KANAL KOTA – Stasiun Pekalongan mencatat pergerakan penumpang kereta api yang cukup tinggi sepanjang semester pertama 2026. Sebanyak 273.533 pelanggan tercatat menggunakan tiga layanan kereta api aglomerasi yang berhenti di stasiun tersebut.
Jumlah itu dihimpun dari layanan KA Kaligung, KA Kamandaka, dan KA Joglosemarkerto selama Januari hingga Juni 2026.
Data tersebut sekaligus menunjukkan kuatnya posisi Stasiun Pekalongan sebagai salah satu simpul mobilitas masyarakat di jalur Pantura, terutama untuk perjalanan menuju berbagai kota di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dari tiga layanan tersebut, KA Kaligung menjadi yang paling banyak digunakan, dengan total 157.608 pelanggan.
Rinciannya terdiri dari 78.438 pelanggan yang naik dari Stasiun Pekalongan dan 79.170 pelanggan yang turun di stasiun tersebut.
Posisi berikutnya ditempati KA Kamandaka yang mencatat 68.463 pelanggan. Terdiri dari 41.126 pelanggan naik dan 27.337 pelanggan turun.
Sementara KA Joglosemarkerto mencatat 47.462 pelanggan, dengan 38.922 pelanggan naik dan 8.540 pelanggan turun.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif mengatakan, tingginya jumlah pelanggan menunjukkan kereta api masih menjadi bagian penting dari mobilitas masyarakat.
“Mobilitas masyarakat saat ini tidak lagi terbatas pada wilayah tempat tinggalnya. Banyak masyarakat melakukan perjalanan ke daerah lain untuk bekerja, menempuh pendidikan, menjalankan aktivitas usaha maupun berwisata,” kata Luqman dalam siaran persnya, Senin (10/8/2026).
Menurutnya, keberadaan layanan kereta aglomerasi memberikan pilihan transportasi massal bagi masyarakat untuk bepergian antarkota dengan akses yang relatif mudah, aman, nyaman dan tepat waktu.
Besarnya jumlah pengguna kereta dari Stasiun Pekalongan juga mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat di kawasan Pantura.
Perjalanan tersebut tidak hanya berkaitan dengan aktivitas wisata, tetapi juga kebutuhan bekerja, sekolah, kuliah, berdagang hingga menjalankan usaha.
KA Joglosemarkerto, misalnya, menghubungkan sejumlah kota di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta sehingga memberikan alternatif perjalanan bagi masyarakat tanpa harus menggunakan kendaraan pribadi.
Sementara KA Kaligung dan KA Kamandaka menjadi pilihan masyarakat untuk menjangkau berbagai daerah melalui jaringan kereta api.
“Stasiun Pekalongan memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat di wilayah Pantura,” ujar Luqman.
Menurut dia, tingginya mobilitas melalui stasiun tersebut turut mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, perdagangan dan pariwisata di daerah-daerah yang terhubung jaringan kereta api.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













