Harga Gabah Pemalang Tembus Rp8.500/Kg, Tapi Sawah Terus Menyusut

- Jurnalis

Kamis, 3 September 2026 - 10:57 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Plt Bupati Pemalang Nurkholes saat mendampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi saat menjajal mesin panen padi di lahan sawah Desa Kedungbanjar, Kamis (3/9/26).

Plt Bupati Pemalang Nurkholes saat mendampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi saat menjajal mesin panen padi di lahan sawah Desa Kedungbanjar, Kamis (3/9/26).

KANAL PEMALANG — Harga gabah kering panen (GKP) di Kabupaten Pemalang saat ini berada di kisaran Rp7.500 hingga Rp8.500 per kilogram. Harga tersebut jauh di atas harga pembelian pemerintah (HPP) GKP yang berada di angka Rp6.500 per kilogram.

Plt Bupati Pemalang Nurkholes mengatakan kondisi harga gabah tersebut menjadi kabar baik bagi petani karena dapat mendorong peningkatan pendapatan setelah musim panen.

“Saat ini harga GKP juga baik, berada pada kisaran Rp7.500 sampai dengan Rp8.500 per kilogram, di atas harga pembelian pemerintah GKP sebesar Rp6.500 per kilogram,” kata Nurkholes saat panen padi di Desa Kedungbanjar, Kecamatan Taman, Kamis (3/9/2026).

Namun, di tengah harga gabah yang relatif tinggi, Pemalang menghadapi persoalan lain yang tidak kalah serius, yakni berkurangnya luas lahan sawah.

Nurkholes menyebut luas baku sawah di Kabupaten Pemalang turun dari 34.081 hektare pada 2024 menjadi 32.235 hektare pada 2025. Artinya, dalam satu tahun terdapat pengurangan sekitar 1.846 hektare luas baku sawah.

Menurut Nurkholes, penyusutan lahan menjadi tantangan bagi Pemalang dalam menjaga produksi pangan. Karena itu, peningkatan produktivitas harus berjalan bersamaan dengan upaya mempertahankan lahan pertanian yang masih ada.

Baca Juga :  Avanza Hantam Truk Misterius di Tol Pemalang, Satu Penumpang Tewas

“Selain ditingkatkan produktivitas, kita perlu bersama-sama menjaga lahan pertanian yang ada, memperluas irigasi, memperluas penggunaan teknologi, serta meningkatkan efisiensi usaha tani,” ujarnya.

Nurkholes mengatakan sektor pertanian masih memiliki peran penting bagi perekonomian sekaligus ketahanan pangan Pemalang. Sejumlah komoditas unggulan daerah antara lain padi, jagung, nanas, mangga, kentang dan melinjo.

Khusus padi, berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, produksi gabah kering Pemalang pada 2024 mencapai 431.329 ton. Sementara produksi beras mencapai 242.289 ton.

Pada 2025, produksi pertanian sempat terdampak perubahan iklim yang menyebabkan penurunan luas panen dan produktivitas. Namun, kondisi tersebut mulai membaik pada 2026.

Untuk periode Januari-September 2026, produktivitas padi Pemalang tercatat sekitar 5,3 ton per hektare dengan hasil beras mencapai 185.000 ton.

Tahun ini Pemkab Pemalang menargetkan luas tanam padi mencapai 109.497 hektare dan luas panen 80.007 hektare. Produktivitas ditargetkan mencapai 5,7 ton gabah per hektare.

Baca Juga :  Korban Kedua Atlet Dayung Pemalang Ditemukan Tewas, Operasi Pencarian Resmi Ditutup

Di Desa Kedungbanjar sendiri, sekitar 417 hektare lahan padi dikelola oleh lima kelompok tani. Panen yang berlangsung hari ini dilakukan di lahan Kelompok Tani Utama Sembung seluas 45 hektare.

Produktivitas di lahan tersebut diperkirakan mencapai 7,2 ton gabah kering panen per hektare.

Selain persoalan lahan, Pemalang juga masih membutuhkan dukungan sarana produksi dan alat mesin pertanian. Nurkholes menyebut pemerintah daerah mendapatkan dukungan berupa sejumlah alsintan, seperti combine harvester, traktor, pompa air, cultivator dan peralatan pertanian lainnya.

Penyaluran pupuk bersubsidi hingga Agustus 2026 juga terus berjalan. Realisasi penyaluran urea disebut telah mencapai 64 persen, sedangkan NPK mencapai 68 persen.

Nurkholes berharap dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus diperkuat, terutama untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pertanian.

Menurut dia, panen raya harus menjadi momentum untuk mempercepat tanam, meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberadaan lahan sawah.

“Semoga panen ini menjadi pertanda hasil yang melimpah, harga yang baik, petani yang sejahtera dan semakin kuatnya ketahanan pangan Kabupaten Pemalang serta Jawa Tengah,” tutupnya.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bilik Liar Kembali Bermunculan di Pantai Cemoro Sewu, Satpol PP Pemalang Temukan Kondom dan Pasangan Bukan Suami Istri
Antisipasi Gagal Panen, Jateng Siapkan Perlindungan untuk 10.000 Hektare Sawah
Pemprov Jateng Siapkan Rp147,6 Miliar untuk Pertanian, Pemalang Kebagian Rp5,24 Miliar
Jaga Produksi Padi Pemalang, Ahmad Luthfi Bantu 200 Pompa dan 13 Paket Irigasi
Jateng Sumbang 15,6 Persen Gabah Nasional, Ahmad Luthfi Ingatkan Sawah Jangan Beralih Fungsi
Temuan Benda Mirip Belatung, MBG di SMA Negeri 1 Belik Pemalang Dihentikan Sementara
Ogoh-ogoh Mirip Bupati Pemalang Nonaktif Diubah, Camat Pulosari Bantah Melarang
Polisi Sebut Hasil Autopsi Jadi Kunci Penyebab Kematian Al Fian Siswa SMP di Pemalang Korban Perundungan

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 16:40 WIB

Bilik Liar Kembali Bermunculan di Pantai Cemoro Sewu, Satpol PP Pemalang Temukan Kondom dan Pasangan Bukan Suami Istri

Kamis, 3 September 2026 - 11:48 WIB

Antisipasi Gagal Panen, Jateng Siapkan Perlindungan untuk 10.000 Hektare Sawah

Kamis, 3 September 2026 - 11:22 WIB

Pemprov Jateng Siapkan Rp147,6 Miliar untuk Pertanian, Pemalang Kebagian Rp5,24 Miliar

Kamis, 3 September 2026 - 10:57 WIB

Harga Gabah Pemalang Tembus Rp8.500/Kg, Tapi Sawah Terus Menyusut

Kamis, 3 September 2026 - 10:32 WIB

Jaga Produksi Padi Pemalang, Ahmad Luthfi Bantu 200 Pompa dan 13 Paket Irigasi

Berita Terbaru