Warga Simbangkulon Pasang Spanduk Dukung Polisi dan Yakuza, Galang Petisi 2.000 Tanda Tangan Kawal Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di Padepokan Padang Ati Pekalongan

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Spanduk dukungan warga Kelurahan Simbangkulon kepada Yakuza Maneges dan Polisi dalam mengawal dugaan kasus kekerasan seksual yang menyeret pimpinan Padepokan Padang Ati Pekalongan, Selasa (9/6/26). Foto : Istimewa

Spanduk dukungan warga Kelurahan Simbangkulon kepada Yakuza Maneges dan Polisi dalam mengawal dugaan kasus kekerasan seksual yang menyeret pimpinan Padepokan Padang Ati Pekalongan, Selasa (9/6/26). Foto : Istimewa

PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Sejumlah spanduk berisi dukungan terhadap Organisasi Yakuza Maneges dan Polres Pekalongan Kota terpasang di beberapa mulut gang di Kelurahan Simbangkulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan. Aksi tersebut menjadi bentuk solidaritas warga untuk mengawal proses hukum dugaan kasus kekerasan seksual yang menyeret pimpinan Pondok Pesantren Padepokan Padang Ati.

Selain memasang spanduk, warga juga menggalang petisi yang ditargetkan memperoleh sedikitnya 2.000 tanda tangan sebagai dukungan kepada aparat kepolisian agar menuntaskan proses hukum serta memberikan perlindungan kepada korban dan saksi.

Lurah Simbangkulon R Agatha Franky Irawan mengatakan pemasangan spanduk merupakan bentuk ekspresi masyarakat setelah sebelumnya para tokoh masyarakat dan ulama menyatakan penolakan terhadap rencana pembukaan kembali aktivitas pondok pesantren tersebut dalam sebuah rapat pada Jumat lalu.

“Selama ini mungkin ada anggapan Simbangkulon diam. Setelah para tokoh masyarakat menyampaikan sikap, masyarakat kemudian merespons dengan menggelar rapat sendiri dan memutuskan memasang spanduk sebagai bentuk dukungan kepada korban dan saksi,” katanya kepada kanalplus.id, Selasa (9/6/2026) malam.

Menurut Franky, rapat warga bahkan tidak dilaksanakan di kantor kelurahan, melainkan atas inisiatif masyarakat sendiri sebagai bentuk penyampaian aspirasi. Ia menegaskan pesan utama yang ingin disampaikan warga adalah memberikan rasa aman kepada korban maupun saksi yang masih belum berani memberikan keterangan.

Baca Juga :  Kapolres Ungkap Panitia Karnaval di Pekalongan Mengaku Banyak Diteror Usai Aksi Teatrikal Mirip Ritual Satanic Viral

“Harapannya masyarakat yang belum melapor atau belum bersaksi tidak usah takut terhadap intimidasi apa pun karena masyarakat Simbangkulon ada di belakang mereka,” ujarnya.

Franky juga menyebut hingga saat ini tidak ada penolakan dari warga terkait aksi pemasangan spanduk dukungan kepada Yakuza Maneges maupun kepolisian tersebut.

“Kalau dilihat dari masyarakat Simbangkulon sendiri tidak ada yang kontra. Hari ini insyaallah kita sudah bersatu menghormati proses hukum yang berjalan,” katanya.

Selain pemasangan spanduk, warga tengah mengumpulkan petisi berupa tanda tangan masyarakat. Isi petisi tersebut antara lain menyatakan dukungan kepada Polres Pekalongan Kota dalam mengusut kasus sesuai proses hukum yang berlaku, mendukung korban dan saksi, serta menolak segala bentuk intimidasi maupun ancaman terhadap mereka.

Menurut Franky, petisi mulai dikumpulkan sejak Minggu setelah rapat warga dan ditargetkan selesai paling lambat Kamis dengan sasaran sekitar 2.000 tanda tangan.

