Disebut Menu Olahan Daging dan Ayam Basi Bikin Siswa Mual, Distribusi MBG di Karangdadap Disetop Sementara

- Jurnalis

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:06 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Sejumlah siswa di dua sekolah yang ada di Kecamatan Karangdadap mengalami mual dan muntah setelah diduga menyantap menu MBG pada Senin 3 Agustus 2026. Foto : Ilustrasi AI

Sejumlah siswa di dua sekolah yang ada di Kecamatan Karangdadap mengalami mual dan muntah setelah diduga menyantap menu MBG pada Senin 3 Agustus 2026. Foto : Ilustrasi AI

KANAL PEKALONGAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pekalongan kembali memicu kepanikan. Pasalnya sejumlah siswa di dua sekolah di Kecamatan Karangdadap dilaporkan mengalami mual dan muntah usai mengonsumsi menu yang diberikan, Senin (3/8/2026). Menyusul insiden tersebut, distribusi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani wilayah itu dihentikan sementara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan makanan bermasalah terjadi di SMP Negeri 1 Karangdadap dan SD Negeri Kalilembu. Menu yang ditengarai menjadi penyebab adalah olahan daging dan ayam yang disebut telah berbau dan tidak layak konsumsi.

Salah seorang wali murid SMP Negeri 1 Karangdadap yang meminta identitasnya tidak disebutkan mengaku anaknya mengalami mual dan muntah setelah menyantap menu MBG. Kondisi itu membuat anaknya tidak masuk sekolah keesokan harinya.

“Anak saya mual muntah setelah makan MBG. Besoknya tidak berangkat sekolah karena masih istirahat di rumah. Anak saya kelas dua,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (6/8/2026).

Pengakuan serupa disampaikan wali murid SD Negeri Kalilembu yang juga meminta namanya dimunculkan. Ia mengatakan anaknya justru tidak sempat memakan lauk yang disediakan karena makanan dibawa pulang.

Baca Juga :  Belum Ada Motif, Polisi Masih Tunggu Kesaksian Korban Selamat Ungkap Misteri Penusukan Maut di Tratebang

Setelah mencicipi sendiri menu tersebut di rumah, ia mengaku menemukan rasa dan aroma yang tidak normal pada lauk yang disajikan.

“Anak saya tidak sempat makan di sekolah karena makanannya dibawa pulang. Saya coba mencicipi sendiri, dagingnya memang rasanya basi. Pantas saja anak saya tidak mau makan,” katanya.

Ia juga menyebut aroma ayam yang disajikan sudah tidak sedap sehingga akhirnya dibuang.

“Selain dagingnya secuil, ayamnya juga sudah bau. Begitu dicicipi rasanya aneh dan aromanya sudah berbau, akhirnya saya buang,” tuturnya.

Pasca kejadian tersebut, tim dari Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Jawa Tengah mendatangi SMP Negeri 1 Karangdadap pada Kamis (6/8/2026) untuk melakukan penelusuran.

Bagian Tata Usaha SMP Negeri 1 Karangdadap, yang meminta hanya disebut Bu Pur, membenarkan adanya kunjungan tersebut.

“Dari BGN Provinsi tadi datang ke sini terkait MBG kemarin. Datangnya sekitar jam 10, pulangnya sekitar jam 11. Mereka hanya menanyakan kronologi kejadian. Untuk hasilnya kami tidak tahu karena anak-anak sudah kembali masuk kelas,” ujarnya.

Baca Juga :  Food Bank Pekalongan Kantongi Komitmen Empat Dapur MBG, 470 Sasaran Prioritas di 27 Kelurahan Bakal Terdistribusi

Menurutnya, saat makanan dibagikan pada hari kejadian, beberapa siswa sempat mencicipi lauk yang disajikan sebelum akhirnya diketahui rasanya tidak wajar.

“Sudah sempat dibagikan. Terus ada yang mencicipi kok rasanya kurang seperti itu, akhirnya makanan ditarik lagi dan dikembalikan ke SPPG,” jelasnya.

Ia juga menyebut operasional SPPG yang memasok makanan ke sekolah tersebut untuk sementara dihentikan.

SPPG-nya di sebelah timur sini. Sekarang tutup, sepertinya disuspend sekitar 20 hari. Hari ini sudah tidak ada pengiriman makanan,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Pekalongan, Nauf Mawla Sidqi, belum memberikan tanggapan terkait dugaan makanan basi tersebut. Saat dihubungi, ia sempat meminta agar mengirim pesan di WhatsApp.

“WA dulu ya pak,” tulisnya singkat.

Namun setelah permintaan dipenuhi, yang bersangkutan tidak lagi memberikan respon atau mengabaikan permintaan konfirmasi sehingga tidak ada kejelasan lebih lanjut.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Percobaan Pembakaran Rumah di Pekalongan Gagal, Pemilik Pergoki Dua Pelaku Kabur
Mahasiswa di Pekalongan Ditemukan Tak Bernyawa di Posko KKN
Setelah Pikir-pikir Ketua Lindu Aji Pekalongan Putuskan Banding atas Vonis 6 Bulan Kasus Gacon
Ketua Ormas Lindu Aji Pekalongan Divonis 6 Bulan, Hakim Soroti Pihak Lain yang Disebut Punya Peran Lebih Besar
Protes ke Pemerintah, Peternak Pekalongan Siap Bagikan 500 Ayam Petelur Gratis ke Warga
Tiang Jaringan WiFi Roboh Timpa Rel, Perjalanan Kereta di Pekalongan Sempat Lumpuh
Polres Pekalongan Tegas Larang Kereta Kelinci Beroperasi di Jalan Raya, Nekat Bakal Ditindak
Investor Korea Selatan Laporkan Dugaan Kasus Perizinan ke Kejari Pekalongan, Mantan Kepala DPMPTSP Ikut Terseret
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:03 WIB

Dugaan Percobaan Pembakaran Rumah di Pekalongan Gagal, Pemilik Pergoki Dua Pelaku Kabur

Selasa, 11 Agustus 2026 - 10:11 WIB

Mahasiswa di Pekalongan Ditemukan Tak Bernyawa di Posko KKN

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:10 WIB

Setelah Pikir-pikir Ketua Lindu Aji Pekalongan Putuskan Banding atas Vonis 6 Bulan Kasus Gacon

Senin, 10 Agustus 2026 - 12:54 WIB

Ketua Ormas Lindu Aji Pekalongan Divonis 6 Bulan, Hakim Soroti Pihak Lain yang Disebut Punya Peran Lebih Besar

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:01 WIB

Protes ke Pemerintah, Peternak Pekalongan Siap Bagikan 500 Ayam Petelur Gratis ke Warga

Berita Terbaru

Banyak klub besar menjadi penguasa domestik di suatu negara, namun dominasi tersebut tidak selalu berasal dari klub besa. Foto : Ilustrasi AI

Olahraga

10 Klub Sepak Bola Penguasa Domestik Negara di Dunia

Senin, 17 Agu 2026 - 07:31 WIB