Polisi Sebut Hasil Autopsi Jadi Kunci Penyebab Kematian Al Fian Siswa SMP di Pemalang Korban Perundungan

- Jurnalis

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:59 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Polisi saat ini masih menunggu hasil autopsi yang diperkirakan akan keluar besok sebagai petunjuk terungkapnya misteri kematian Ahmad Al Fian (14) siswa SMP N 4 Randudongkal yang menjadi korban dugaan perundungan hingga meninggal dunia, Selasa (11/8/26).

Polisi saat ini masih menunggu hasil autopsi yang diperkirakan akan keluar besok sebagai petunjuk terungkapnya misteri kematian Ahmad Al Fian (14) siswa SMP N 4 Randudongkal yang menjadi korban dugaan perundungan hingga meninggal dunia, Selasa (11/8/26).

KANAL PEMALANG – Satu dokumen kini menjadi perhatian dalam penyidikan kematian Ahmad Al Fian (14), siswa SMP Negeri 4 Randudongkal, Kabupaten Pemalang. Polisi masih menunggu hasil resmi autopsi yang diharapkan menjadi petunjuk penting untuk memastikan penyebab kematian korban.

Kasat Reskrim Polres Pemalang AKP Faizal Wildan mengatakan, hasil autopsi resmi dari tim forensik belum diterima penyidik. Namun, dokumen tersebut diperkirakan segera keluar.

“Hasil autopsi secara resminya belum keluar. Tunggu besok ya,” kata Wildan saat dikonfirmasi, Selasa (11/8/2026).

Hasil pemeriksaan forensik tersebut dinilai penting karena polisi saat ini tengah menyempurnakan alat bukti dalam kasus kematian Al Fian.

Terlebih, penyidikan disebut telah mencapai sekitar 90 persen. Polisi juga menyatakan nama-nama yang mengarah sebagai terduga telah mengerucut.

“Sudah mengerucut (jumlah) yang sebagai terduga. Saat ini kita sedang menyempurnakan (alat bukti),” ujar Wildan.

Dengan kondisi tersebut, hasil autopsi berpotensi menjadi salah satu bagian penting dalam menentukan arah akhir penyidikan.

Kasus ini sebelumnya menjadi perhatian setelah Al Fian, siswa baru kelas 7 SMPN 4 Randudongkal, meninggal dunia pada 2 Agustus 2026.

Baca Juga :  KPK Ungkap OTT Bupati Pemalang Terkait Dugaan Korupsi Proyek dan Jual Beli Jabatan

Sebelum meninggal, korban dilaporkan mengalami sakit selama kurang lebih enam hari. Korban juga sempat mengeluhkan nyeri di bagian dada dan pundak serta mengalami muntah darah sebelum akhirnya mendapatkan perawatan intensif di ICU RS Muhammadiyah Mardhatillah Randudongkal.

Dari rangkaian peristiwa tersebut kemudian muncul dugaan adanya perundungan atau kekerasan yang dialami korban.

Untuk mengungkapnya, polisi bergerak dengan memeriksa sejumlah saksi. Sedikitnya 13 orang, termasuk sejumlah siswa dan ibu kandung korban, telah diperiksa secara intensif.

Keterangan para saksi didalami dan dicocokkan dengan fakta yang ditemukan penyidik di lapangan.

Setelah serangkaian pemeriksaan dilakukan, polisi menyebut penyidikan kini hampir rampung.

“Bismillah, penyidikan sudah 90 persen,” kata Wildan.

Meski demikian, polisi belum mengungkap identitas pihak yang telah mengerucut sebagai terduga. Penyidik masih menyempurnakan alat bukti sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya.

Publik kini menunggu hasil autopsi yang dijanjikan segera keluar. Dokumen tersebut diharapkan dapat menjawab pertanyaan paling mendasar dalam kasus ini, apa sebenarnya yang menyebabkan Al Fian meninggal dunia?

