PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Rencana syukuran kelahiran anak ketiga sebuah keluarga di Kelurahan Buaran, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, mendadak batal setelah beredar unggahan di media sosial yang menyebut akan digelar ‘udik-udikan’ atau tebar uang senilai Rp15 juta lengkap dengan hadiah berupa daster hingga ayam.
Informasi yang telanjur viral itu memicu perhatian masyarakat dan membuat keluarga penyelenggara memilih menghentikan seluruh rencana kegiatan demi menghindari kerumunan.
Muhammad Fahrurrozi (35), warga RT 06 RW 02 Kelurahan Buaran sekaligus tuan rumah, mengaku terkejut ketika mengetahui alamat yang tercantum dalam unggahan media sosial sesuai dengan lokasi kediamannya
“Pertama dari postingan di Instagram seperti itu. Dan itu tidak ada sama sekali kebenarannya,” ujar Fahrurrozi saat ditemui kanalplus.id di rumahnya, Jum’at (12/6/2026).
Ia mengatakan keluarganya memang berniat menggelar syukuran atas kelahiran anak ketiga dengan tradisi sederhana berupa udik-udikan menggunakan uang receh sebagaimana lazim dilakukan di lingkungan sekitar.
Namun, rencana tersebut sama sekali tidak seperti narasi yang beredar di media sosial. Pihaknya justru kaget rencana pelaksanaan acara syukuran malah viral di media sosial, padahal dirinya sekeluarga tidak merasa mengunggahnya.
“Iya memang mau syukuran, tapi tidak sebesar itu. Beritanya dibesar-besarkan,” katanya.
Fahrurrozi juga membantah adanya hadiah-hadiah seperti pakaian wanita atau ayam sebagaimana ramai disebut dalam unggahan tersebut.
“Kalau yang dari angka itu enggak benar. Memang sederhana, tidak ada hadiah-hadiah seperti itu,” tegasnya.
Menurut dia, sebelum informasi viral, keluarga bahkan tidak pernah menghitung nominal uang yang akan dibagikan dalam acara udik-udikan itu.
“Ya enggak ngitung, maunya receh biasa gitu, seadanya saja,” ucapnya.
Akibat viralnya informasi tersebut, keluarga akhirnya memutuskan membatalkan seluruh rangkaian udik-udikan dan memilih berbagi rasa syukur dengan tetangga sekitar.
“Jadi kami batalkan acaranya. Dari Polres juga memang menyarankan tidak dilanjutkan dan dibagi saja ke tetangga,” imbuhnya.
Sementara itu, Kapolsek Pekalongan Selatan Kompol Aries Thri Hartantho memastikan informasi mengenai udik-udikan senilai Rp15 juta merupakan kabar bohong.
Pihak kepolisian telah memanggil pemilik hajat untuk melakukan klarifikasi.
“Itu hoaks. Sohibul hajat sudah kami panggil dan yang bersangkutan menyatakan tidak pernah mengirimkan postingan ke media sosial,” ujar Aries.
Ia menjelaskan, keluarga memang akan menggelar tasyakuran kelahiran anak dengan tradisi udik-udikan, namun hanya dalam skala wajar menggunakan uang receh, bukan nominal fantastis sebagaimana ramai diperbincangkan.
“Benar dia akan mengadakan tasyakuran anaknya dan udik-udikan, tapi seperti sewajarnya, pakai uang receh, bukan Rp15 juta seperti postingan di media sosial tersebut,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi kemungkinan masyarakat tetap berdatangan karena terpengaruh informasi viral, Polsek Pekalongan Selatan juga menyiagakan personel di sekitar lokasi.
“Untuk antisipasi kalau ada masyarakat yang datang, saya siagakan personel pengamanan standby di kantor kelurahan,” katanya.
Dari pantauan di lokasi, sejumlah petugas dibantu warga berjaga di area pintu masuk gang demi menghalau ratusan warga yang mulai berdatangan. Petugas lantas berinisiatif memasang pemberitahuan bahwa udik-udikan Rp15 juta itu hoax atau tidak benar.
Alhasil warga dari luar wilayah yang masih terus berdatangan pun kecele, meski kecewa namun warga ynag sudah berkumpul memahami penjelasan petugas yang berjaga. Akhirnya warga bubar bubar meninggalkan lokasi.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD









