JAKARTA, KANALPLUS.ID – Persaingan antarperguruan tinggi kini tidak lagi hanya ditentukan oleh kualitas akademik, tetapi juga kemampuan membangun citra di ruang digital. Pergeseran perilaku Generasi Z yang menjadikan internet sebagai sumber utama informasi mendorong kampus untuk mengubah strategi dalam menarik calon mahasiswa.
Isu tersebut menjadi fokus utama dalam implementasi kerja sama antara Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (UHAMKA) dan Universitas Darunnajah melalui In House Training (IHT) yang digelar di Aula Ibnu Rusyd, Kompleks Pondok Pesantren Darunnajah, Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Dalam pelatihan tersebut, Kepala Bagian Jejaring Kerja Sama dan Promosi UHAMKA sekaligus dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Pahman Habibi, menekankan bahwa persaingan pendidikan tinggi telah memasuki era baru yang sangat dipengaruhi oleh transformasi digital.
Menurutnya, calon mahasiswa saat ini, yang mayoritas berasal dari Generasi Z, cenderung menilai kualitas sebuah perguruan tinggi melalui jejak digital yang dimiliki.
“Perguruan tinggi saat ini berada dalam pasar yang sangat kompetitif. Kampus harus mampu membangun value institusi melalui pemanfaatan platform digital secara optimal,” ujar Pahman.
Ia menjelaskan, kualitas media sosial, tampilan dan informasi pada situs web resmi, hingga kejelasan prospek karier lulusan menjadi faktor yang kini paling banyak dipertimbangkan calon mahasiswa sebelum menentukan pilihan.
Karena itu, branding digital tidak lagi sekadar menjadi pelengkap promosi, melainkan bagian penting dari strategi tata kelola perguruan tinggi.
Melalui kolaborasi tersebut, UHAMKA juga membagikan pengalaman mengenai penguatan sumber daya manusia serta pengelolaan institusi agar lebih adaptif menghadapi perubahan dunia pendidikan yang berlangsung sangat cepat.
Sementara itu, Wakil Rektor III Universitas Darunnajah, Dr. Irfanudin Kurniawan, mengatakan kerja sama dengan UHAMKA tidak berhenti pada pelatihan kali ini. Kedua perguruan tinggi telah menyiapkan sejumlah agenda lanjutan yang lebih strategis.
Salah satunya adalah pengembangan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) jenjang magister (S2) serta berbagai bidang kerja sama lain yang diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan di kedua institusi.
“Kemitraan bersama UHAMKA ini akan terus kami tingkatkan dengan fokus yang lebih luas. Kami memproyeksikan kolaborasi berikutnya pada program RPL jenjang S2 serta bidang-bidang strategis lainnya,” kata Irfanudin.
Pelatihan tersebut diikuti jajaran pimpinan Universitas Darunnajah, mulai dari Wakil Rektor I Ustaz Fajar Suryono, para dekan, kepala program studi, hingga dosen dari 11 program studi.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya kedua perguruan tinggi untuk memperkuat tata kelola institusi sekaligus menyiapkan strategi agar mampu bersaing di tengah perubahan pola pencarian informasi dan preferensi calon mahasiswa yang semakin didominasi ekosistem digital.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













