukungan tersebut diarahkan agar air dapat menjangkau lahan pertanian dan produksi padi tetap berjalan.
Luthfi mengatakan upaya mempertahankan produksi menjadi penting karena Jawa Tengah hingga Agustus 2026 telah menghasilkan 6,69 juta ton gabah.
Capaian itu, menurut dia, setara sekitar 63 persen dari target nasional sebesar 10 juta ton. Dengan tambahan produksi hingga akhir tahun, Luthfi optimistis target tersebut tidak hanya tercapai, tetapi bisa terlampaui.
“Kalau ini terpenuhi, terlampaui dong,” jelasnya.
Namun, dukungan terhadap petani tidak cukup hanya melalui penyediaan pompa dan jaringan irigasi. Luthfi juga menyoroti kondisi sungai dan saluran air yang mengalami pendangkalan.
Dia mengatakan pemerintah akan mengecek kondisi Sungai Jem di Pemalang, termasuk memastikan kewenangan pengelolaannya. Jika memungkinkan, Pemprov Jawa Tengah akan ikut membantu penanganan normalisasi sungai tersebut.
“Sungai Jem nanti akan kita cek, apakah Sungai Jem itu kewenangan mana, akan kita bantu untuk normalisasi,” katanya.
Menurut Luthfi, persoalan kewenangan tidak boleh membuat kebutuhan air petani terhambat. Bagi petani, yang terpenting adalah air dapat mengalir hingga ke lahan.
“Petani itu tidak akan berpikir ini sungainya provinsi, sungainya Kementerian PU, sungainya kabupaten/kota. Tahunya air harus sampai,” bebernya.
Dia berharap kombinasi pompanisasi, pembangunan jaringan irigasi dan penanganan saluran air dapat menjaga produktivitas pertanian Pemalang.
Dukungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Jawa Tengah mempertahankan perannya sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













