BI Tegal Ingatkan UMKM Jangan Asal Tempel QRIS, Cek Berkala agar Uang Tak Salah Masuk

- Jurnalis

Rabu, 16 September 2026 - 11:47 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Kepala Kantor Perwakilan BI Tegal Bimala mengingatkan agar pelaku UMKM secara berkala mengecek kepemilikan QRIS lantaran modus kejahatan digital makin berkembang, Rabu (16/9/26).

Kepala Kantor Perwakilan BI Tegal Bimala mengingatkan agar pelaku UMKM secara berkala mengecek kepemilikan QRIS lantaran modus kejahatan digital makin berkembang, Rabu (16/9/26).

KANAL KOTA – Bank Indonesia (BI) Tegal mengingatkan pelaku UMKM agar tidak hanya menyediakan pembayaran melalui QRIS, tetapi juga memastikan kode QR yang dipasang benar-benar milik mereka.

Kepala Perwakilan BI Tegal Bimala mengatakan keamanan QRIS menjadi penting seiring semakin luasnya penggunaan pembayaran digital oleh masyarakat.

Menurutnya, pelaku usaha perlu rutin mengecek QRIS yang ditempel di lapak, toko maupun tempat usaha. Hal itu untuk memastikan tidak ada pihak yang menimpa atau mengganti QRIS dengan kode milik orang lain.

“Jangan lupa ngecek. Apakah benar enggak ada yang nimpa,” kata Bimala dalam sosialisasi literasi keuangan di Kota Pekalongan, Rabu (16/9/2026).

Ia mencontohkan, masyarakat pernah dibuat bingung ketika pembayaran menggunakan QRIS ternyata tidak diterima oleh pihak yang seharusnya.

Menurut Bimala, kondisi semacam itu bisa terjadi ketika kode QR yang ditempel sudah bukan lagi milik penerima pembayaran.

Baca Juga :  UMKM Kopi Binaan BI Tegal Tembus Pasar Prancis dan Yunani, Raup Kontrak Ekspor Rp2,9 Miliar

Karena itu, ia menyarankan pelaku UMKM melakukan pengecekan secara berkala. Salah satunya dengan mencoba transaksi nominal kecil untuk memastikan pembayaran masuk ke rekening yang benar.

“Kalau perlu dicoba aja. Cek aja sekali-sekali, bener enggak masuk Rp1,” ujarnya.

Selain itu, pelaku usaha disarankan mengaktifkan notifikasi transaksi melalui aplikasi atau email. Penggunaan perangkat seperti soundbox juga bisa membantu memastikan transaksi yang dilakukan pembeli langsung diketahui oleh penjual.

Menurut Bimala, sistem tersebut membuat penjual dan pembeli sama-sama memiliki kepastian bahwa pembayaran telah diterima.

Pengecekan tersebut menjadi semakin penting karena QRIS kini telah menjadi salah satu alat pembayaran yang banyak digunakan pelaku UMKM. Bank Indonesia mencatat pada akhir 2024 terdapat 35,9 juta merchant QRIS dan 92,6 persen di antaranya merupakan UMKM.

BI juga menerapkan tarif Merchant Discount Rate (MDR) sebesar 0 persen untuk merchant usaha mikro dengan nominal transaksi sampai Rp500 ribu. Untuk transaksi di atas Rp500 ribu, MDR bagi usaha mikro sebesar 0,3 persen.

Baca Juga :  OJK Tegal Soroti Gap Literasi Keuangan, Warga Diminta Waspadai Penipuan Digital

Bimala menilai digitalisasi pembayaran seharusnya tidak dianggap sebagai sumber masalah hanya karena muncul kasus penipuan atau penyalahgunaan. Menurutnya, persoalan utamanya adalah bagaimana pengguna memahami cara mengamankan layanan digital yang digunakan.

“Digitalisasi itu akan sangat membantu kita, akan sangat memudahkan kita jika kita tahu bagaimana cara menggunakannya,” terangnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan OTP, PIN, password maupun data pribadi kepada orang lain.

Termasuk di media sosial, masyarakat diminta lebih berhati-hati mengunggah informasi pribadi seperti tanggal lahir, foto dokumen identitas maupun tiket perjalanan yang memuat data tertentu.

“Jadi kita sendiri yang perlu menjaga kehati-hatian,” tutup Bimala.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pajak dan Retribusi di Indonesia Mulai Jenis, Fungsi dan Penjelasannya
HIMMAFES MART Jadi Laboratorium Bisnis Mahasiswa S1 Manajemen TMU
10 Negara Dengan Porsi Pajak Penghasilan Pribadi Terendah di Dunia
Realisasi Investasi Batang Tembus Rp8,8 Triliun, Lampaui Target Nasional
Ketika Ekonomi Sebuah Kota Melampaui Negara
10 Kota Terkaya di Dunia, Tokyo Teratas, New York Jadi Raja Pendapatan Fiskal
10 Benda Termahal di Dunia, Ada yang Nilainya Tembus Ribuan Triliun Rupiah
Wali Kota Pekalongan Dorong Penyaluran Bantuan Langsung ke Rekening Penerima

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 06:10 WIB

Pajak dan Retribusi di Indonesia Mulai Jenis, Fungsi dan Penjelasannya

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:06 WIB

HIMMAFES MART Jadi Laboratorium Bisnis Mahasiswa S1 Manajemen TMU

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:10 WIB

10 Negara Dengan Porsi Pajak Penghasilan Pribadi Terendah di Dunia

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:38 WIB

Realisasi Investasi Batang Tembus Rp8,8 Triliun, Lampaui Target Nasional

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:10 WIB

Ketika Ekonomi Sebuah Kota Melampaui Negara

Berita Terbaru