KANAL PEKALONGAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pekalongan kembali memicu kepanikan. Pasalnya sejumlah siswa di dua sekolah di Kecamatan Karangdadap dilaporkan mengalami mual dan muntah usai mengonsumsi menu yang diberikan, Senin (3/8/2026). Menyusul insiden tersebut, distribusi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani wilayah itu dihentikan sementara.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan makanan bermasalah terjadi di SMP Negeri 1 Karangdadap dan SD Negeri Kalilembu. Menu yang ditengarai menjadi penyebab adalah olahan daging dan ayam yang disebut telah berbau dan tidak layak konsumsi.
Salah seorang wali murid SMP Negeri 1 Karangdadap yang meminta identitasnya tidak disebutkan mengaku anaknya mengalami mual dan muntah setelah menyantap menu MBG. Kondisi itu membuat anaknya tidak masuk sekolah keesokan harinya.
“Anak saya mual muntah setelah makan MBG. Besoknya tidak berangkat sekolah karena masih istirahat di rumah. Anak saya kelas dua,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (6/8/2026).
Pengakuan serupa disampaikan wali murid SD Negeri Kalilembu yang juga meminta namanya dimunculkan. Ia mengatakan anaknya justru tidak sempat memakan lauk yang disediakan karena makanan dibawa pulang.
Setelah mencicipi sendiri menu tersebut di rumah, ia mengaku menemukan rasa dan aroma yang tidak normal pada lauk yang disajikan.
“Anak saya tidak sempat makan di sekolah karena makanannya dibawa pulang. Saya coba mencicipi sendiri, dagingnya memang rasanya basi. Pantas saja anak saya tidak mau makan,” katanya.
Ia juga menyebut aroma ayam yang disajikan sudah tidak sedap sehingga akhirnya dibuang.
“Selain dagingnya secuil, ayamnya juga sudah bau. Begitu dicicipi rasanya aneh dan aromanya sudah berbau, akhirnya saya buang,” tuturnya.
Pasca kejadian tersebut, tim dari Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Jawa Tengah mendatangi SMP Negeri 1 Karangdadap pada Kamis (6/8/2026) untuk melakukan penelusuran.
Bagian Tata Usaha SMP Negeri 1 Karangdadap, yang meminta hanya disebut Bu Pur, membenarkan adanya kunjungan tersebut.
“Dari BGN Provinsi tadi datang ke sini terkait MBG kemarin. Datangnya sekitar jam 10, pulangnya sekitar jam 11. Mereka hanya menanyakan kronologi kejadian. Untuk hasilnya kami tidak tahu karena anak-anak sudah kembali masuk kelas,” ujarnya.
Menurutnya, saat makanan dibagikan pada hari kejadian, beberapa siswa sempat mencicipi lauk yang disajikan sebelum akhirnya diketahui rasanya tidak wajar.
“Sudah sempat dibagikan. Terus ada yang mencicipi kok rasanya kurang seperti itu, akhirnya makanan ditarik lagi dan dikembalikan ke SPPG,” jelasnya.
Ia juga menyebut operasional SPPG yang memasok makanan ke sekolah tersebut untuk sementara dihentikan.
“SPPG-nya di sebelah timur sini. Sekarang tutup, sepertinya disuspend sekitar 20 hari. Hari ini sudah tidak ada pengiriman makanan,” katanya.
Sementara itu, Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Pekalongan, Nauf Mawla Sidqi, belum memberikan tanggapan terkait dugaan makanan basi tersebut. Saat dihubungi, ia sempat meminta agar mengirim pesan di WhatsApp.
“WA dulu ya pak,” tulisnya singkat.
Namun setelah permintaan dipenuhi, yang bersangkutan tidak lagi memberikan respon atau mengabaikan permintaan konfirmasi sehingga tidak ada kejelasan lebih lanjut.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













