Puluhan Warga Batang Alami Gejala Keracunan Usai Santap PMT, Balita hingga Lansia Jadi Korban

- Jurnalis

Selasa, 22 September 2026 - 11:50 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Petugas membantu warga Desa Rowobelang, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, yang mengalami gejala mual, muntah, diare dan lemas setelah mengonsumsi PMT dalam kegiatan Posyandu Mawar, Selasa (21/9/2026).

Petugas membantu warga Desa Rowobelang, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, yang mengalami gejala mual, muntah, diare dan lemas setelah mengonsumsi PMT dalam kegiatan Posyandu Mawar, Selasa (21/9/2026).

KANAL BATANG – Sebanyak 34 warga Desa Rowobelang, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, mengalami mual, muntah, diare, sakit perut dan lemas setelah mengonsumsi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dalam kegiatan Posyandu Mawar pada Senin 21 September 2026.

Korban terdiri dari balita hingga lansia. Korban termuda berusia sekitar 18 bulan, sedangkan yang tertua berusia 68 tahun.

Camat Batang Luksono Pramudito mengatakan, kejadian tersebut terjadi setelah kegiatan Posyandu Mawar di Dukuh Rawasuko, Desa Rowobelang, yang mencakup RT 1 dan RT 2 RW 2.

Menurut dia, warga mulai mengalami keluhan pada Senin malam, beberapa jam setelah mengonsumsi makanan tambahan yang dibagikan dalam kegiatan posyandu.

“Jadi indikasinya setelah menyantap PMT. Kondisinya sama semuanya, yaitu mual, muntah, diare,” ungkap Luksono, Selasa (22/9/2026).

PMT yang dibagikan terdiri dari bubur kacang hijau, tahu bacem dan roti tawar. Makanan tersebut dibuat sendiri oleh kader posyandu menggunakan anggaran dana desa.

Luksono mengatakan, sebagian warga mengalami kondisi lemas. Tidak ada korban yang dilaporkan sampai pingsan.

Baca Juga :  Warga Kaliwareng Sebut Cicilan KPR Subsidi Akad Massal Wajar, Tapi Tenor Dinilai Terlalu Panjang

Penanganan kemudian dilakukan secara bertahap. Sebagian warga dibawa ke IGD RS Kalisari, sementara warga dengan kondisi lebih ringan mendapat penanganan dari Puskesmas Batang 3 di Musala Al-Ikhlas.

Kapolsek Batang AKP Ghozali mengatakan, pada Senin malam sekitar pukul 21.00 WIB, sejumlah warga mulai datang untuk mendapatkan pertolongan. Saat itu petugas mulai mengetahui adanya sejumlah warga dengan keluhan yang serupa.

“Sebagian warga diangkut langsung ke IGD di Rumah Sakit Kalisari, sebagian ditangani di Musala Al-Ikhlas ini sama Puskesmas Batang 3,” kata Ghozali.

Menurut Ghozali, sebagian warga sempat tidak bersedia dibawa ke rumah sakit. Petugas kemudian melakukan pendataan dan mendatangi warga berdasarkan daftar penerima PMT.

Dari pendataan tersebut, jumlah warga yang mengalami gejala tercatat sebanyak 34 orang.

Kondisi para korban hingga Selasa masih beragam. Sebagian telah diperbolehkan pulang setelah mendapat perawatan, sementara sebagian lainnya masih menjalani penanganan. Ada pula warga yang baru dibawa ke rumah sakit setelah sebelumnya menjalani perawatan di rumah.

Baca Juga :  Dikira Sudah Padam, Sisa Bara Api Kembali Picu Kebakaran Gudang Kayu di Pekalongan

Salah satu korban adalah Arsya, anak berusia tujuh tahun. Ibunya, Eva Martini (37), mengatakan Arsya mulai mengeluhkan sakit perut setelah mengonsumsi makanan tersebut.

Arsya kemudian mengalami muntah dan diare. Eva mengatakan anaknya mengonsumsi PMT sekitar pukul 14.00 WIB dan mulai mengalami gejala pada malam harinya.

Awalnya Eva mengira kondisi tersebut merupakan sakit biasa dan belum mengetahui adanya warga lain yang mengalami keluhan serupa.

Sementara itu, petugas telah mengamankan sampel makanan untuk pemeriksaan.

Hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab munculnya gejala pada 34 warga tersebut. Dinas Kesehatan masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui kemungkinan sumbernya, termasuk dari bubur kacang hijau, tahu bacem, roti tawar maupun faktor lainnya.

Karena itu, kejadian tersebut masih dalam penanganan dan penyebab pastinya menunggu hasil pemeriksaan dari pihak terkait.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Arsya Bocah di Batang Muntah dan Diare Usai Makan PMT, Ibu Sempat Mengira Sakit Biasa
Terungkap PMT Bikin Puluhan Warga Batang Tumbang Dibagikan Sore, Padahal Kacang Hijau Dimasak Sejak Subuh
Dikira Sudah Padam, Sisa Bara Api Kembali Picu Kebakaran Gudang Kayu di Pekalongan
Gudang Mebel dan Tiga Rumah di Pekalongan Terbakar, Kerugian Rp500 Juta
Tak Hanya Pedagang Sosis yang Dikeroyok, Seorang Penonton Juga Jadi Korban di Karnaval Simbangkulon Pekalongan
Berjalan di Rel, Lansia di Batang Tewas Tertemper KA Kaligung
Korban Kapal Karam di Muara Pelabuhan Pekalongan Dijemput Keluarga
Cerita Dua dari Lima Kapal Masuk Muara Pelabuhan Pekalongan Saat Cuaca Buruk Dilaporkan Karam Digulung Ombak

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 12:41 WIB

Arsya Bocah di Batang Muntah dan Diare Usai Makan PMT, Ibu Sempat Mengira Sakit Biasa

Selasa, 22 September 2026 - 12:15 WIB

Terungkap PMT Bikin Puluhan Warga Batang Tumbang Dibagikan Sore, Padahal Kacang Hijau Dimasak Sejak Subuh

Selasa, 22 September 2026 - 11:50 WIB

Puluhan Warga Batang Alami Gejala Keracunan Usai Santap PMT, Balita hingga Lansia Jadi Korban

Senin, 21 September 2026 - 16:31 WIB

Dikira Sudah Padam, Sisa Bara Api Kembali Picu Kebakaran Gudang Kayu di Pekalongan

Kamis, 17 September 2026 - 09:50 WIB

Gudang Mebel dan Tiga Rumah di Pekalongan Terbakar, Kerugian Rp500 Juta

Berita Terbaru