“Petisi itu nantinya akan kami sampaikan secara resmi ke Polres Kota Pekalongan sebagai bentuk dukungan masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan sebagian korban diketahui pernah menempuh pendidikan di wilayah Simbangkulon sehingga warga merasa memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan dukungan.

“Kalau kami tidak hadir, mereka akan semakin takut karena lingkungan pendidikan mereka ada di wilayah Simbangkulon,” ujarnya.

Baca Juga :  Kekeringan Ancam 39 Desa di Pekalongan, Ratusan Warga Sudah Kesulitan Air Bersih

Sementara itu, Nurul Haq yang mengaku masih memiliki hubungan keluarga dengan KH Ahmad Khalim Fadlun selaku pimpinan Ponpes Padang Ati yang terseret dugaan kasus tersebut memilih tidak memberikan tanggapan atas pemasangan spanduk oleh warga.

“Kita tidak mau mengomentari tentang itu. Masyarakat berkehendak punya ide seperti itu, kita tidak mengomentari,” katanya.

Nurul menegaskan pihak keluarga memilih mengikuti proses yang sedang berjalan dan berharap situasi tetap aman serta kondusif.

“Pada intinya kita mengikuti alur saja. Yang penting suasana aman, kondusif, dan anak-anak tetap tidak berhenti belajar. Itu saja yang penting,” ujarnya.

Ia juga menegaskan dirinya tidak terlibat dalam pengelolaan lembaga maupun aktivitas di Pondok Pesantren Padang Ati. Dirinya hanya menanggapi sebagai bagian dari kerabat saja.

“Saya masih ada hubungan keluarga, tapi saya tidak terlibat sama sekali dengan padepokan dan tidak tahu apa-apa,” katanya.

Hingga kini, proses penanganan dugaan kasus kekerasan seksual yang menyeret pimpinan pondok pesantren tersebut masih berjalan di Polres Pekalongan Kota, sementara masyarakat Simbangkulon menyatakan akan terus mengawal proses hukum melalui dukungan moral dan petisi yang tengah dikumpulkan.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perumdam Tirta Kajen Wacanakan Sistem Genap Ganjil untuk Atasi Krisis Debit Air
PDAM Pekalongan Atasi Gangguan Air Valve di Lima Titik, Debit Air ke Pelanggan Meningkat
Dindik Pekalongan Sebut Lima Anak Terlibat Dugaan Perundungan SDN Langkap 2 Diminta Tanggung Biaya Pengobatan Korban
Siswa SD di Pekalongan Diduga Alami Perundungan, Keluarga Ungkap Kondisi Anak Memburuk
Debit Air Baku di Pekalongan Turun hingga 50 Persen, Perumdam Tirta Kajen Terapkan Penggiliran demi Jaga Air Bersih
Bantuan Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan di Kabupaten Pekalongan Tembus Jutaan Liter
Tiap Tahun Kekeringan, Warga Kesesi Lega Dibantu 18 Ribu Liter Air Bersih
Donasi Gempa NTT dari Pekalongan Tembus Rp127 Juta, Rp60 Juta Sudah Disalurkan

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Perumdam Tirta Kajen Wacanakan Sistem Genap Ganjil untuk Atasi Krisis Debit Air

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:03 WIB

PDAM Pekalongan Atasi Gangguan Air Valve di Lima Titik, Debit Air ke Pelanggan Meningkat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:12 WIB

Dindik Pekalongan Sebut Lima Anak Terlibat Dugaan Perundungan SDN Langkap 2 Diminta Tanggung Biaya Pengobatan Korban

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Siswa SD di Pekalongan Diduga Alami Perundungan, Keluarga Ungkap Kondisi Anak Memburuk

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:55 WIB

Debit Air Baku di Pekalongan Turun hingga 50 Persen, Perumdam Tirta Kajen Terapkan Penggiliran demi Jaga Air Bersih

Berita Terbaru