Wali Kota Pekalongan Dorong Penyaluran Bantuan Langsung ke Rekening Penerima

- Jurnalis

Rabu, 16 September 2026 - 12:12 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Wali Kota Pekalongan mendorong pemanfaatan sistem keuangan digital untuk memperkuat penyaluran bantuan pemerintah sekaligus mengurangi potensi penyalahgunaan di lapangan, Rabu (16/9/26).

Wali Kota Pekalongan mendorong pemanfaatan sistem keuangan digital untuk memperkuat penyaluran bantuan pemerintah sekaligus mengurangi potensi penyalahgunaan di lapangan, Rabu (16/9/26).

KANAL KOTA – Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid mendorong pemanfaatan sistem keuangan digital untuk memperkuat penyaluran bantuan pemerintah sekaligus mengurangi potensi penyalahgunaan di lapangan.

Aap, panggilan karib walikota mengatakan perkembangan teknologi keuangan seharusnya dimanfaatkan untuk membuat penyaluran bantuan lebih praktis dan mudah diawasi.

Menurutnya, salah satu caranya dengan menyalurkan bantuan langsung ke rekening penerima atau pihak yang menjadi tujuan bantuan.

“Targetnya untuk mempermudah, tapi tujuan pemerintah itu untuk bantuan-bantuan semacam BLT dan sebagainya nanti semuanya lewat rekening,” kata Aap dalam sosialisasi literasi keuangan di Kota Pekalongan, Rabu (16/9/2026).

Ia mengatakan sistem tersebut diharapkan dapat mengurangi potensi penyimpangan dalam proses penyaluran bantuan.

Aap kemudian menceritakan pengalaman Pemerintah Kota Pekalongan dalam menyalurkan beasiswa pendidikan bagi siswa dari keluarga tidak mampu.

Baca Juga :  UMKM Kopi Binaan BI Tegal Tembus Pasar Prancis dan Yunani, Raup Kontrak Ekspor Rp2,9 Miliar

Pada awal program, bantuan diberikan langsung kepada orang tua penerima. Namun, menurut Afzan, mekanisme tersebut kemudian dievaluasi karena terdapat bantuan yang tidak digunakan untuk membayar kebutuhan sekolah.

“Pada awalnya, bantuan itu kita berikan kepada orang tua secara langsung. Ternyata di situ juga tidak dibayarkan lagi ke sekolah,” ungkapnya.

Karena itu, Pemkot Pekalongan kemudian mengubah mekanisme dengan menyalurkan bantuan langsung kepada sekolah.

Menurut Afzan, evaluasi semacam itu diperlukan agar bantuan pemerintah benar-benar digunakan sesuai tujuan.

Ia menilai digitalisasi keuangan dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat transparansi penyaluran bantuan, selama sistem dan pelaksanaannya tetap diawasi.

Di sisi lain, Aap juga mendorong pelaku UMKM di Kota Pekalongan memanfaatkan pembayaran digital melalui QRIS.

Baca Juga :  BI Tegal Genjot Ekonomi Eks Karesidenan Pekalongan, Andalkan UMKM, Wisata hingga Budaya Hadapi Tekanan Global

Menurutnya, kemampuan menerima pembayaran digital semakin penting bagi UMKM, terutama ketika mengikuti pameran atau menjual produk dengan nilai transaksi besar.

Ia mencontohkan pelaku usaha batik yang bisa mendapatkan pesanan dalam jumlah besar dari konsumen di luar daerah. Dalam kondisi tersebut, pembeli bisa saja membutuhkan pembayaran uang muka atau DP.

“Kalau UMKM tidak siap QRIS juga, itu pasti akan jadi kendala. Soale ora sido pesan,” katanya.

Aap menilai konsumen saat ini semakin terbiasa menggunakan pembayaran non-tunai sehingga UMKM perlu menyesuaikan diri.

Namun, ia mengingatkan masyarakat agar perkembangan teknologi keuangan tetap digunakan untuk hal-hal yang positif.

“Ke elektronik kemajuan teknologi itu harus kita lakukan ke hal yang positif. Sing negatif pinjol sama judol,” tutup Aap.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BI Tegal Ingatkan UMKM Jangan Asal Tempel QRIS, Cek Berkala agar Uang Tak Salah Masuk
OJK Tegal Soroti Gap Literasi Keuangan, Warga Diminta Waspadai Penipuan Digital
Buruh Serabutan Ditagih Pajak Rp1,7 M, KPP Pekalongan Luruskan Isu Begini Penjelasannya
Bukan Cuma Petani, Ini 8 Jenis Pekerjaan yang Paling Banyak Dilakukan Orang Indonesia
Ekonomi Eks Karesidenan Pekalongan Tumbuh 6,01 Persen, Lampaui Jawa Tengah dan Nasional
BI Sebut Digitalisasi Jadi Mesin Baru Ekonomi Daerah
Ironi Pangan Jateng: Jadi Produsen, Tapi Komoditas Keluar Daerah dan Masuk Lagi dengan Harga Lebih Mahal
Inflasi Jateng Turun Jadi 2,6 Persen, BI Masih Waspadai Cabai hingga Bawang

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 12:12 WIB

Wali Kota Pekalongan Dorong Penyaluran Bantuan Langsung ke Rekening Penerima

Rabu, 16 September 2026 - 11:47 WIB

BI Tegal Ingatkan UMKM Jangan Asal Tempel QRIS, Cek Berkala agar Uang Tak Salah Masuk

Rabu, 16 September 2026 - 11:22 WIB

OJK Tegal Soroti Gap Literasi Keuangan, Warga Diminta Waspadai Penipuan Digital

Senin, 7 September 2026 - 14:51 WIB

Buruh Serabutan Ditagih Pajak Rp1,7 M, KPP Pekalongan Luruskan Isu Begini Penjelasannya

Senin, 31 Agustus 2026 - 06:15 WIB

Bukan Cuma Petani, Ini 8 Jenis Pekerjaan yang Paling Banyak Dilakukan Orang Indonesia

Berita Terbaru