KANALPLUS.ID – Profesor atau guru besar merupakan jenjang akademik tertinggi dalam karier dosen di banyak negara. Tak mengherankan jika negara dengan sistem pendidikan tinggi besar biasanya memiliki jumlah profesor yang juga tinggi.
Namun, membuat daftar negara dengan profesor terbanyak di dunia tidak sesederhana menghitung jumlah penduduk. Tidak semua negara menggunakan definisi dan sistem jabatan akademik yang sama.
Karena itu, angka dalam daftar ini merupakan peringkat indikatif, bukan ranking resmi tunggal dunia. Data dibandingkan dari statistik pendidikan tinggi masing-masing negara, dengan tahun pengamatan yang berbeda-beda.
Menariknya, jumlah penduduk ternyata tidak selalu berbanding lurus dengan jumlah profesor. Beberapa negara dengan penduduk relatif kecil memiliki rasio profesor terhadap penduduk jauh lebih tinggi dibanding negara berpenduduk sangat besar.
Berikut gambarannya.
1. China
China menjadi salah satu negara dengan ekosistem akademik terbesar di dunia. Data Kementerian Pendidikan China untuk 2024 mencatat 2,163 juta dosen/tenaga pengajar penuh waktu di pendidikan tinggi. Dari jumlah tersebut, 261.665 orang berada pada jenjang ‘senior professional rank’ atau jabatan profesional akademik senior. Kategori ini merupakan padanan terdekat yang tersedia dalam statistik nasional China dengan jenjang profesor senior, meski tidak identik sepenuhnya dengan istilah profesor di negara Barat.
Dengan populasi sekitar 1,41 miliar jiwa, angka tersebut setara kira-kira 18,6 akademisi senior per 100.000 penduduk.
Besarnya angka China terutama berkaitan dengan skala sistem pendidikan tingginya. China memiliki lebih dari 3.000 institusi pendidikan tinggi dan lebih dari dua juta dosen penuh waktu.
2. Amerika Serikat
Amerika Serikat juga berada di kelompok teratas. Statistik pendidikan tinggi AS menunjukkan bahwa pada 2021 sekitar 26,4 persen faculty full-time berada pada jenjang full professor. Dengan sekitar 842.400 faculty full-time pada 2022, jika proporsi tersebut digunakan sebagai pendekatan, jumlah full professor berada di kisaran 222 ribu orang.
Dengan penduduk sekitar 340,1 juta jiwa, angka tersebut setara kira-kira 65 profesor per 100.000 penduduk.
Rasio ini jauh lebih tinggi dibanding China. Salah satu alasannya adalah struktur perguruan tinggi Amerika yang sangat besar, terutama universitas riset, community college, private university dan berbagai institusi pendidikan tinggi lainnya.
3. India
India memiliki jumlah profesor yang sangat besar karena jumlah perguruan tinggi dan tenaga pengajarnya juga sangat besar.
Menurut AISHE 2021-22, India memiliki sekitar 1,598 juta guru/dosen pendidikan tinggi. Dari jumlah tersebut, 151.407 orang berada pada kategori Professor &Â Equivalent, atau sekitar 9,48 persen dari seluruh tenaga pengajar.
Dengan populasi sekitar 1,45 miliar jiwa, rasio tersebut mencapai sekitar 10,4 profesor per 100.000 penduduk.
Besarnya angka absolut India tidak terlepas dari jumlah penduduknya. India merupakan negara dengan populasi terbesar di dunia dan memiliki sistem pendidikan tinggi yang sangat luas.
4. Jerman
Jerman memiliki jumlah profesor yang relatif tinggi jika dibandingkan dengan jumlah penduduknya.
Data statistik pendidikan tinggi Jerman mencatat 52.078 profesor pada 2024. Sekitar 30 persen di antaranya merupakan perempuan.
Dengan populasi sekitar 83,5 juta jiwa, jumlah tersebut setara sekitar 62,4 profesor per 100.000 penduduk.
Artinya, meskipun jumlah absolut profesor Jerman jauh di bawah China, Amerika Serikat atau India, kepadatan profesornya terhadap jumlah penduduk sangat tinggi.
Salah satu faktor penting adalah tradisi kuat Jerman dalam pendidikan tinggi dan penelitian, dengan universitas, perguruan tinggi teknik serta lembaga penelitian yang memiliki posisi penting dalam sistem pendidikan dan inovasi.
5. Jepang
Jepang juga memiliki basis akademik yang besar. Data MEXT menunjukkan sekitar 191.878 tenaga pengajar penuh waktu di universitas Jepang pada 2023. Dari jumlah tersebut, sekitar 9.917 merupakan akademisi internasional.
Untuk jumlah profesor secara khusus, Jepang tidak mempublikasikan angka nasional dengan format yang benar-benar sebanding dengan data India atau Jerman. Sejumlah estimasi berbasis komposisi jabatan menempatkan jumlah profesor Jepang pada kisaran 67.000–77.000 orang, tetapi angka tersebut harus diperlakukan sebagai estimasi, bukan angka resmi pemerintah.
