KANAL PEKALONGAN — Dampak El Nino tahun 2026 membuat pasokan air baku Perumdam Air Minum Tirta Kajen Kabupaten Pekalongan menurun signifikan. Untuk tetap melayani sekitar 30.000 pelanggan, Perumdam menerapkan penggiliran aliran air secara terjadwal.
Kepala Bagian Teknik Perumdam Tirta Kajen menyatakan kemarau tahun ini lebih ekstrem dibandingkan kemarau 2023. Berdasarkan catatan Perumdam, hujan di Kabupaten Pekalongan sudah berhenti sejak 24 Juni 2026, sementara pada 2023 hujan masih terjadi hingga Juli.
“Terik matahari antara 2023 dan 2026 jauh berbeda. Lebih panas tahun ini, sehingga berpotensi menurunkan cadangan air baku,” ujarnya kepada kanalplus.id, Senin (26/10/2026).
Seluruh sumber air yang digunakan Perumdam mengalami penurunan debit. Penurunan paling tajam terjadi pada SPAM Regional Petanglong dari Tirta Utama Jawa Tengah, yakni sekitar 50 persen dari aliran ideal.
Sementara itu, sumur dalam dan sumber air lain menunjukkan penurunan sekitar 35 persen. Perumdam juga mengandalkan air permukaan dan mata air dari Desa Linggoasri di Kecamatan Kajen, Desa Dukuh Sidomukti di Kecamatan Karanganyar, serta Desa Sidoharjo di Kecamatan Doro.
Selain itu, Perumdam memanfaatkan sumur dalam sebagai suplai pendukung di beberapa titik. Sumur tersebut tidak dapat menambah volume air baku secara besar, tetapi membantu membentuk tekanan aliran di dalam jaringan pipa.
Untuk mengatasi keterbatasan pasokan, Perumdam Tirta Kajen memberlakukan penggiliran aliran di wilayah pelayanannya. Pengaturan dilakukan berdasarkan kebutuhan dan tekanan jaringan, bukan pemadaman acak.
Di wilayah Kajen, suplai air diperbesar pada pukul 13.00 hingga 17.00. Setelah pukul 17.00, aliran dialihkan untuk melayani wilayah Karanganyar, Kayugeritan, Wonopringgo, hingga Bojongwungu.
“Kami geser suplainya. Pada jam tertentu aliran bisa sangat kecil sampai tidak mengalir, tetapi akan segera mereka rasakan setelah jam puncak terlewati,” jelasnya.
Perumdam mengakui belum semua dari sekitar 30.000 pelanggan menerima informasi penggiliran secara merata. Namun, pihaknya terus berkomunikasi dengan masyarakat saat melakukan pengaturan aliran.
Perumdam juga menyampaikan apresiasi kepada pelanggan di Kabupaten Pekalongan yang memahami kondisi keterbatasan distribusi air. Masyarakat diharapkan tetap menggunakan air secara hemat, terutama selama puncak kemarau akibat El Nino ini.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD












