Brebes Disiapkan Jadi Lumbung Susu Nasional, Peternakan Raksasa Targetkan Produksi 180 Ribu Ton per Tahun

- Jurnalis

Senin, 20 Juli 2026 - 12:39 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Kabupaten Brebes diproyeksikan menjadi salah satu pusat produksi susu terbesar di Indonesia setelah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meletakkan batu pertama pembangunan peternakan sapi perah terpadu moderen sekala besar di Kabupaten Brebes, Senin (20/7/26). Foto : Istimewa

Kabupaten Brebes diproyeksikan menjadi salah satu pusat produksi susu terbesar di Indonesia setelah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meletakkan batu pertama pembangunan peternakan sapi perah terpadu moderen sekala besar di Kabupaten Brebes, Senin (20/7/26). Foto : Istimewa

BREBES, KANALPLUS.IDKabupaten Brebes bersiap menjadi salah satu pusat produksi susu terbesar di Indonesia. Melalui pembangunan Peternakan Sapi Perah Terpadu milik PT Global Dairi Bersama, daerah ini ditargetkan mampu menghasilkan 180 ribu ton susu segar setiap tahun, atau sekitar 20 persen dari total produksi susu nasional.

Proyek yang dibangun di lahan seluas sekitar 710 hektare di Desa Karangbale, Kecamatan Larangan, itu digadang-gadang menjadi salah satu peternakan sapi perah modern terbesar di Tanah Air sekaligus langkah strategis pemerintah menekan ketergantungan impor susu.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan Indonesia hingga kini masih bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan susu nasional.

“Produksi di sini bisa mencapai 180 ribu ton per tahun atau sekitar 20 persen produksi nasional. Kami bangga putra terbaik bangsa membangun industri susu. Ini yang kita nanti-nantikan dan menjadi harapan Bapak Presiden,” kata Amran saat menghadiri peletakan batu pertama (groundbreaking), Senin (20/7/2026).

Baca Juga :  Menyusuri Pekalongan yang Terlupakan Dari Batik, Benteng VOC hingga Jejak Taipan Bah Zing Zong

Menurut Amran, kebutuhan susu nasional mencapai sekitar 3,6 hingga 3,8 juta ton per tahun, sementara sekitar 80 persen di antaranya masih dipenuhi dari impor.

Karena itu, pemerintah mendorong lahirnya lebih banyak investasi di sektor peternakan sapi perah sebagai upaya mewujudkan swasembada susu.

“Kalau ingin swasembada susu, Indonesia membutuhkan sedikitnya 20 peternakan berskala besar seperti ini. Pemerintah akan mengawal dan mempermudah investasi. Kalau butuh legalitas, Kementerian Pertanian siap mempercepat,” tegasnya.

Tak hanya mengejar peningkatan produksi, proyek tersebut juga diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat pedesaan.

CEO PT Global Dairi Bersama menyebut perusahaan telah menyiapkan pola kemitraan yang melibatkan ribuan warga sekitar agar manfaat investasi tidak hanya dirasakan perusahaan, tetapi juga petani dan peternak lokal.

Sedikitnya 5.000 petani akan dilibatkan sebagai pemasok hijauan pakan ternak. Selain itu, perusahaan juga akan menggandeng sekitar 1.000 hingga 2.000 peternak sapi perah rakyat untuk meningkatkan produksi susu segar.

Baca Juga :  Jadi Sasaran CSR, 500 Ibu Hamil Diperiksa Kesehatannya oleh Dokter Spesialis

Tak berhenti di situ, masyarakat juga akan dilibatkan dalam program penggemukan sekitar 7.000 ekor sapi jantan setiap tahun, sehingga terbuka peluang usaha baru sekaligus sumber pendapatan tambahan bagi warga.

Melalui skema kemitraan tersebut, petani tidak hanya memperoleh kepastian pasar hasil pertanian dan peternakan, tetapi juga mendapatkan pendampingan teknis, akses bibit unggul, hingga jaminan pembelian susu oleh perusahaan.

Selain fokus pada produksi, PT Global Dairi Bersama juga mengembangkan konsep peternakan berkelanjutan. Limbah ternak nantinya akan diolah menjadi biogas sebagai sumber energi alternatif serta pupuk organik yang dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung produktivitas lahan pertanian di sekitar kawasan peternakan.

Dengan dimulainya pembangunan peternakan terpadu ini, Brebes diharapkan tidak lagi hanya dikenal sebagai sentra bawang merah dan telur asin, tetapi juga menjadi salah satu daerah penopang utama produksi susu nasional yang mampu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor susu dalam beberapa tahun mendatang.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kajari Brebes Buka Akses Laporan Penyalahgunaan Dana Desa, BPD Diminta Aktif Mengawasi
Tertemper KA Kertajaya, Pemuda Loasari Brebes Tewas
Gedung Tua di Bumiayu Brebes Ambruk, Tiga Warga Tewas Tertimpa Reruntuhan
56 Tahun Jadi Pasutri Tanpa Buku Nikah, Pasangan Lansia di Brebes Akhirnya Dapat Pengakuan Hukum
Batik Salem Naik Kelas, Brebes Bidik Pasar Nasional Lewat Jogja Fashion Week 2026
Jadi Sasaran CSR, 500 Ibu Hamil Diperiksa Kesehatannya oleh Dokter Spesialis
Hari Kedua Kebakaran Gudang di Brebes Belum Sepenuhnya Padam, Titik Api Belum Bisa Dijinakkan
Gudang Limbah Non-B3 di Brebes Terbakar, 8 Mobil Damkar Dikerahkan hingga Malam

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:29 WIB

Kajari Brebes Buka Akses Laporan Penyalahgunaan Dana Desa, BPD Diminta Aktif Mengawasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 09:44 WIB

Tertemper KA Kertajaya, Pemuda Loasari Brebes Tewas

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:12 WIB

Gedung Tua di Bumiayu Brebes Ambruk, Tiga Warga Tewas Tertimpa Reruntuhan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 06:35 WIB

56 Tahun Jadi Pasutri Tanpa Buku Nikah, Pasangan Lansia di Brebes Akhirnya Dapat Pengakuan Hukum

Minggu, 16 Agustus 2026 - 09:31 WIB

Batik Salem Naik Kelas, Brebes Bidik Pasar Nasional Lewat Jogja Fashion Week 2026

Berita Terbaru

Konsep Green Campus mulai diterapkan di Unikal yang diawali dengan kegiatan peningkatan kapasitas, Kamis (10/9/26). Foto: Istimewa

Kota Pekalongan

Universitas Pekalongan Mulai Bangun Green Campus

Kamis, 10 Sep 2026 - 13:42 WIB