Dengan populasi sekitar 124 juta jiwa, kisaran tersebut berarti sekitar 54–62 profesor per 100.000 penduduk.
Jepang memiliki jumlah profesor yang tinggi karena sistem universitasnya telah berkembang selama puluhan tahun dan sangat terkait dengan kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi.
6. Prancis
Prancis memiliki sistem akademik yang sedikit berbeda. Pada akhir 2022, pemerintah Prancis mencatat 20.816 professeur des universités, termasuk jalur hospitalo-universitaire. Angka ini merupakan profesor dalam sistem perguruan tinggi negeri yang berada di bawah kementerian terkait.
Pada 2024, jumlah keseluruhan tenaga pengajar di perguruan tinggi negeri mencapai sekitar 93.922 orang, termasuk 55.421 enseignants-chercheurs.
Dengan populasi sekitar 68,6 juta jiwa, 20.816 profesor setara sekitar 30 profesor per 100.000 penduduk.
Angka Prancis lebih sulit dibandingkan langsung dengan negara lain karena struktur professeur des universités dan maître de conférences memiliki sistem karier yang khas.
7. Rusia
Rusia juga mempunyai jumlah profesor yang cukup besar. Data pendidikan tinggi yang tersedia mencatat sekitar 35.039 profesor dari sekitar 223.088 tenaga pengajar perguruan tinggi pada 2020.
Dengan populasi sekitar 143,5 juta jiwa, jumlah tersebut setara sekitar 24 profesor per 100.000 penduduk.
Besarnya basis profesor Rusia berkaitan dengan sejarah panjang negara tersebut dalam pendidikan tinggi, sains dan lembaga penelitian, terutama di bidang matematika, fisika, teknik dan ilmu-ilmu dasar.
8. Inggris
Inggris memiliki sistem perguruan tinggi yang besar, terutama karena keberadaan universitas riset seperti Oxford, Cambridge, Imperial College London dan berbagai universitas besar lainnya.
Data HESA terbaru menunjukkan pada 2024/25 terdapat 26.110 tenaga akademik dengan contract level ‘Professor’. HESA sendiri mengingatkan bahwa angka ini kemungkinan merupakan undercount karena profesor yang sekaligus memegang jabatan struktural senior dapat masuk kategori lain.
Dengan populasi sekitar 69,2 juta jiwa, angka tersebut setara sekitar 37,7 profesor per 100.000 penduduk.
9. Kanada
Kanada memiliki jumlah profesor yang lebih kecil secara absolut, tetapi kepadatannya terhadap jumlah penduduk cukup tinggi.
Statistics Canada mencatat 17.718 full professor dari 48.258 tenaga pengajar penuh waktu di universitas pada 2022/23. Angka itu mencakup sekitar 36,7 persen seluruh tenaga pengajar penuh waktu.
Dengan populasi sekitar 41,3 juta jiwa, jumlah tersebut setara sekitar 42,9 full professor per 100.000 penduduk.
Kanada memiliki rasio tinggi karena jaringan universitas risetnya cukup besar dibandingkan jumlah penduduk.
10. Brasil
Brasil menarik karena sistem pendidikan tingginya sangat besar.
Data Census Pendidikan Tinggi 2023 yang dipublikasikan melalui penelitian berbasis data INEP mencatat 327.966 faculty/dosen perguruan tinggi. Sebanyak 177.599 bekerja di perguruan tinggi negeri dan 150.367 di perguruan tinggi swasta.
Namun, 327.966 bukan jumlah profesor, melainkan seluruh faculty. Karena itu angka ini tidak boleh disamakan langsung dengan jumlah profesor di India, Jerman atau Kanada.
Dengan populasi sekitar 212 juta jiwa, Brasil memiliki sekitar 155 tenaga pengajar perguruan tinggi per 100.000 penduduk.
Data tersebut menunjukkan mengapa Brasil layak masuk dalam pembahasan negara dengan ekosistem akademik terbesar, meskipun jumlah profesor secara spesifik tidak tersedia dalam format yang sebanding.
Lalu bagaimana posisi Indonesia?
Indonesia belum dapat dimasukkan secara aman ke dalam ranking 10 besar dunia karena persoalan ketersediaan data nasional yang benar-benar sebanding.
Data pemerintah menunjukkan jumlah guru besar Indonesia masih relatif kecil dibandingkan total dosen.
Sebagai gambaran, LLDIKTI Wilayah IV yang mencakup Jawa Barat dan Banten pada 2025 mencatat 31.065 dosen aktif tetapi hanya 360 profesor. Pada 2026, jumlah profesor aktif di wilayah tersebut tercatat sekitar 313 orang setelah dilakukan pemutakhiran status.
Di LLDIKTI Wilayah III, yang mencakup Jakarta, jumlah guru besar mencapai 550 orang pada 2025 setelah 12 profesor baru dikukuhkan.
Angka-angka regional tersebut menunjukkan bahwa jumlah profesor Indonesia masih menghadapi persoalan besar dari sisi regenerasi.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD












