PEMALANG, KANALPLUS.ID – Dugaan pengemudi mengalami microsleep atau kehilangan konsentrasi sesaat kembali memicu kecelakaan maut di ruas Tol Pemalang. Sebuah Toyota Avanza menghantam bagian belakang truk yang belum diketahui identitasnya hingga menyebabkan satu penumpang tewas dan empat lainnya terluka.
Kecelakaan terjadi di KM 319+200 jalur B, wilayah Desa Ampelgading, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang, Senin (3/8/2026) sekitar pukul 00.40 WIB.
Korban meninggal dunia adalah Putri Nur Amelia (25), warga Desa Kedungbunder, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon. Ia mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di RS Siaga Medika Pemalang.
Kasatlantas Polres Pemalang, AKP Fitriyanto, mengatakan kecelakaan bermula ketika Toyota Avanza bernomor polisi E 1556 WN melaju dari arah Semarang menuju Jakarta melalui lajur kanan.
Setibanya di lokasi kejadian, pengemudi, Muh Iqbal Alfarizi (29), diduga kehilangan konsentrasi akibat mengantuk sehingga kendaraan oleng ke kiri dan menghantam bumper belakang sebuah truk yang melaju searah.
“Pengemudi diduga kehilangan konsentrasi atau mengantuk, kemudian kendaraan membentur bagian belakang truk,” ujar Fitriyanto.
Benturan keras membuat bagian depan Avanza ringsek. Sementara truk yang terlibat justru meninggalkan lokasi sehingga hingga kini identitas kendaraan maupun pengemudinya masih dalam penyelidikan polisi.
Selain korban meninggal dunia, empat orang mengalami luka-luka, yakni pengemudi Muh Iqbal Alfarizi (29), Sopiyah (52), Adeeva Agni Jovita (10), dan Rustini (26). Seluruh korban telah dievakuasi ke RS Siaga Medika Pemalang untuk mendapatkan perawatan.
Satlantas Polres Pemalang masih menyelidiki kecelakaan tersebut, termasuk menelusuri identitas truk yang diduga terlibat.
Polisi kembali mengingatkan pengguna jalan agar tidak memaksakan diri berkendara saat mengantuk, terutama ketika melintas pada dini hari yang merupakan salah satu waktu paling rawan terjadinya microsleep.
“Jika lelah atau mengantuk, sebaiknya beristirahat di rest area atau tempat istirahat di luar jalan tol. Jangan memaksakan berkendara karena dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” kata Fitriyanto.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