Baca Juga :  Menag Ubah Rumah Penyuluh Agama Jadi Pos Layanan Masyarakat, Konsultasi Gratis Dibuka hingga Malam

Jika hasil forensik telah diterima, polisi diperkirakan memiliki gambaran yang lebih lengkap untuk melanjutkan penanganan perkara tersebut.

Kasus kematian Al Fian juga mendorong Pemerintah Kabupaten Pemalang melakukan evaluasi terhadap sistem perlindungan siswa di lingkungan sekolah.

Plt Bupati Pemalang Nurkholes sebelumnya mendatangi SMPN 4 Randudongkal untuk melihat langsung kondisi sekolah serta berdialog dengan pihak sekolah dan sejumlah siswa.

Ia juga mendatangi rumah duka di Desa Semingkir untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

Pemkab Pemalang bersama Dinas Pendidikan kemudian berencana mengevaluasi implementasi Program Sekolah Ramah Anak. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pemasangan CCTV di sejumlah area sekolah yang dinilai membutuhkan pengawasan lebih ketat.

Namun, sebelum seluruh persoalan tersebut terjawab, perhatian kini tertuju pada hasil autopsi dan perkembangan penyidikan polisi yang disebut telah mencapai 90 persen.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bilik Liar Kembali Bermunculan di Pantai Cemoro Sewu, Satpol PP Pemalang Temukan Kondom dan Pasangan Bukan Suami Istri
Antisipasi Gagal Panen, Jateng Siapkan Perlindungan untuk 10.000 Hektare Sawah
Pemprov Jateng Siapkan Rp147,6 Miliar untuk Pertanian, Pemalang Kebagian Rp5,24 Miliar
Harga Gabah Pemalang Tembus Rp8.500/Kg, Tapi Sawah Terus Menyusut
Jaga Produksi Padi Pemalang, Ahmad Luthfi Bantu 200 Pompa dan 13 Paket Irigasi
Jateng Sumbang 15,6 Persen Gabah Nasional, Ahmad Luthfi Ingatkan Sawah Jangan Beralih Fungsi
Temuan Benda Mirip Belatung, MBG di SMA Negeri 1 Belik Pemalang Dihentikan Sementara
Ogoh-ogoh Mirip Bupati Pemalang Nonaktif Diubah, Camat Pulosari Bantah Melarang

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 16:40 WIB

Bilik Liar Kembali Bermunculan di Pantai Cemoro Sewu, Satpol PP Pemalang Temukan Kondom dan Pasangan Bukan Suami Istri

Kamis, 3 September 2026 - 11:48 WIB

Antisipasi Gagal Panen, Jateng Siapkan Perlindungan untuk 10.000 Hektare Sawah

Kamis, 3 September 2026 - 11:22 WIB

Pemprov Jateng Siapkan Rp147,6 Miliar untuk Pertanian, Pemalang Kebagian Rp5,24 Miliar

Kamis, 3 September 2026 - 10:57 WIB

Harga Gabah Pemalang Tembus Rp8.500/Kg, Tapi Sawah Terus Menyusut

Kamis, 3 September 2026 - 10:32 WIB

Jaga Produksi Padi Pemalang, Ahmad Luthfi Bantu 200 Pompa dan 13 Paket Irigasi

Berita Terbaru

Ratusan kelompok atau suku yang mendiami di sudut terpencil di bumi memilih hidup menjauh dari peradaban dan menutup diri dari dunia luar. Foto: Ilustrasi AI

Humaniora

Suku-Suku yang Masih Memilih Terisolasi dari Peradaban

Minggu, 18 Okt 2026 - 06:10 WIB

Pemandangan menakjubkan kepulauan British Island di Karibia yang menjadi salah satu destinasi wisata termahal di dunia. Foto: Ilustrasi AI

Wisata

10 Destinasi Wisata Termahal di Dunia

Sabtu, 17 Okt 2026 - 06:10 WIB