KANAL KENDAL – Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI) PUK KEK dan Pelabuhan Kabupaten Kendal menyatakan sikap menolak aksi demonstrasi yang digelar di kawasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal.
Mereka khawatir aksi tersebut mengganggu aktivitas industri hingga berdampak pada investasi dan perekonomian warga.
Perwakilan SPTI PUK KEK Kabupaten Kendal, David, mengatakan keberadaan KEK memiliki peran penting bagi masyarakat sekitar, terutama warga Desa Wonorejo.
Menurutnya, geliat investasi di kawasan tersebut tidak hanya membuka lapangan pekerjaan bagi tenaga kerja formal. Aktivitas industri juga ikut menggerakkan roda ekonomi masyarakat di sektor informal.
“Keberadaan KEK memberikan dampak positif bagi masyarakat. Tidak hanya tenaga kerja formal, tetapi juga pedagang, pelaku UMKM hingga sektor angkutan barang ikut merasakan manfaat dari aktivitas kawasan,” kata David, Kamis (17/9/2026) malam.
Dia menilai keberlangsungan aktivitas industri di KEK berkaitan erat dengan sumber penghasilan masyarakat. Semakin banyak aktivitas perusahaan, semakin banyak pula sektor pendukung yang ikut bergerak.
Hal serupa disampaikan Bendahara SPTI, Hisyam. Dia berharap seluruh pihak dapat ikut menjaga keamanan dan kondusivitas kawasan.
“Yang menjadi perhatian kami adalah bagaimana aktivitas ekonomi dan lapangan pekerjaan masyarakat tetap berjalan. Jangan sampai ada persoalan yang kemudian berdampak kepada pekerja dan masyarakat sekitar,” ujarnya.
SPTI menyebut penyampaian aspirasi merupakan hal yang dapat dilakukan. Namun, mereka berharap setiap aksi berlangsung tertib dan tidak mengganggu aktivitas perusahaan maupun masyarakat.
Mereka mendorong persoalan yang muncul di kawasan KEK diselesaikan melalui komunikasi dan mekanisme yang tersedia.
Kepala Desa Wonorejo juga berharap kegiatan investasi di wilayahnya dapat berjalan aman dan kondusif.
Menurutnya, jika memang terdapat persoalan atau kekurangan dalam pengelolaan kawasan, masyarakat maupun pihak terkait dapat menyampaikannya melalui jalur komunikasi.
“Kalau memang ada kekurangan, sebaiknya diselesaikan melalui jalur yang lebih baik dan komunikasi, sehingga tidak mengganggu aktivitas investasi maupun masyarakat,” terangnya.
Dalam pernyataannya, SPTI juga mengungkapkan kekhawatiran adanya kemungkinan aksi demonstrasi dimanfaatkan oknum atau pihak tertentu untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.
Namun, dugaan tersebut masih sebatas kekhawatiran dari pihak SPTI. Apabila ada dugaan kepentingan tertentu di balik aksi, hal tersebut perlu dibuktikan berdasarkan fakta.
SPTI menegaskan sikap mereka bukan semata-mata soal keberadaan aksi demonstrasi. Perhatian utama mereka adalah keberlangsungan aktivitas ekonomi, lapangan pekerjaan dan keamanan kawasan KEK Kendal.
Mereka berharap semua pihak dapat mengedepankan dialog dalam menyampaikan aspirasi.
Dengan komunikasi yang baik, SPTI berharap kepentingan pekerja, masyarakat, dunia usaha, maupun pihak yang menyampaikan aspirasi tetap dapat berjalan tanpa mengganggu kondusivitas KEK Kendal.
Penulis : Tim Redaksi
Editor : MAD












