KANAL PEMALANG — Harga gabah kering panen (GKP) di Kabupaten Pemalang saat ini berada di kisaran Rp7.500 hingga Rp8.500 per kilogram. Harga tersebut jauh di atas harga pembelian pemerintah (HPP) GKP yang berada di angka Rp6.500 per kilogram.
Plt Bupati Pemalang Nurkholes mengatakan kondisi harga gabah tersebut menjadi kabar baik bagi petani karena dapat mendorong peningkatan pendapatan setelah musim panen.
“Saat ini harga GKP juga baik, berada pada kisaran Rp7.500 sampai dengan Rp8.500 per kilogram, di atas harga pembelian pemerintah GKP sebesar Rp6.500 per kilogram,” kata Nurkholes saat panen padi di Desa Kedungbanjar, Kecamatan Taman, Kamis (3/9/2026).
Namun, di tengah harga gabah yang relatif tinggi, Pemalang menghadapi persoalan lain yang tidak kalah serius, yakni berkurangnya luas lahan sawah.
Nurkholes menyebut luas baku sawah di Kabupaten Pemalang turun dari 34.081 hektare pada 2024 menjadi 32.235 hektare pada 2025. Artinya, dalam satu tahun terdapat pengurangan sekitar 1.846 hektare luas baku sawah.
Menurut Nurkholes, penyusutan lahan menjadi tantangan bagi Pemalang dalam menjaga produksi pangan. Karena itu, peningkatan produktivitas harus berjalan bersamaan dengan upaya mempertahankan lahan pertanian yang masih ada.
“Selain ditingkatkan produktivitas, kita perlu bersama-sama menjaga lahan pertanian yang ada, memperluas irigasi, memperluas penggunaan teknologi, serta meningkatkan efisiensi usaha tani,” ujarnya.
Nurkholes mengatakan sektor pertanian masih memiliki peran penting bagi perekonomian sekaligus ketahanan pangan Pemalang. Sejumlah komoditas unggulan daerah antara lain padi, jagung, nanas, mangga, kentang dan melinjo.
Khusus padi, berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, produksi gabah kering Pemalang pada 2024 mencapai 431.329 ton. Sementara produksi beras mencapai 242.289 ton.
Pada 2025, produksi pertanian sempat terdampak perubahan iklim yang menyebabkan penurunan luas panen dan produktivitas. Namun, kondisi tersebut mulai membaik pada 2026.
Untuk periode Januari-September 2026, produktivitas padi Pemalang tercatat sekitar 5,3 ton per hektare dengan hasil beras mencapai 185.000 ton.
Tahun ini Pemkab Pemalang menargetkan luas tanam padi mencapai 109.497 hektare dan luas panen 80.007 hektare. Produktivitas ditargetkan mencapai 5,7 ton gabah per hektare.
Di Desa Kedungbanjar sendiri, sekitar 417 hektare lahan padi dikelola oleh lima kelompok tani. Panen yang berlangsung hari ini dilakukan di lahan Kelompok Tani Utama Sembung seluas 45 hektare.
Produktivitas di lahan tersebut diperkirakan mencapai 7,2 ton gabah kering panen per hektare.
Selain persoalan lahan, Pemalang juga masih membutuhkan dukungan sarana produksi dan alat mesin pertanian. Nurkholes menyebut pemerintah daerah mendapatkan dukungan berupa sejumlah alsintan, seperti combine harvester, traktor, pompa air, cultivator dan peralatan pertanian lainnya.
Penyaluran pupuk bersubsidi hingga Agustus 2026 juga terus berjalan. Realisasi penyaluran urea disebut telah mencapai 64 persen, sedangkan NPK mencapai 68 persen.
Nurkholes berharap dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus diperkuat, terutama untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pertanian.
Menurut dia, panen raya harus menjadi momentum untuk mempercepat tanam, meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberadaan lahan sawah.
“Semoga panen ini menjadi pertanda hasil yang melimpah, harga yang baik, petani yang sejahtera dan semakin kuatnya ketahanan pangan Kabupaten Pemalang serta Jawa Tengah,” tutupnya.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD












