Jateng Sumbang 15,6 Persen Gabah Nasional, Ahmad Luthfi Ingatkan Sawah Jangan Beralih Fungsi

- Jurnalis

Kamis, 3 September 2026 - 10:07 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi panen padi di lahan sawah Desa Kedungbanjar, Kamis (3/9/26).

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi panen padi di lahan sawah Desa Kedungbanjar, Kamis (3/9/26).

KANAL PEMALANGJawa Tengah menyumbang sekitar 15,6 persen produksi gabah nasional. Besarnya kontribusi tersebut membuat Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta pemerintah daerah dan petani menjaga lahan sawah agar tidak terus beralih fungsi.

Luthfi mengatakan produksi gabah Jawa Tengah pada tahun ini menunjukkan capaian yang cukup besar. Hingga Agustus 2026, produksi gabah Jawa Tengah telah mencapai 6,69 juta ton.

“Artinya kita sudah 63 persen kebutuhan target nasional terpenuhi,” kata Luthfi saat memanen padi di Desa Kedungbanjar, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Kamis (3/9/2026).

Dia mengatakan capaian tersebut masih akan bertambah karena produksi padi masih berlangsung hingga akhir tahun. Karena itu, Luthfi meminta seluruh pemerintah kabupaten/kota ikut menjaga lahan pertanian yang menjadi penopang produksi pangan.

Menurut dia, keberadaan sawah tidak hanya berkaitan dengan kepentingan petani, tetapi juga ketahanan pangan Jawa Tengah dan nasional.

Sawah para petani, kemudian kepala desa di seluruh kabupaten/kota termasuk Pemalang harus kita pertahankan, tidak boleh beralih fungsi,” tegasnya.

Baca Juga :  Internet Rakyat Hadir Di Pemalang, Bagini Cara Daftarnya

Luthfi mengingatkan agar lahan pertanian produktif tidak berubah menjadi kawasan bangunan maupun industri. Menurut dia, mempertahankan lahan sawah menjadi bagian penting untuk memastikan produksi pangan tetap berjalan.

Dia menyebut pemerintah memiliki target untuk mempertahankan 87 persen luas baku lahan yang masuk dalam kawasan perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan.

Luthfi mengatakan Jawa Tengah termasuk provinsi yang progres dalam penyelesaian regulasi perlindungan lahan pertanian. Hingga saat ini, sekitar 88 persen regulasi daerah terkait perlindungan lahan tersebut telah selesai.

Pemalang juga disebut telah mencapai sekitar 88 persen dalam penyelesaian regulasi tersebut.

Selain persoalan lahan, Luthfi menyoroti kondisi produksi padi yang dipengaruhi musim dan perubahan cuaca. Pada 2024, curah hujan yang tinggi menyebabkan sejumlah daerah mengalami banjir, tetapi kondisi tersebut juga memberikan keuntungan bagi petani yang dapat melakukan penanaman hingga dua atau tiga kali.

Baca Juga :  KPK OTT Bupati Pemalang, Pemeriksaan Maraton Digelar di Polres

Sementara memasuki musim kemarau, persoalan ketersediaan air menjadi tantangan tersendiri bagi petani.

Karena itu, Luthfi meminta pemerintah daerah memastikan kebutuhan petani selama periode produksi hingga akhir tahun dapat terpenuhi.

“Lima bulan ini saya minta, di antaranya Pak Plt Bupati Pemalang, tolong petaninya kurang apa, minta apa, dipenuhi,” titahnya.

Dia mengatakan dukungan pemerintah dapat diberikan dalam bentuk alat dan sarana pertanian untuk membantu petani mempertahankan produksi.

Luthfi berharap panen raya yang berlangsung di berbagai daerah Jawa Tengah menjadi momentum untuk menjaga posisi provinsi tersebut sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

Dia juga mengajak generasi muda dan masyarakat desa untuk ikut menjaga sektor pertanian agar sawah produktif tidak semakin menyusut.

Menurut Luthfi, peningkatan kesejahteraan petani harus berjalan beriringan dengan perlindungan lahan. Dengan demikian, produksi pangan dapat terus dijaga sekaligus memastikan pertanian tetap menjadi sumber penghidupan masyarakat pedesaan.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bilik Liar Kembali Bermunculan di Pantai Cemoro Sewu, Satpol PP Pemalang Temukan Kondom dan Pasangan Bukan Suami Istri
Antisipasi Gagal Panen, Jateng Siapkan Perlindungan untuk 10.000 Hektare Sawah
Pemprov Jateng Siapkan Rp147,6 Miliar untuk Pertanian, Pemalang Kebagian Rp5,24 Miliar
Harga Gabah Pemalang Tembus Rp8.500/Kg, Tapi Sawah Terus Menyusut
Jaga Produksi Padi Pemalang, Ahmad Luthfi Bantu 200 Pompa dan 13 Paket Irigasi
Temuan Benda Mirip Belatung, MBG di SMA Negeri 1 Belik Pemalang Dihentikan Sementara
Ogoh-ogoh Mirip Bupati Pemalang Nonaktif Diubah, Camat Pulosari Bantah Melarang
Polisi Sebut Hasil Autopsi Jadi Kunci Penyebab Kematian Al Fian Siswa SMP di Pemalang Korban Perundungan

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 11:48 WIB

Antisipasi Gagal Panen, Jateng Siapkan Perlindungan untuk 10.000 Hektare Sawah

Kamis, 3 September 2026 - 11:22 WIB

Pemprov Jateng Siapkan Rp147,6 Miliar untuk Pertanian, Pemalang Kebagian Rp5,24 Miliar

Kamis, 3 September 2026 - 10:57 WIB

Harga Gabah Pemalang Tembus Rp8.500/Kg, Tapi Sawah Terus Menyusut

Kamis, 3 September 2026 - 10:32 WIB

Jaga Produksi Padi Pemalang, Ahmad Luthfi Bantu 200 Pompa dan 13 Paket Irigasi

Kamis, 3 September 2026 - 10:07 WIB

Jateng Sumbang 15,6 Persen Gabah Nasional, Ahmad Luthfi Ingatkan Sawah Jangan Beralih Fungsi

Berita Terbaru

Konsep Green Campus mulai diterapkan di Unikal yang diawali dengan kegiatan peningkatan kapasitas, Kamis (10/9/26). Foto: Istimewa

Kota Pekalongan

Universitas Pekalongan Mulai Bangun Green Campus

Kamis, 10 Sep 2026 - 13:42 WIB