BATANG, KANALPLUS.ID – Pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Celapar, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, tidak hanya diproyeksikan menjadi pusat pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, tetapi juga diharapkan mampu menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah setempat.
Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Sosial terus mempercepat berbagai persiapan menjelang dimulainya pembangunan sekolah berasrama tersebut. Hingga awal Juni 2026, kesiapan administrasi dan lahan disebut hampir rampung.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Batang, Willopo, mengatakan Sekolah Rakyat yang akan dibangun di lahan seluas sekitar 8,3 hektare itu diyakini mampu memberikan efek berganda bagi perekonomian warga sekitar.
Menurutnya, keberadaan ratusan siswa, tenaga pendidik, pegawai, hingga tenaga pendukung lainnya nantinya akan menciptakan kebutuhan ekonomi yang cukup besar dan berkelanjutan.
“Sekolah ini tidak hanya menjadi sarana pendidikan. Nantinya akan ada kebutuhan konsumsi harian, jasa, hingga berbagai kebutuhan operasional yang dapat melibatkan masyarakat sekitar. Ini tentu menjadi peluang ekonomi yang cukup besar,” kata Willopo, Jumat (5/6/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah daerah saat ini fokus menyelesaikan seluruh persyaratan yang menjadi kewenangannya agar proyek strategis tersebut dapat segera memasuki tahap konstruksi.
Progres kesiapan dokumen administrasi saat ini telah mencapai sekitar 99,99 persen. Sejumlah dokumen penting seperti UKL-UPL dan Detail Engineering Design (DED) hampir selesai disusun sebelum dilanjutkan ke tahapan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin).
Selain itu, aspek legalitas lahan juga telah dipastikan aman. Lokasi pembangunan telah mengantongi Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR), tidak berada di kawasan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) maupun Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), serta telah dinyatakan bebas sengketa.
“Lahannya sudah bersertifikat dan statusnya clean and clear. Semua persyaratan dasar yang dibutuhkan untuk pembangunan sudah hampir tuntas,” jelasnya.
Pemkab Batang menargetkan sejumlah pekerjaan awal dapat dimulai pada Juni 2026. Tahapan tersebut meliputi proses tender, penghapusan aset, pekerjaan cut and fill, hingga land clearing atau pematangan lahan.
Jika seluruh proses berjalan sesuai jadwal, pembangunan fisik Sekolah Rakyat ditargetkan mulai dikerjakan pada Juli 2026.
Selain menghadirkan fasilitas pendidikan, sekolah tersebut juga dirancang memiliki sarana sosial dan olahraga seperti lapangan sepak bola dan lapangan basket yang diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar sesuai ketentuan yang berlaku.
Willopo menuturkan, dukungan terhadap pembangunan Sekolah Rakyat terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat. Pemerintah desa, pemerintah kecamatan, hingga Forkopimcam Subah disebut menyambut positif rencana tersebut karena diyakini akan membawa manfaat jangka panjang bagi daerah.
“Masyarakat berharap pembangunan ini segera terealisasi karena manfaatnya tidak hanya untuk pendidikan, tetapi juga bagi perkembangan wilayah dan perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan program pemerintah pusat yang pelaksanaannya melibatkan sejumlah kementerian. Pembangunan fisik gedung serta penyediaan tenaga pendidik nantinya menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan kementerian terkait.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Batang bertanggung jawab menyiapkan lahan dan seluruh dokumen pendukung sebagai bagian dari syarat kesiapan proyek.
“Pemkab berkomitmen menuntaskan seluruh kebutuhan yang menjadi kewenangan daerah agar pembangunan Sekolah Rakyat dapat berjalan sesuai target dan segera memberikan manfaat bagi masyarakat Batang,” pungkasnya.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD









