Heboh Udik-udikan Rp15 Juta di Pekalongan Ternyata Hoaks, Keluarga Pilih Batalkan Syukuran dan Bagi-bagi ke Tetangga

- Jurnalis

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:13 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Babinsa dibantu warga memasang pemberitahuan yang bertuliskan udik-udikan tidak ada atau hoax di tembok rumah warga agar masyarakat yang terus berdatangan ke lokasi mengetahui informasi yang ada di media sosial tidak benar, Jum'at (12/6/26).

Babinsa dibantu warga memasang pemberitahuan yang bertuliskan udik-udikan tidak ada atau hoax di tembok rumah warga agar masyarakat yang terus berdatangan ke lokasi mengetahui informasi yang ada di media sosial tidak benar, Jum'at (12/6/26).

PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Rencana syukuran kelahiran anak ketiga sebuah keluarga di Kelurahan Buaran, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, mendadak batal setelah beredar unggahan di media sosial yang menyebut akan digelar ‘udik-udikan’ atau tebar uang senilai Rp15 juta lengkap dengan hadiah berupa daster hingga ayam.

Informasi yang telanjur viral itu memicu perhatian masyarakat dan membuat keluarga penyelenggara memilih menghentikan seluruh rencana kegiatan demi menghindari kerumunan.

Muhammad Fahrurrozi (35), warga RT 06 RW 02 Kelurahan Buaran sekaligus tuan rumah, mengaku terkejut ketika mengetahui alamat yang tercantum dalam unggahan media sosial sesuai dengan lokasi kediamannya

“Pertama dari postingan di Instagram seperti itu. Dan itu tidak ada sama sekali kebenarannya,” ujar Fahrurrozi saat ditemui kanalplus.id  di rumahnya, Jum’at (12/6/2026).

Ia mengatakan keluarganya memang berniat menggelar syukuran atas kelahiran anak ketiga dengan tradisi sederhana berupa udik-udikan menggunakan uang receh sebagaimana lazim dilakukan di lingkungan sekitar.

Namun, rencana tersebut sama sekali tidak seperti narasi yang beredar di media sosial. Pihaknya justru kaget rencana pelaksanaan acara syukuran malah viral di media sosial, padahal dirinya sekeluarga tidak merasa mengunggahnya.

Baca Juga :  Dari Kawasan Industri Menjadi Rumah Satwa, Buku Biodiversitas PLTU Batang Ungkap Hasil Penelitian Ekologi 13 Tahun

“Iya memang mau syukuran, tapi tidak sebesar itu. Beritanya dibesar-besarkan,” katanya.

Fahrurrozi juga membantah adanya hadiah-hadiah seperti pakaian wanita atau ayam sebagaimana ramai disebut dalam unggahan tersebut.

“Kalau yang dari angka itu enggak benar. Memang sederhana, tidak ada hadiah-hadiah seperti itu,” tegasnya.

Menurut dia, sebelum informasi viral, keluarga bahkan tidak pernah menghitung nominal uang yang akan dibagikan dalam acara udik-udikan itu.

“Ya enggak ngitung, maunya receh biasa gitu, seadanya saja,” ucapnya.

Akibat viralnya informasi tersebut, keluarga akhirnya memutuskan membatalkan seluruh rangkaian udik-udikan dan memilih berbagi rasa syukur dengan tetangga sekitar.

“Jadi kami batalkan acaranya. Dari Polres juga memang menyarankan tidak dilanjutkan dan dibagi saja ke tetangga,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolsek Pekalongan Selatan Kompol Aries Thri Hartantho memastikan informasi mengenai udik-udikan senilai Rp15 juta merupakan kabar bohong.

Pihak kepolisian telah memanggil pemilik hajat untuk melakukan klarifikasi.

“Itu hoaks. Sohibul hajat sudah kami panggil dan yang bersangkutan menyatakan tidak pernah mengirimkan postingan ke media sosial,” ujar Aries.

Baca Juga :  Paguyuban Mitra MBG Kota Pekalongan Bantah Ajakan Long March 8 Juli, Klaim 8.000 Peserta Disebut Hoaks

Ia menjelaskan, keluarga memang akan menggelar tasyakuran kelahiran anak dengan tradisi udik-udikan, namun hanya dalam skala wajar menggunakan uang receh, bukan nominal fantastis sebagaimana ramai diperbincangkan.

“Benar dia akan mengadakan tasyakuran anaknya dan udik-udikan, tapi seperti sewajarnya, pakai uang receh, bukan Rp15 juta seperti postingan di media sosial tersebut,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi kemungkinan masyarakat tetap berdatangan karena terpengaruh informasi viral, Polsek Pekalongan Selatan juga menyiagakan personel di sekitar lokasi.

“Untuk antisipasi kalau ada masyarakat yang datang, saya siagakan personel pengamanan standby di kantor kelurahan,” katanya.

Dari pantauan di lokasi, sejumlah petugas dibantu warga berjaga di area pintu masuk gang demi menghalau ratusan warga yang mulai berdatangan. Petugas lantas berinisiatif memasang pemberitahuan bahwa udik-udikan Rp15 juta itu hoax atau tidak benar.

Alhasil warga dari luar wilayah yang masih terus berdatangan pun kecele, meski kecewa namun warga ynag sudah berkumpul memahami penjelasan petugas yang berjaga. Akhirnya warga bubar bubar meninggalkan lokasi.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Boarding Kereta di Stasiun Pekalongan Kini Makin Cepat, 123 Ribu Penumpang Beralih ke Scan Wajah
Dari Sekolah Iklim hingga Media Sosial, Strategi BI Tegal Naikkan Kelas UMKM dan Petani Lokal
BI Tegal Masukkan Materi Cinta Rupiah ke SD-SMP, Edukasi Ekonomi Dimulai Sejak Bangku Sekolah
KNTI Usul Sistem Peringatan Dini Cuaca Real Time untuk Nelayan, Dinilai Lebih Efektif daripada Bendera
Touring Nelayan ke Istana Batal, Presiden Tetapkan Harga BBM Khusus Rp15 Ribu per Liter
Menulis Bukan Ospek, 321 Siswa Baru SMAN 1 Pekalongan Awali MPLS dengan Menanam 1.000 Mangrove
Dua Dekade Menemani MPLS di SMPN 1 Pekalongan, Guru Ini Saksikan Perubahan dari Ceramah ke Permainan Interaktif
Serunya Jurnalis Mengajar di MPLS SMPN 1 Pekalongan Bekali Siswa Tangkal Hoaks
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:49 WIB

Boarding Kereta di Stasiun Pekalongan Kini Makin Cepat, 123 Ribu Penumpang Beralih ke Scan Wajah

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:12 WIB

Dari Sekolah Iklim hingga Media Sosial, Strategi BI Tegal Naikkan Kelas UMKM dan Petani Lokal

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:44 WIB

BI Tegal Masukkan Materi Cinta Rupiah ke SD-SMP, Edukasi Ekonomi Dimulai Sejak Bangku Sekolah

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:12 WIB

KNTI Usul Sistem Peringatan Dini Cuaca Real Time untuk Nelayan, Dinilai Lebih Efektif daripada Bendera

Minggu, 19 Juli 2026 - 12:47 WIB

Touring Nelayan ke Istana Batal, Presiden Tetapkan Harga BBM Khusus Rp15 Ribu per Liter

Berita Terbaru