BATANG, KANALPLUS.ID – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengumumkan kebijakan baru yang mewajibkan setiap rumah subsidi dilengkapi dengan penanaman satu pohon. Aturan itu disampaikan di hadapan Presiden RI Prabowo Subianto saat akad massal KPR subsidi nasional di Perumahan Puri Delta City Side, Desa Kaliwareng, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, Jumat (31/7/2026).
Menurut Maruarar, kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo agar pembangunan perumahan tidak hanya menyediakan hunian, tetapi juga memperhatikan kelestarian lingkungan.
“Mendukung arahan Bapak untuk menjaga lingkungan, maka hari ini kami keluarkan aturan setiap rumah subsidi wajib menanam satu pohon supaya ada penghijauan yang merata,” kata Maruarar.
Ia mengatakan kebijakan itu telah mendapat dukungan penuh dari para pengembang perumahan yang hadir dalam acara tersebut.
“Pengembang setuju semua. Apakah ada yang tertekan? Tidak. Mereka tidak tertekan, mereka setuju,” ujarnya yang disambut tepuk tangan peserta.
Selain program penghijauan, Maruarar juga melaporkan program gentengisasi yang mulai dijalankan pemerintah. Program tersebut menjadi bagian dari target renovasi 400 ribu rumah dan pembangunan 350 ribu rumah subsidi yang diproyeksikan ikut menggerakkan sektor usaha kecil.
Menurutnya, kebijakan tersebut akan memberikan efek berganda terhadap perekonomian karena ikut mendorong permintaan bahan bangunan dan membuka lapangan kerja.
“Ada 400 ribu rumah yang dibedah, ada 350 ribu rumah subsidi. UMKM bergerak, usaha genteng bergerak, ekonomi juga bergerak,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Maruarar juga menjelaskan pemerintah telah memberikan fleksibilitas tenor Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi hingga 40 tahun. Masyarakat, kata dia, juga diberi pilihan masa cicilan sesuai kemampuan, mulai dari 10 tahun, 20 tahun, 25 tahun hingga 40 tahun.
Acara yang dipusatkan di Kabupaten Batang itu menjadi pelaksanaan akad massal KPR subsidi terbesar tahun ini dengan melibatkan 62.710 penerima manfaat secara serentak di seluruh Indonesia. Presiden Prabowo hadir bersama sejumlah menteri, pimpinan lembaga negara, kepala daerah, jajaran perbankan, BP Tapera, serta asosiasi pengembang untuk menyaksikan langsung prosesi akad sebagai bagian dari program pemerintah memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













