Orang Tua Murid Keluhkan Menu MBG Berbau Tak Sedap di TK Masyitoh Kota Pekalongan

- Penulis

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menu MBG berbau tidak sedap diterima oleh orang tua murid TK Masyitoh Kota Pekalongan, Jumat (5/6/26). Foto : Istimewa

Menu MBG berbau tidak sedap diterima oleh orang tua murid TK Masyitoh Kota Pekalongan, Jumat (5/6/26). Foto : Istimewa

KOTA PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu taman kanak-kanak di Kota Pekalongan menuai keluhan dari sejumlah orang tua murid. Mereka mengaku menemukan salah satu menu makanan yang dibawa pulang anak-anak dalam kondisi berbau tidak sedap sehingga membuat anak kehilangan selera makan.

Keluhan tersebut disampaikan Aswan (bukan nama sebenarnya), orang tua murid TK Masyitoh Dekoro yang berada di kawasan Lembah Hijau, Kota Pekalongan.

Menurutnya, peristiwa itu terjadi setelah pihak sekolah menerima distribusi menu MBG pada pagi hari. Seperti biasanya, makanan tersebut kemudian dibawa pulang oleh para siswa untuk dikonsumsi di rumah.

Namun saat kemasan makanan dibuka, keluarganya mendapati aroma tidak sedap dari salah satu lauk yang diberikan.

“Ketika makanan dibuka di rumah oleh istri saya, tercium bau yang tidak sedap seperti bau busuk. Istri saya sempat mencicipi sedikit dan rasanya memang sudah tidak enak,” ujar Aswan kepada wartawan, Jumat (5/6/2026).

Ia menjelaskan, menu yang diterima saat itu terdiri dari olahan tahu, buah melon, sayur jagung dan wortel serta nugget. Dari seluruh menu tersebut, nugget disebut menjadi bagian yang paling bermasalah karena mengeluarkan aroma menyengat.

Baca Juga :  Tangis Haru Pecah di Bioskop Saat Anggota DPR RI Ini Ajak Puluhan Siswa SD di Batang Nonton Film Children of Heaven, Pulangnya Dapat Hadiah Sepatu

“Yang baunya paling menyengat itu nuggetnya. Karena baunya tidak sedap, anak-anak akhirnya tidak mau makan,” katanya.

Aswan menuturkan, kejadian tersebut menjadi yang pertama kali dialaminya sejak program MBG berjalan di sekolah tersebut. Sebelumnya, menu yang diterima anak-anak dinilai dalam kondisi normal.

“Kalau sebelumnya menurut saya normal. Baru kali ini ada makanan yang menurut saya tidak layak untuk dikonsumsi,” ujarnya.

Keluhan serupa, lanjut dia, juga sempat menjadi pembahasan di antara para wali murid. Meski demikian, masing-masing orang tua memiliki respons yang berbeda terkait kondisi makanan yang diterima anak-anak mereka.

“Kami sesama orang tua memang saling berkomunikasi. Sejauh yang saya tahu ada juga yang mengeluhkan hal yang sama,” ungkapnya.

Karena makanan dibawa pulang ke rumah, kondisi makanan baru diketahui setelah dibuka oleh orang tua masing-masing. Hal itu membuat para wali murid tidak bisa langsung melakukan pengecekan bersama saat makanan diterima di sekolah.

Baca Juga :  Polisi Tunggu Hasil Pemeriksaan Kejiwaan Pelaku Pembunuhan Ibu Kandung di Kota Pekalongan

Aswan mengaku orang tua murid tidak berani menyampaikan protes. Mereka hanya menunggu adanya tindak lanjut maupun pemeriksaan dari pihak terkait untuk memastikan penyebab makanan tersebut berbau tidak sedap.

“Kami sebenarnya merasa dirugikan karena anak-anak yang menjadi penerima manfaat justru tidak bisa menikmati makanan itu. Kami berharap ada pengecekan atau sidak dari pihak yang berwenang agar diketahui penyebabnya,” katanya.

Ia juga mengaku tidak mengetahui secara pasti siapa pihak penyedia makanan dalam program MBG tersebut karena makanan biasanya langsung dikirim ke sekolah sebelum dibagikan kepada siswa.

Terkait penyebab makanan berbau tidak sedap, Aswan tidak ingin berspekulasi. Namun sebagai orang tua murid, ia berharap kualitas makanan yang diberikan kepada anak-anak benar-benar diperhatikan karena menyangkut kesehatan dan keselamatan peserta didik.

“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi dan kualitas makanan yang diberikan kepada anak-anak bisa lebih diawasi,” tutupnya.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Berita Terkait

Tangis Haru Pecah di Bioskop Saat Anggota DPR RI Ini Ajak Puluhan Siswa SD di Batang Nonton Film Children of Heaven, Pulangnya Dapat Hadiah Sepatu
Yoyok Riyo Sudibyo: Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Pekalongan Tamparan Keras bagi Kemenag dan MUI
Terciduk Ratusan Warga Binaan Rutan Pekalongan Salat Iduladha dan Potong Sembilan Kambing
Pekalongan Jadi Pilot Project Food Bank Indonesia, Salurkan Makanan Surplus untuk Lansia hingga ODGJ
Nasabah Kembali Geruduk Rumah Ketua BMT Mitra Umat Pekalongan, Tuntut Pengembalian Tabungan dan Deposito
Balon Udara Raksasa Jatuh Timpa Rumah dan Jaringan Listrik Jadi Rebutan, Satu Anak Luka Tersengat Listrik
Ikhtiar Warga Medono Pekalongan Menaklukkan Sampah dengan Teknologi Sederhana
Dari Sekolah Muhammadiyah ke Jepang, Kisah Revano Siswa Katolik Jadi Simbol Toleransi di Pekalongan

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:35 WIB

Orang Tua Murid Keluhkan Menu MBG Berbau Tak Sedap di TK Masyitoh Kota Pekalongan

Senin, 1 Juni 2026 - 18:20 WIB

Tangis Haru Pecah di Bioskop Saat Anggota DPR RI Ini Ajak Puluhan Siswa SD di Batang Nonton Film Children of Heaven, Pulangnya Dapat Hadiah Sepatu

Senin, 1 Juni 2026 - 15:40 WIB

Yoyok Riyo Sudibyo: Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Pekalongan Tamparan Keras bagi Kemenag dan MUI

Rabu, 27 Mei 2026 - 08:34 WIB

Terciduk Ratusan Warga Binaan Rutan Pekalongan Salat Iduladha dan Potong Sembilan Kambing

Senin, 25 Mei 2026 - 15:49 WIB

Pekalongan Jadi Pilot Project Food Bank Indonesia, Salurkan Makanan Surplus untuk Lansia hingga ODGJ

Berita Terbaru