KANAL PEMALANG — Jawa Tengah menyumbang sekitar 15,6 persen produksi gabah nasional. Besarnya kontribusi tersebut membuat Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta pemerintah daerah dan petani menjaga lahan sawah agar tidak terus beralih fungsi.
Luthfi mengatakan produksi gabah Jawa Tengah pada tahun ini menunjukkan capaian yang cukup besar. Hingga Agustus 2026, produksi gabah Jawa Tengah telah mencapai 6,69 juta ton.
“Artinya kita sudah 63 persen kebutuhan target nasional terpenuhi,” kata Luthfi saat memanen padi di Desa Kedungbanjar, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Kamis (3/9/2026).
Dia mengatakan capaian tersebut masih akan bertambah karena produksi padi masih berlangsung hingga akhir tahun. Karena itu, Luthfi meminta seluruh pemerintah kabupaten/kota ikut menjaga lahan pertanian yang menjadi penopang produksi pangan.
Menurut dia, keberadaan sawah tidak hanya berkaitan dengan kepentingan petani, tetapi juga ketahanan pangan Jawa Tengah dan nasional.
“Sawah para petani, kemudian kepala desa di seluruh kabupaten/kota termasuk Pemalang harus kita pertahankan, tidak boleh beralih fungsi,” tegasnya.
Luthfi mengingatkan agar lahan pertanian produktif tidak berubah menjadi kawasan bangunan maupun industri. Menurut dia, mempertahankan lahan sawah menjadi bagian penting untuk memastikan produksi pangan tetap berjalan.
Dia menyebut pemerintah memiliki target untuk mempertahankan 87 persen luas baku lahan yang masuk dalam kawasan perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan.
Luthfi mengatakan Jawa Tengah termasuk provinsi yang progres dalam penyelesaian regulasi perlindungan lahan pertanian. Hingga saat ini, sekitar 88 persen regulasi daerah terkait perlindungan lahan tersebut telah selesai.
Pemalang juga disebut telah mencapai sekitar 88 persen dalam penyelesaian regulasi tersebut.
Selain persoalan lahan, Luthfi menyoroti kondisi produksi padi yang dipengaruhi musim dan perubahan cuaca. Pada 2024, curah hujan yang tinggi menyebabkan sejumlah daerah mengalami banjir, tetapi kondisi tersebut juga memberikan keuntungan bagi petani yang dapat melakukan penanaman hingga dua atau tiga kali.
Sementara memasuki musim kemarau, persoalan ketersediaan air menjadi tantangan tersendiri bagi petani.
Karena itu, Luthfi meminta pemerintah daerah memastikan kebutuhan petani selama periode produksi hingga akhir tahun dapat terpenuhi.
“Lima bulan ini saya minta, di antaranya Pak Plt Bupati Pemalang, tolong petaninya kurang apa, minta apa, dipenuhi,” titahnya.
Dia mengatakan dukungan pemerintah dapat diberikan dalam bentuk alat dan sarana pertanian untuk membantu petani mempertahankan produksi.
Luthfi berharap panen raya yang berlangsung di berbagai daerah Jawa Tengah menjadi momentum untuk menjaga posisi provinsi tersebut sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
Dia juga mengajak generasi muda dan masyarakat desa untuk ikut menjaga sektor pertanian agar sawah produktif tidak semakin menyusut.
Menurut Luthfi, peningkatan kesejahteraan petani harus berjalan beriringan dengan perlindungan lahan. Dengan demikian, produksi pangan dapat terus dijaga sekaligus memastikan pertanian tetap menjadi sumber penghidupan masyarakat pedesaan.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













