PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Paguyuban Mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kota Pekalongan membantah informasi yang beredar mengenai rencana aksi long march mendukung program MBG pada 8 Juli 2026 di Alun-alun Kota Pekalongan. Informasi yang mengatasnamakan DPD HMD Gemas Kota Pekalongan itu dipastikan tidak berasal dari mitra resmi dan disebut sebagai hoaks.
Ketua Paguyuban Mitra MBG Kota Pekalongan, Supriyono, didampingi Ketua Satgas SPPG Balqis Diab, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada koordinasi maupun pemberitahuan kepada para mitra terkait rencana aksi yang diklaim akan diikuti sekitar 8.000 peserta dari unsur relawan, mitra, yayasan, petani, koperasi, hingga pelaku UMKM se-Kota Pekalongan.
Menurut Supriyono, selama dua hari terakhir dirinya telah menghubungi sejumlah mitra MBG dan pihak terkait untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Hasilnya, tidak satu pun mengetahui asal-usul ajakan aksi tersebut.
“Saya sudah konfirmasi ke beberapa mitra MBG di Kota Pekalongan, semuanya menjawab tidak tahu. Saya juga sudah konfirmasi ke koordinator wilayah SPPI, mereka juga tidak tahu siapa yang membuat informasi itu,” ujarnya kepada wartawan, Senin (30/6/2026).
Ia juga mempertanyakan penggunaan nama DPD HMD Gemas Kota Pekalongan dalam ajakan tersebut. Pasalnya, sejauh yang diketahuinya, kepengurusan organisasi tersebut di Kota Pekalongan belum terbentuk.
“Sepengetahuan kami, DPD Gemas Kota Pekalongan itu belum terbentuk. Kalau memang sudah terbentuk, tentu ada koordinasi dengan para mitra maupun koordinator wilayah SPPI,” katanya.
Supriyono menegaskan, Paguyuban Mitra MBG tidak mempermasalahkan apabila ada masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap program strategis Presiden. Namun, ia menyayangkan apabila dukungan tersebut dilakukan dengan mengatasnamakan mitra MBG tanpa sepengetahuan para pihak yang disebutkan.
“Kalau gerakannya mendukung program pemerintah tentu tidak masalah. Tetapi kalau mengatasnamakan mitra MBG, itu yang tidak bisa. Sampai hari ini kami sebagai Ketua Paguyuban Mitra MBG Kota Pekalongan juga belum tahu siapa pengurus DPD Gemas di Kota Pekalongan,” tegasnya.
Berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan kepada para mitra MBG, Supriyono menyimpulkan informasi mengenai rencana aksi long march tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Saya memastikan, selama dua hari ini sudah komunikasi dengan para tokoh dan mitra MBG di Kota Pekalongan. Tidak satu pun yang mengaku mengetahui informasi itu. Kesimpulannya hoaks,” tutupnya.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













