Korban Padepokan Padang Ati Mengaku Kenali Ciri Suara Batuk Terduga Pelaku Kekerasan Seksual

- Jurnalis

Senin, 6 Juli 2026 - 16:57 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Kasatreskrim Polres Pekalongan Kota AKP Setiyanto saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait perkembangan dugaan kasus kekerasan seksual di Padepokan Padang Ati, Senin (6/7/26).

Kasatreskrim Polres Pekalongan Kota AKP Setiyanto saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait perkembangan dugaan kasus kekerasan seksual di Padepokan Padang Ati, Senin (6/7/26).

PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Salah satu korban berinisial FZ dalam kasus dugaan kekerasan seksual di Padepokan Padang Ati, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, mengaku tidak melihat secara langsung wajah orang yang diduga melakukan persetubuhan terhadap dirinya.

Korban hanya mengaku mengenali salah satu ciri terduga pelaku melalui suara batuk yang didengarnya saat peristiwa diduga terjadi.

Kasatreskrim Polres Pekalongan Kota AKP Setiyanto mengatakan, berdasarkan pemeriksaan terhadap FZ, dugaan peristiwa berlangsung pada malam hari dalam kondisi kamar gelap.

“Korban mengetahui ciri-cirinya dari batuk yang bersangkutan, atau diduga adalah dari AH,” kata AKP Setiyanto.

Baca Juga :  Ditabrak hingga Diserang Pecahan Botol, Pria di Batang Nekat Bacok Mantan Istri di Tengah Jalan

Menurutnya, FZ mengaku peristiwa itu diduga terjadi setelah Lebaran 2025, sekitar April hingga September 2025. Korban menyebut dugaan perbuatan tersebut terjadi hampir sekali dalam sepekan.

Namun, keterangan korban tersebut masih menjadi bagian dari proses pendalaman. Polisi belum menyampaikan kesimpulan akhir mengenai identitas pelaku maupun rangkaian peristiwa yang dilaporkan.

“Perbuatan itu dilakukan pada tengah malam hari dan posisi kamar tanpa ada pandangan lampu, sehingga dia hanya mengenali batuk dari pelaku tersebut,” ujarnya.

Baca Juga :  Dikabarkan Menghilang, Terduga Pelaku Pencabulan Sejumlah Santri di Musala Pekalongan Selatan Belum Masuk DPO

Saat peristiwa diduga terjadi, FZ disebut tidur satu kamar bersama santriwati lain. Namun, berdasarkan pemeriksaan awal, teman-teman korban mengaku tidak mengetahui adanya kejadian tersebut.

Polisi kini masih memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan alat bukti lain untuk menguatkan keterangan korban.

Dalam perkembangan perkara, hasil tes DNA antara AH, FZ, dan anak yang dilahirkan FZ menunjukkan anak tersebut tidak memiliki hubungan biologis dengan AH.

Meski demikian, AKP Setiyanto menegaskan penyelidikan kasus dugaan kekerasan seksual tetap berlanjut dengan menggunakan Undang-Undang Perlindungan Anak.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Celurit Gagal Dipakai Membunuh Perangkat Desa Kalipancur, Gagang Terlepas Saat Akan Digunakan
Pelaku Diduga Sempat Bakar Celana dan Buang Baju untuk Hilangkan Jejak Pembunuhan Perangkat Desa Kalipancur
Motor Korban Dititipkan ke Rumah Pelaku, Polisi Ungkap Hubungan Dekat Sebelum Pembunuhan
Polisi Ungkap Detik-detik Pembunuhan Perangkat Desa Kalipancur, Korban Dicekik lalu Dibenamkan ke Lumpur Sawah
Pembunuh Perangkat Desa Kalipancur Ngaku Sakit Hati Kerap Disuruh-suruh
Selain Jadi Perangkat Desa, Korban Dugaan Pembunuhan di Kalipancur Tiap Malam Jaga UsahaTernak Belut di TKP
Perangkat Desa Kalipancur yang Tewas di Sawah Tinggalkan Istri dan Empat Anak
Sebelum Ditangkap, Sikap Terduga Pelaku Sempat Bikin Kades Curiga dan Ujungnya Mengakui Perbuatannya Setelah Diinterogasi Polisi
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:52 WIB

Celurit Gagal Dipakai Membunuh Perangkat Desa Kalipancur, Gagang Terlepas Saat Akan Digunakan

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:06 WIB

Pelaku Diduga Sempat Bakar Celana dan Buang Baju untuk Hilangkan Jejak Pembunuhan Perangkat Desa Kalipancur

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:38 WIB

Motor Korban Dititipkan ke Rumah Pelaku, Polisi Ungkap Hubungan Dekat Sebelum Pembunuhan

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:09 WIB

Polisi Ungkap Detik-detik Pembunuhan Perangkat Desa Kalipancur, Korban Dicekik lalu Dibenamkan ke Lumpur Sawah

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:54 WIB

Pembunuh Perangkat Desa Kalipancur Ngaku Sakit Hati Kerap Disuruh-suruh

Berita Terbaru

Menteri PKP Maruarar Sirait dalam paparannya di hadapan presiden Prabowo Subianto dalam acara akad massal KPR subsidi di Kabupaten Batang, mewajibkan pengembang menanam minimal satu pohon untuk tiap rumah yang dibangun, Kamis (30/7/26).

Nasional

Menteri PKP Wajibkan Tiap Rumah Subsidi Tanam Satu Pohon

Kamis, 30 Jul 2026 - 20:39 WIB