Jaga Produksi Padi Pemalang, Ahmad Luthfi Bantu 200 Pompa dan 13 Paket Irigasi

- Jurnalis

Kamis, 3 September 2026 - 10:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Kepala Distannak Defransisco Dasilva Tavares saat panen padi di lahan sawah Desa Kedungbanjar, Kamis (3/9/26).

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Kepala Distannak Defransisco Dasilva Tavares saat panen padi di lahan sawah Desa Kedungbanjar, Kamis (3/9/26).

KANAL PEMALANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong tambahan dukungan pengairan untuk menjaga produksi padi di Kabupaten Pemalang. Salah satunya melalui pompanisasi untuk lahan sawah tadah hujan serta pembangunan jaringan irigasi tersier.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan dukungan tersebut diperlukan untuk menjaga kesinambungan produksi, terutama ketika petani menghadapi musim kemarau dan keterbatasan sumber air.

“Hari ini sudah hampir 43.000 hektare yang nanti akan kita lakukan kegiatan,” kata Luthfi seusai panen padi di Desa Kedungbanjar, Kecamatan Taman, Kamis (3/9/2026).

Menurut Luthfi, Pemalang merupakan salah satu sentra produksi gabah di Jawa Tengah. Dia menyebut Pemalang berada di posisi ketiga sebagai daerah penghasil gabah kering terbesar di Jawa Tengah.

Karena itu, dukungan sarana produksi dan pengairan perlu diperkuat untuk mempertahankan produksi.

Luthfi mengatakan Pemprov Jawa Tengah mendorong sekitar 200 pompa air untuk mendukung kebutuhan pengairan di wilayah pertanian. Pompa tersebut terutama dibutuhkan untuk mengairi sawah tadah hujan yang tidak mendapatkan pasokan air dari jaringan irigasi.

Baca Juga :  Curhat dan Minta Bantuan ke Satpol PP, Perempuan di Pemalang Mengaku Jadi Korban Dugaan Pelecehan Pacar

“Untuk sawah tadah hujan pakai pompanisasi, kemudian irigasi sudah kita geser,” ujarnya.

Selain pompanisasi, Pemprov Jawa Tengah menyiapkan 13 paket jaringan irigasi tersier di Kabupaten Pemalang yang akan disebar ke sejumlah wilayah.

Dukungan tersebut diarahkan agar air dapat menjangkau lahan pertanian dan produksi padi tetap berjalan.

Luthfi mengatakan upaya mempertahankan produksi menjadi penting karena Jawa Tengah hingga Agustus 2026 telah menghasilkan 6,69 juta ton gabah.

Capaian itu, menurut dia, setara sekitar 63 persen dari target nasional sebesar 10 juta ton. Dengan tambahan produksi hingga akhir tahun, Luthfi optimistis target tersebut tidak hanya tercapai, tetapi bisa terlampaui.

“Kalau ini terpenuhi, terlampaui dong,” jelasnya.

Namun, dukungan terhadap petani tidak cukup hanya melalui penyediaan pompa dan jaringan irigasi. Luthfi juga menyoroti kondisi sungai dan saluran air yang mengalami pendangkalan.

Baca Juga :  Pemprov Jateng Siapkan Rp147,6 Miliar untuk Pertanian, Pemalang Kebagian Rp5,24 Miliar

Dia mengatakan pemerintah akan mengecek kondisi Sungai Jem di Pemalang, termasuk memastikan kewenangan pengelolaannya. Jika memungkinkan, Pemprov Jawa Tengah akan ikut membantu penanganan normalisasi sungai tersebut.

“Sungai Jem nanti akan kita cek, apakah Sungai Jem itu kewenangan mana, akan kita bantu untuk normalisasi,” katanya.

Menurut Luthfi, persoalan kewenangan tidak boleh membuat kebutuhan air petani terhambat. Bagi petani, yang terpenting adalah air dapat mengalir hingga ke lahan.

“Petani itu tidak akan berpikir ini sungainya provinsi, sungainya Kementerian PU, sungainya kabupaten/kota. Tahunya air harus sampai,” bebernya.

Dia berharap kombinasi pompanisasi, pembangunan jaringan irigasi dan penanganan saluran air dapat menjaga produktivitas pertanian Pemalang.

Dukungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Jawa Tengah mempertahankan perannya sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Antisipasi Gagal Panen, Jateng Siapkan Perlindungan untuk 10.000 Hektare Sawah
Pemprov Jateng Siapkan Rp147,6 Miliar untuk Pertanian, Pemalang Kebagian Rp5,24 Miliar
Harga Gabah Pemalang Tembus Rp8.500/Kg, Tapi Sawah Terus Menyusut
Jateng Sumbang 15,6 Persen Gabah Nasional, Ahmad Luthfi Ingatkan Sawah Jangan Beralih Fungsi
Temuan Benda Mirip Belatung, MBG di SMA Negeri 1 Belik Pemalang Dihentikan Sementara
Ogoh-ogoh Mirip Bupati Pemalang Nonaktif Diubah, Camat Pulosari Bantah Melarang
Polisi Sebut Hasil Autopsi Jadi Kunci Penyebab Kematian Al Fian Siswa SMP di Pemalang Korban Perundungan
Penyidikan Kematian Al Fian Siswa SMP di Pemalang 90 Persen, Polisi Sudah Kantongi Nama Terduga Pelaku

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 11:48 WIB

Antisipasi Gagal Panen, Jateng Siapkan Perlindungan untuk 10.000 Hektare Sawah

Kamis, 3 September 2026 - 11:22 WIB

Pemprov Jateng Siapkan Rp147,6 Miliar untuk Pertanian, Pemalang Kebagian Rp5,24 Miliar

Kamis, 3 September 2026 - 10:57 WIB

Harga Gabah Pemalang Tembus Rp8.500/Kg, Tapi Sawah Terus Menyusut

Kamis, 3 September 2026 - 10:32 WIB

Jaga Produksi Padi Pemalang, Ahmad Luthfi Bantu 200 Pompa dan 13 Paket Irigasi

Kamis, 3 September 2026 - 10:07 WIB

Jateng Sumbang 15,6 Persen Gabah Nasional, Ahmad Luthfi Ingatkan Sawah Jangan Beralih Fungsi

Berita Terbaru